Tadulakonews.com – Polres poso melalui Bagian Sumber Daya Manusia menggelar latihan pengenalan senjata api, bongkar pasang, dan latihan menembak di Lapangan Tembak Eko W. Soharno, Kompi Brimob I Batalyon B Pelopor Poso, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan teknis, disiplin, serta profesionalisme personel dalam penggunaan senjata api organik Polri.
Latihan dimulai sejak pukul 08.30 WITA dan diikuti puluhan personel gabungan dari berbagai satuan fungsi di lingkungan Polres Poso.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 63 personel ambil bagian dalam kegiatan tersebut yang terdiri dari anggota Satuan Samapta, Satreskrim, dan Satresnarkoba.
Wakapolres Poso Kompol Suriadi, S.H., M.M., bersama sejumlah Pejabat Utama (PJU), perwira Polres Poso, serta beberapa Kapolsek jajaran hadir untuk melakukan pengawasan dan pemantauan secara langsung.
Materi latihan difokuskan pada peningkatan kemampuan dasar hingga lanjutan dalam penggunaan senjata api laras pendek maupun laras panjang.
Pada latihan senjata laras pendek jenis pistol, personel diberikan materi teknik bongkar pasang, pengenalan komponen senjata, serta latihan menembak dengan posisi berdiri pada jarak 25 meter.
Sementara itu, latihan senjata laras panjang meliputi bongkar pasang dan simulasi penembakan dengan berbagai variasi posisi serta jarak tembak.
Latihan laras panjang dilakukan pada jarak 15 meter, 25 meter, hingga 50 meter guna meningkatkan akurasi dan penguasaan teknik personel di lapangan.
Selain posisi berdiri, peserta juga menjalani simulasi menembak dalam posisi jongkok dan runduk untuk melatih kestabilan serta ketepatan sasaran dalam situasi dinamis.
Kabag SDM Polres Poso AKP Muliadi, S.H., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemampuan personel yang dilaksanakan secara berkala.
Menurutnya, profesionalisme anggota Polri tidak hanya dilihat dari integritas dan kedisiplinan, tetapi juga dari kemampuan teknis dalam menggunakan senjata api secara tepat dan bertanggung jawab.
Ia menegaskan bahwa latihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman personel terhadap mekanisme senjata serta melatih ketenangan dan presisi saat menghadapi situasi yang menyerupai kondisi nyata.
Wakapolres Poso Kompol Suriadi menambahkan bahwa kemampuan penggunaan senjata api merupakan salah satu kompetensi dasar yang wajib dimiliki setiap anggota Polri dalam mendukung tugas operasional di lapangan.
Ia juga mengingatkan seluruh personel agar selalu mengutamakan keselamatan serta menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian dalam setiap penggunaan senjata api, baik saat latihan maupun ketika menjalankan tugas kepolisian.
Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian latihan berjalan aman, tertib, dan lancar di bawah pengawasan instruktur serta panitia dari Brimob Batalyon B Pelopor Poso tanpa ditemukan adanya insiden maupun pelanggaran prosedur.


