
Tadulakonews.com – Polres Sigi melalui Satuan Reserse Narkoba menetapkan seorang pemuda berinisial IS (25) sebagai tersangka dalam kasus dugaan peredaran narkotika jenis sabu. IS merupakan warga Desa Baluase, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi.
Penetapan tersangka dilakukan setelah petugas menemukan puluhan paket yang diduga sabu di kediamannya. Pengungkapan kasus ini berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari hasil penggeledahan, polisi mengamankan sebanyak 36 paket yang diduga berisi sabu. Total berat bruto barang bukti tersebut mencapai 10,14 gram.
Kapolres Sigi AKBP Kari Amsah Ritonga melalui Kasat Resnarkoba Iptu Chandra menjelaskan bahwa kasus ini terungkap berkat informasi dari masyarakat. Laporan tersebut menyebut adanya aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan peredaran narkotika.
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim opsnal Satresnarkoba segera melakukan penyelidikan. Setelah memastikan kebenaran informasi, petugas kemudian melakukan penggerebekan di rumah tersangka.
Penggeledahan dilakukan dengan disaksikan oleh aparat desa setempat. Hal ini dilakukan untuk memastikan proses berjalan sesuai prosedur hukum.
Dalam penggeledahan di kamar tidur tersangka, polisi menemukan puluhan paket yang diduga sabu. Barang tersebut disimpan dengan rapi di dalam ruangan.
Selain narkotika, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti lain. Di antaranya enam plastik klip kosong ukuran sedang, satu kotak besi berwarna hitam, satu lembar tisu, dan satu lembar plastik hitam.
Seluruh barang bukti kemudian diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga langsung membawa tersangka ke Mapolres Sigi.
Saat ini, IS telah ditahan di Rumah Tahanan Polres Sigi. Ia akan menjalani proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ia juga dapat dikenakan Pasal 609 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.
Atas perbuatannya, tersangka terancam hukuman penjara minimal 5 tahun hingga maksimal 20 tahun atau seumur hidup. Selain itu, ia juga dapat dikenakan denda mulai dari Rp1 miliar hingga Rp10 miliar.

