POSO – Tadulakonews.com – Dalam rangka mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah kondisi cuaca panas ekstrem, personel Polsek Poso Pesisir Selatan melaksanakan patroli preventif dan pemantauan di sejumlah wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa pagi (03/11/2026) tersebut menyasar kawasan Meja Bundar, Desa Tangkura, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, dengan melibatkan dua personel Polsek Poso Pesisir Selatan.
Dalam pelaksanaan patroli, personel melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi vegetasi dan lahan kering milik warga yang berpotensi mudah terbakar akibat cuaca panas dan kondisi lingkungan yang kering.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain melakukan pemantauan, petugas juga mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis kepada para petani yang sedang beraktivitas di ladang. Masyarakat diberikan imbauan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran yang meluas, terutama ketika kondisi angin kencang dan cuaca panas.
Petugas juga mengingatkan bahwa api yang berasal dari pembakaran lahan dapat dengan cepat merambat ke area perkebunan, kawasan hutan, bahkan permukiman warga apabila tidak segera dikendalikan.
Dari hasil pemantauan di lapangan, personel tidak menemukan adanya titik api aktif. Namun, ditemukan sejumlah lahan kering yang memiliki potensi tinggi terjadi kebakaran apabila tidak dilakukan langkah pencegahan sejak dini.
Sebagai tindak lanjut, petugas melakukan pendataan terhadap pemilik lahan serta mengimbau agar dilakukan pembuatan sekat bakar secara manual dengan membersihkan semak dan vegetasi kering di sekitar area lahan tanpa menggunakan api.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk mitigasi dini guna mengurangi risiko penyebaran api apabila terjadi kebakaran di kemudian hari.
Kasi Humas Polres Poso, AKP Rianto Hilian, menyampaikan apresiasi terhadap langkah preventif yang dilakukan jajaran Polsek Poso Pesisir Selatan, khususnya dalam membangun kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla.
Menurutnya, upaya pencegahan melalui patroli dan edukasi secara langsung kepada masyarakat merupakan langkah penting dalam meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan para petani sangat diperlukan karena masyarakat yang setiap hari beraktivitas di lahan perkebunan lebih memahami kondisi lingkungan di sekitarnya.
AKP Rianto Hilian juga mengingatkan bahwa tidak adanya titik api saat pelaksanaan patroli merupakan kondisi yang harus terus dipertahankan melalui kewaspadaan dan kepedulian bersama.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat di wilayah Poso Pesisir Selatan dan sekitarnya agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, terutama selama kondisi cuaca panas dan musim kemarau.
Warga diimbau untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membakar sampah di area terbuka, serta menghindari segala bentuk aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan api di sekitar lahan kering maupun kawasan hutan.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada pihak kepolisian atau aparat setempat apabila menemukan kepulan asap maupun indikasi kebakaran sekecil apa pun agar dapat segera ditindaklanjuti sebelum api meluas.
AKP Rianto menegaskan bahwa pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.
Ia berharap melalui patroli rutin, edukasi, serta kerja sama antara aparat dan warga, potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Poso dapat diminimalkan.
Kegiatan patroli preventif tersebut berlangsung dalam keadaan aman, lancar, dan kondusif. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya Karhutla semakin meningkat sehingga kelestarian lingkungan, kebersihan udara, serta keamanan wilayah tetap terjaga.





