Tadulakonews.com – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menyambut kedatangan Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia, Yang Mulia Sergei Gennadievich Tolchenov, beserta rombongan di Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri Palu, Selasa (20/10/2026) pagi.
Rombongan Duta Besar Rusia tiba sekitar pukul 06.14 WITA menggunakan pesawat komersial. Kedatangan tersebut disambut hangat oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sebagai bentuk penghormatan sekaligus penerimaan atas kunjungan kerja Kedutaan Besar Rusia di Bumi Tadulako.
Prosesi penyambutan berlangsung dengan nuansa budaya lokal yang kental. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menghadirkan Tari Mokambu sebagai tarian tradisional untuk menyambut tamu kehormatan yang berkunjung ke daerah tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penampilan Tari Mokambu menjadi simbol keramahan dan penghormatan masyarakat Sulawesi Tengah terhadap tamu dari negara sahabat. Tradisi tersebut sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada delegasi Rusia.
Rangkaian penyambutan kemudian dilanjutkan dengan pemasangan siga, penutup kepala tradisional khas Sulawesi Tengah, kepada Sergei Gennadievich Tolchenov. Prosesi ini menjadi simbol penghormatan dan penerimaan tamu kehormatan di Tanah Kaili.
Kunjungan kerja Duta Besar Rusia tersebut menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk memperkenalkan berbagai potensi unggulan daerah kepada pihak internasional.
Gubernur Anwar Hafid berharap kunjungan ini dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Federasi Rusia, khususnya dalam menjajaki peluang kerja sama yang saling menguntungkan.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut adalah investasi. Sulawesi Tengah memiliki berbagai potensi sumber daya dan peluang pengembangan ekonomi yang dapat ditawarkan kepada mitra internasional untuk mendorong pertumbuhan daerah.
Selain investasi, bidang pendidikan juga menjadi salah satu sektor yang berpeluang dikembangkan melalui kerja sama dengan Rusia. Kolaborasi pendidikan diharapkan dapat memperluas kesempatan pertukaran pengetahuan, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan kapasitas akademik.
Selama berada di Sulawesi Tengah pada 20–22 Oktober 2026, rombongan Duta Besar Rusia dijadwalkan melaksanakan sejumlah agenda pertemuan dengan pemangku kepentingan di daerah.
Salah satu agenda tersebut adalah kunjungan ke Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tengah untuk membahas potensi ekonomi daerah serta menjajaki peluang hubungan bisnis antara pelaku usaha lokal dan mitra dari Rusia.
Rombongan juga dijadwalkan mengunjungi Universitas Abdul Aziz Lamadjido. Agenda ini diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi pengembangan kerja sama di bidang pendidikan dan memperkuat hubungan antarlembaga.
Melalui rangkaian agenda tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap terbangun komunikasi yang konstruktif antara pemerintah, dunia usaha, dan institusi pendidikan guna mendukung terwujudnya kerja sama yang berkelanjutan.
Penjajakan kerja sama investasi diharapkan dapat mendorong masuknya peluang usaha baru, memperkuat aktivitas ekonomi daerah, serta memberikan dampak positif terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga berharap kunjungan ini dapat mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Rusia, sekaligus membuka peluang kolaborasi konkret yang mendukung pembangunan daerah di berbagai sektor strategis.
Dalam penyambutan tersebut, Gubernur Anwar Hafid didampingi Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol. Rizal Irawan, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Moh. Hidayat Pakamundi, S.E., Ketua Yayasan Universitas Abdul Aziz Lamadjido H. Rendy Lamadjido, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dr. Rudi Dewanto, M.M., kepala perangkat daerah terkait, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
(Biro Administrasi Pimpinan)





