
Tadulakonews.com – Palu – Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Irjen Pol Dr. Endi Sutendi, menghadiri sekaligus memimpin pelaksanaan Gelar Operasional Polda Sulteng Tahun 2026 yang digelar pada Rabu pagi di Aula Rupatama.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakapolda Sulteng Brigjen Pol Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, Irwasda Kombes Pol Purwanto Puji Sutan, para Pejabat Utama (PJU), serta para Kapolres dan Kapolresta jajaran Polda Sulteng.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaksanaan Gelar Operasional ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja Polri, khususnya di wilayah Sulawesi Tengah, dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif.
Dalam arahannya, Kapolda menegaskan pentingnya perencanaan yang matang sebagai dasar pelaksanaan tugas yang efektif di lapangan.
Ia juga menekankan bahwa setiap program harus dijalankan secara maksimal agar hasil yang dicapai sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Selain itu, evaluasi yang berkesinambungan dinilai penting guna mengukur keberhasilan serta memperbaiki kekurangan dalam pelaksanaan tugas.
Kapolda berharap kegiatan ini dapat menjadi pedoman bagi seluruh jajaran dalam meningkatkan kualitas kinerja secara menyeluruh.
Menurutnya, peningkatan kinerja personel akan berdampak langsung pada pelayanan kepada masyarakat yang semakin baik.
Hal tersebut juga diyakini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri secara keseluruhan.
Dalam kesempatan itu, Kapolda menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pejabat utama, Kasatwil, dan Kasatfung yang telah bekerja dengan baik.
Ia menilai kerja keras seluruh jajaran telah berhasil menjaga situasi kamtibmas di Sulawesi Tengah tetap aman dan kondusif hingga saat ini.
Meski demikian, Kapolda juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap masih adanya personel yang melakukan pelanggaran berat.
Pelanggaran tersebut bahkan berujung pada sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) bagi oknum yang terbukti bersalah.
Ia menegaskan kepada seluruh Kapolres agar meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap anggota di masing-masing satuan.
Langkah ini dianggap penting untuk mencegah terjadinya pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, serta mencoreng nama baik institusi.
Kapolda juga menekankan bahwa setiap pelanggaran memiliki dampak luas, tidak hanya secara individu tetapi juga terhadap citra Polri di mata masyarakat.
Oleh karena itu, peran pimpinan sangat dibutuhkan dalam melakukan pengawasan melekat dan pembinaan yang berkelanjutan.
Di sisi lain, penegakan disiplin harus tetap dilakukan secara tegas, profesional, dan berkeadilan.
Kapolda mengingatkan bahwa meskipun terdapat dampak sosial dari penindakan, aturan tetap harus ditegakkan tanpa kompromi.
Ia berharap ke depan tidak ada lagi pelanggaran serupa yang terjadi di lingkungan Polda Sulawesi Tengah.
Dengan komitmen bersama, seluruh jajaran diharapkan mampu menjaga integritas serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

