Polsek Lore Selatan Sosialisasikan Bahaya Bullying dan Perkenalkan Salam “Polisi Bersama Masyarakat” di SMAN Desa Gintu

- Penulis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

POSO – Tadulakonews.com – Dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan, Polsek Lore Selatan melaksanakan sosialisasi tentang bahaya bullying atau perundungan serta memperkenalkan salam khas Polri, “Polisi Bersama Masyarakat”. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (15/10/2026) di SMU Negeri Desa Gintu, Kecamatan Lore Selatan, Kabupaten Poso.

Kegiatan ini diikuti sekitar 80 siswa-siswi bersama jajaran guru. Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar mengenai bahaya perundungan, dampak yang ditimbulkan, serta pentingnya membangun hubungan yang harmonis dan saling menghargai di lingkungan sekolah.

Kapolsek Lore Selatan, IPTU I Made Putra Yasa, S.H., bertindak sebagai pemateri utama dalam kegiatan tersebut. Acara dibuka oleh perwakilan Kepala Sekolah, Soleman Landa, S.Pd., yang menyambut baik pelaksanaan sosialisasi sebagai bagian dari upaya membentuk karakter siswa dan mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan pendidikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pemaparannya, IPTU I Made Putra Yasa menjelaskan bahwa bullying merupakan tindakan perundungan yang dapat terjadi dalam berbagai bentuk, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun melalui media elektronik atau cyberbullying. Perilaku tersebut dapat menimbulkan dampak serius bagi korban dan mengganggu proses belajar mengajar di sekolah.

Ia menegaskan bahwa perundungan bukanlah tindakan sepele yang dapat dianggap sebagai candaan biasa. Perilaku seperti memukul, mengejek, memberikan julukan yang merendahkan, mengucilkan teman, hingga menyebarkan foto atau informasi pribadi tanpa izin merupakan tindakan yang dapat merugikan orang lain dan harus dicegah sejak dini.

Kapolsek juga mengingatkan bahwa dampak bullying tidak hanya berupa cedera fisik, tetapi dapat memengaruhi kondisi psikologis korban dalam jangka panjang. Korban dapat mengalami tekanan emosional, kecemasan, kehilangan kepercayaan diri, hingga penurunan prestasi akademik. Oleh karena itu, diperlukan kepedulian bersama untuk mencegah perundungan dan memberikan dukungan kepada korban.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dengan antusiasme para siswa yang mengajukan berbagai pertanyaan. Beberapa hal yang menjadi perhatian pelajar antara lain sanksi hukum bagi pelaku bullying, cara mencegah perundungan, serta langkah yang perlu dilakukan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan tersebut.

Dalam keterangannya, IPTU I Made Putra Yasa menyampaikan bahwa pencegahan bullying harus dimulai dari pemahaman dan kepedulian bersama antara siswa, guru, orang tua, serta seluruh unsur masyarakat. Menurutnya, setiap pihak memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung perkembangan anak.

“Bullying bukan sekadar candaan, melainkan tindakan yang dapat menimbulkan dampak psikologis serius dan memiliki konsekuensi hukum. Melalui sosialisasi ini, kami ingin siswa SMAN Desa Gintu memahami bahwa setiap bentuk perundungan, baik memukul, mengejek dengan julukan buruk, mengucilkan teman, maupun menyebarkan foto tanpa izin di media sosial, merupakan perilaku yang tidak dapat dibenarkan,” ujar IPTU I Made Putra Yasa.

Ia juga mengajak seluruh siswa untuk berani menolak segala bentuk perundungan serta membangun kebiasaan saling menghormati, menghargai perbedaan, dan membantu teman yang membutuhkan pertolongan. Menurutnya, keberanian untuk melaporkan tindakan bullying merupakan langkah penting dalam memutus rantai perundungan di lingkungan sekolah.

Selain memberikan edukasi mengenai bullying, Kapolsek Lore Selatan turut memperkenalkan salam “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai simbol kedekatan dan kemitraan antara kepolisian dengan masyarakat, termasuk kalangan pelajar. Salam tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri serta mendorong komunikasi yang terbuka.

“Salam ‘Polisi Bersama Masyarakat’ yang kami perkenalkan hari ini bukan sekadar slogan, melainkan wujud komitmen kami untuk selalu hadir mendengarkan keluhan dan aspirasi masyarakat, termasuk para pelajar. Kami ingin anak-anak merasa aman dan tidak ragu untuk meminta bantuan apabila menghadapi persoalan,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengimbau para siswa agar tidak berdiam diri apabila mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan. Para siswa diharapkan segera menyampaikan kejadian tersebut kepada guru, orang tua, Bhabinkamtibmas, atau kantor kepolisian terdekat agar dapat ditangani secara tepat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

IPTU I Made Putra Yasa menegaskan bahwa Polsek Lore Selatan siap mendukung upaya pencegahan bullying melalui pendekatan yang mengedepankan edukasi, kepedulian, dan penyelesaian masalah secara bijaksana, dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum terhadap setiap pelanggaran. Sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, dan keluarga dinilai penting untuk memberikan perlindungan kepada para pelajar.

Menutup kegiatan tersebut, Kapolsek Lore Selatan menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah, para guru, dan siswa yang telah berpartisipasi aktif dalam sosialisasi. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran pelajar tentang pentingnya menjaga sikap, menghormati sesama, serta menciptakan suasana belajar yang kondusif.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Polsek Lore Selatan berharap nilai-nilai saling menghargai, kepedulian, dan persaudaraan semakin tumbuh di lingkungan SMU Negeri Desa Gintu. Dengan kerja sama seluruh pihak, sekolah diharapkan menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi setiap siswa untuk belajar, berkembang, dan meraih prestasi.

“Mari kita wujudkan sekolah sebagai tempat belajar yang menyenangkan, bukan tempat yang menakutkan. Polisi adalah sahabat kalian. Mari bergandengan tangan menciptakan Kecamatan Lore Selatan yang aman, kondusif, dan bebas dari kekerasan,” pungkas IPTU I Made Putra Yasa, S.H.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tadulakonews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Tolitoli Gelar RDP Bahas Kondisi Jembatan Gantung Nalu, PUPR Sebut Tak Ada Temuan Audit
Polsek Poso Pesisir Selatan Sosialisasikan Bahaya Narkoba dan Bullying kepada Peserta LDKS SMAN 1
Satresnarkoba Polres Poso Sosialisasikan Bahaya Narkoba kepada Tokoh Agama dan Adat Pamona Bersaudara
Cegah Karhutla di Musim Kemarau, Polsek Pamona Timur Intensifkan Patroli di Wilayah Pegunungan Desa Kancuu
Bupati Berau Imbau Masyarakat Waspada Kabut Asap Karhutla
Pria Hilang, Perahu Ketinting Ditemukan Terbalik di Sungai Long Lanuk Berau
Irjen Rizal Irawan Tiba di Polda Sulteng, Disambut Tradisi Adat Tanah Kaili
432 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Pembukaan Festival Danau Poso 2026
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:55 WIB

DPRD Tolitoli Gelar RDP Bahas Kondisi Jembatan Gantung Nalu, PUPR Sebut Tak Ada Temuan Audit

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Polsek Poso Pesisir Selatan Sosialisasikan Bahaya Narkoba dan Bullying kepada Peserta LDKS SMAN 1

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:42 WIB

Satresnarkoba Polres Poso Sosialisasikan Bahaya Narkoba kepada Tokoh Agama dan Adat Pamona Bersaudara

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:37 WIB

Cegah Karhutla di Musim Kemarau, Polsek Pamona Timur Intensifkan Patroli di Wilayah Pegunungan Desa Kancuu

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:33 WIB

Polsek Lore Selatan Sosialisasikan Bahaya Bullying dan Perkenalkan Salam “Polisi Bersama Masyarakat” di SMAN Desa Gintu

Berita Terbaru