TOLITOLI – Tadulakonews.com – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tolitoli menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta sejumlah mahasiswa pada Kamis, 15 Oktober 2025.
Dalam RDP tersebut, mahasiswa menyoroti kondisi jembatan gantung di Lingkungan Salu, Kelurahan Nalu, Kecamatan Baolan. Mereka meminta penjelasan dari Dinas PUPR terkait kondisi fisik jembatan yang dinilai tidak sesuai harapan.
Mahasiswa juga mempertanyakan kualitas hasil pekerjaan proyek tersebut dan menyampaikan dugaan adanya indikasi korupsi dalam pelaksanaannya. Dugaan itu menjadi salah satu hal yang disoroti dalam forum RDP.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Persoalan kondisi jembatan gantung tersebut sebelumnya turut menjadi perhatian publik setelah beredar unggahan di media sosial. Dalam unggahan itu disebutkan bahwa sejumlah bagian jembatan gantung di Kelurahan Nalu mengalami kerusakan.
RDP yang berlangsung di aula pertemuan DPRD Tolitoli itu dipimpin langsung Wakil Ketua I DPRD Tolitoli, Risman Tenratu Azis, SH. Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas PUPR Tolitoli, Zulkarnain, ST, bersama sejumlah staf serta mahasiswa yang mengikuti aksi.
Dalam penyampaiannya, Zulkarnain menegaskan bahwa secara teknis tidak terdapat permasalahan pada proyek pembangunan jembatan gantung tersebut. Ia menyebut pekerjaan yang dilaksanakan kontraktor telah melalui pemeriksaan oleh tenaga ahli yang berkompeten.
Menurut Zulkarnain, pekerjaan jembatan itu juga telah melalui proses pemeriksaan atau audit oleh lembaga terkait. Ia menegaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan yang dimaksud, tidak terdapat temuan terhadap hasil pekerjaan jembatan gantung tahun 2025.
“Tidak ada temuan hasil pekerjaan jembatan gantung tahun 2025 di sana karena sudah pernah diaudit oleh pemeriksa,” ujar Zulkarnain dalam RDP tersebut.
Ia menjelaskan, apabila ditemukan kerusakan pada bagian tertentu, kondisi itu perlu dilihat berdasarkan waktu dan lingkup pekerjaan yang dilaksanakan. Menurutnya, kerusakan tersebut tidak serta-merta berkaitan dengan pekerjaan tahun 2025.
Zulkarnain mengakui terdapat keretakan pada bagian ujung jembatan. Namun, ia menyebut keretakan itu bukan merupakan hasil pekerjaan tahun 2025, melainkan berkaitan dengan pekerjaan pada tahun sebelumnya.
Ia menambahkan, bagian yang mengalami keretakan tersebut sebelumnya telah diperbaiki kembali oleh pihak kontraktor. Karena itu, menurutnya, perlu dibedakan antara pekerjaan tahun 2025 dan pekerjaan yang dilaksanakan pada periode sebelumnya.
Terkait pembayaran proyek jembatan gantung tahun 2025, Zulkarnain yang didampingi sekretaris dinas mengungkapkan bahwa pembayaran kepada kontraktor baru mencapai sekitar Rp600 juta.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Tolitoli, Risman Tenratu Azis, SH, saat ditemui usai RDP menjelaskan bahwa pihak Dinas PUPR telah memberikan jawaban atas sejumlah pertanyaan dan persoalan yang disampaikan mahasiswa dalam pertemuan tersebut.
Risman membenarkan bahwa proyek pembangunan jembatan gantung di Lingkungan Salu, Kelurahan Nalu, yang dikerjakan pada tahun 2025 telah rampung. Namun, pembayaran kepada kontraktor belum dilakukan secara penuh karena proyek tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan.
“Benar, proyek jembatan gantung Lingkungan Salu, Kelurahan Nalu, yang dikerjakan tahun 2025 sudah rampung. Namun, belum dibayarkan seratus persen kepada kontraktornya karena masih dalam masa pemeliharaan. Setahu kami, baru sekitar Rp600 juta yang dibayarkan,” jelas Risman.
Diketahui, proyek pembangunan jembatan gantung tahun 2025 di Nopi Salu tersebut dikerjakan oleh CV Mulia Raya dengan nilai anggaran sebesar Rp3.174.763.000. Adapun dugaan yang disampaikan mahasiswa serta penjelasan mengenai hasil pemeriksaan proyek tersebut menjadi bagian dari persoalan yang mengemuka dalam RDP DPRD Tolitoli.





