Tadulakonews.com – DONGGALA, SULAWESI TENGAH, 18 Oktober 2026 – SMPN SATAP 6 Sojol, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, mendapatkan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp678.004.000. Anggaran tersebut dialokasikan untuk rehabilitasi sejumlah ruangan sekolah serta pengadaan perabot atau mobiler guna menunjang kegiatan belajar mengajar dan pelayanan administrasi sekolah.
Dukungan anggaran ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di SMPN SATAP 6 Sojol. Dengan adanya bantuan tersebut, sekolah diharapkan memiliki lingkungan belajar yang lebih layak, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran bagi para siswa.
Dari total anggaran tersebut, sebesar Rp580.000.000 dialokasikan untuk pekerjaan fisik, yang meliputi rehabilitasi tiga ruang kelas, satu ruang administrasi, satu ruang WC guru, serta satu ruang perpustakaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rehabilitasi tiga ruang kelas menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas fasilitas pembelajaran. Kondisi ruang kelas yang layak diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi siswa dan guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar sehari-hari.
Selain ruang kelas, rehabilitasi ruang administrasi juga menjadi bagian dari program peningkatan sarana sekolah. Ruang administrasi yang memadai diperlukan untuk mendukung pengelolaan dokumen, pelayanan pendidikan, serta berbagai kegiatan operasional sekolah.
Peningkatan fasilitas juga mencakup rehabilitasi satu ruang WC guru dan satu ruang perpustakaan. Keberadaan fasilitas sanitasi yang layak serta perpustakaan yang mendukung kegiatan literasi diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat sekaligus mendorong pengembangan pengetahuan siswa.
Selain pekerjaan fisik, anggaran sebesar Rp53.178.000 dialokasikan untuk pengadaan perabot atau mobiler sekolah. Pengadaan tersebut mencakup 21 pasang meja dan kursi siswa, tiga pasang meja dan kursi guru, tiga pasang meja kerja untuk ruang administrasi, satu pasang meja dan kursi kerja pimpinan, serta empat buah tong sampah.
Pengadaan mobiler ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar sekolah, baik untuk kegiatan pembelajaran di kelas maupun untuk menunjang pekerjaan administrasi. Dengan tersedianya meja dan kursi yang memadai, aktivitas belajar mengajar serta pelayanan sekolah diharapkan dapat berlangsung lebih efektif.

Sementara itu, biaya administrasi untuk perencana dan panitia tercatat sebesar Rp39.031.000. Dengan rincian tersebut, total keseluruhan anggaran program mencapai Rp678.004.000 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Raih Peringkat Pertama TKA Tingkat Kabupaten Donggala
Di tengah dukungan anggaran untuk peningkatan sarana dan prasarana, SMPN SATAP 6 Sojol juga mencatatkan capaian membanggakan di bidang akademik. Pada tahun 2026, sekolah ini meraih peringkat pertama berdasarkan rata-rata nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat Kabupaten Donggala, sebagaimana disampaikan oleh pihak sekolah.
Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri, terutama karena diraih di tengah berbagai keterbatasan fasilitas pendukung pembelajaran. Prestasi ini sekaligus menunjukkan pentingnya upaya bersama dalam menjaga kualitas pendidikan, meskipun sekolah masih menghadapi tantangan dari sisi sarana dan teknologi.
Kepala SMPN SATAP 6 Sojol, I Wayan Suata, S.Pd.H., mengungkapkan bahwa sekolah masih menghadapi keterbatasan jaringan internet. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan yang semakin membutuhkan dukungan teknologi dan akses terhadap informasi digital.
Selain persoalan jaringan internet, ketersediaan perangkat teknologi di sekolah juga masih sangat terbatas. Saat ini, menurut I Wayan Suata, hanya terdapat dua unit laptop yang masih berfungsi dan dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional sekolah.
Keterbatasan perangkat tersebut menjadi perhatian, terutama ketika sekolah harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan administrasi dan pembelajaran berbasis teknologi. Ketersediaan perangkat komputer yang memadai diharapkan dapat membantu guru dan tenaga kependidikan melaksanakan tugas secara lebih optimal.
I Wayan Suata juga menjelaskan bahwa besaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler yang diterima tahun ini dihitung berdasarkan jumlah peserta didik sebanyak 17 siswa. Dengan jumlah peserta didik tersebut, kemampuan sekolah untuk memenuhi kebutuhan sarana pendukung melalui anggaran operasional menjadi terbatas, termasuk dalam pengadaan barang yang masuk kategori belanja modal sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, dukungan anggaran APBN Tahun 2026 menjadi kesempatan penting bagi sekolah untuk memperbaiki fasilitas fisik dan melengkapi perabot yang dibutuhkan. Ia berharap pelaksanaan program tersebut dapat berjalan dengan baik sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh warga sekolah, khususnya siswa dan guru.
Melalui rehabilitasi ruang kelas, ruang administrasi, WC guru, dan perpustakaan, serta pengadaan mobiler, SMPN SATAP 6 Sojol diharapkan semakin mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang layak dan mendukung peningkatan prestasi akademik.
Dukungan terhadap sarana dan prasarana tersebut juga diharapkan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan akses teknologi. Dengan demikian, SMPN SATAP 6 Sojol dapat terus mengembangkan mutu pendidikan dan mempertahankan capaian akademiknya meskipun masih menghadapi keterbatasan jaringan internet dan perangkat pembelajaran.
( Faisal )





