Seruan Keras Hentikan Merkuri Ilegal di Kalteng, Prof. Sutan Nasomal Kritik Diamnya Ormas dan Aktivis

- Penulis

Minggu, 12 April 2026 - 23:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Tadulakonews.com – PALANGKA RAYA – Situasi pencemaran lingkungan akibat peredaran gelap dan penggunaan merkuri di wilayah Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kalimantan Tengah (Kalteng) dinilai sudah sangat mengkhawatirkan. Kondisi ini memantik reaksi keras dari pakar hukum dan tokoh masyarakat, Profesor Sutan Nasomal, SH., MH.

Dalam keterangannya, Profesor Sutan Nasomal secara terbuka mengkritik minimnya pergerakan nyata dari organisasi kemasyarakatan (Ormas), khususnya Ormas Adat Dayak, serta para aktivis lingkungan di Bumi Tambun Bungai dalam menghadapi mafia merkuri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya melihat ada keheningan yang mengkhawatirkan dari rekan-rekan Ormas Adat dan aktivis. Seharusnya mereka menjadi garda terdepan dalam menyuarakan jeritan lingkungan dan masyarakat adat yang terdampak. Tapi faktanya, suara mereka seolah tenggelam,” ujar Prof. Sutan, Kamis (10/5).

Satu Gerakan, Satu Suara: “Stop Peredaran Gelap Merkuri!”

Kritikan Profesor Sutan ini sejalan dengan poster visual yang kini mulai viral di kalangan masyarakat Kalteng. Poster tersebut menampilkan ilustrasi aksi unjuk rasa besar dengan tokoh orator mengenakan atribut adat Dayak dan pakaian sipil, menyuarakan tuntutan tegas.

Tulisan dalam poster tersebut berbunyi:
“STOP PEREDARAN GELAP MERKURI DI KALTENG! ORMAS DAN AKTIFIS HARUS ANGKAT BICARA.”

Disertai pesan lanjutan:
“PEREDARAN GELAP MERKURI MERACUNI SUNGAI KITA DAN KESEHATAN MASYARAKAT.”

Dalam ilustrasi tersebut, para demonstran membawa spanduk dengan berbagai tuntutan, antara lain:

  • “SUNGAI KAHAYAN & KAPUAS TERCEMAR!”
  • “LINDUNGI GENERASI DEPAN!”
  • “HENTIKAN MAFIA MERKURI!”
  • “HUKUM BERAT PENGEDAR B3!”

Terdapat pula narasi keras yang menyebut kondisi ini sebagai “genosida perlahan masyarakat Kalteng” akibat paparan logam berat. Poster tersebut juga menyoroti lima sungai besar yang terdampak pencemaran, yaitu Kahayan, Kapuas, Barito, Katingan, dan Mentaya.

Sorotan pada Mafia di Balik Layar

Profesor Sutan menekankan bahwa para penambang kecil di lapangan seringkali hanya menjadi korban dari skema besar yang dikendalikan oleh pihak-pihak tertentu.

Visual dalam poster turut menggambarkan adanya gudang penyimpanan dan distributor merkuri ilegal, lengkap dengan ilustrasi transaksi gelap antara oknum aparat atau cukong dengan pekerja tambang. Di latar belakang, terlihat aktivitas pertambangan yang merusak hutan serta membuang limbah berbahaya ke sungai.

“Ormas dan aktivis harus berani angkat bicara menuntut penegakan hukum terhadap distributor utama, pemilik gudang, dan para mafia yang mengeruk keuntungan di atas penderitaan lingkungan dan kesehatan rakyat,” tegasnya.

Panggilan untuk Semangat Rumah Betang

Profesor Sutan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali menghidupkan semangat persatuan khas Dayak melalui filosofi Rumah Betang sebagai simbol kebersamaan dan kekuatan kolektif.

Menurutnya, diamnya Ormas dan aktivis sama saja dengan membiarkan kerusakan terus terjadi dan membahayakan generasi mendatang.

“Jika Ormas Adat dan para aktivis tetap diam, maka kita sama saja dengan mendiamkan proses genosida perlahan terhadap generasi mendatang. Sungaiku adalah nyawaku, tanaku adalah darahku. Saatnya bangkit, bersatu, dan berteriak: Stop Merkuri Ilegal!” pungkas Prof. Sutan Nasomal.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tadulakonews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasat Binmas Polres Poso Jadi Irup di SMAN 3 Poso, Ajak Siswa Tolak Narkoba dan Perangi Bullying
HUT HUMAS POLRI KE-75, HUMAS POLRES POSO GELAR BAKTI SOSIAL DI DUA PANTI ASUHAN
Kapolsek Poso Pesisir Selatan Gelar Minggu Kasih di Gereja GPID Sion Betelamba, Sampaikan Pesan Kamtibmas dan Bahaya Bullying
Satresnarkoba Polres Poso Amankan Tiga Terduga Pelaku Kasus Sabu, Polisi Sita Timbangan Digital dan 27 Plastik Klip Kosong
Satresnarkoba Polres Poso Amankan Dua Tersangka, 16 Paket Diduga Sabu Disita
Satresnarkoba Polres Poso Amankan Perempuan Terduga Pengedar Sabu di Maranda, Sita Uang Rp18 Juta
Satresnarkoba Polres Poso Amankan Dua Terduga Penyalahguna Sabu di Kasiguncu
Satresnarkoba Polres Poso Amankan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Penyalahgunaan Sabu di Kasiguncu
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:56 WIB

Kasat Binmas Polres Poso Jadi Irup di SMAN 3 Poso, Ajak Siswa Tolak Narkoba dan Perangi Bullying

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:51 WIB

HUT HUMAS POLRI KE-75, HUMAS POLRES POSO GELAR BAKTI SOSIAL DI DUA PANTI ASUHAN

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Kapolsek Poso Pesisir Selatan Gelar Minggu Kasih di Gereja GPID Sion Betelamba, Sampaikan Pesan Kamtibmas dan Bahaya Bullying

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:29 WIB

Satresnarkoba Polres Poso Amankan Tiga Terduga Pelaku Kasus Sabu, Polisi Sita Timbangan Digital dan 27 Plastik Klip Kosong

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Satresnarkoba Polres Poso Amankan Dua Tersangka, 16 Paket Diduga Sabu Disita

Berita Terbaru