POSO – Tadulakonews.com – Dalam rangka mendukung program strategis nasional percepatan swasembada bawang putih, Kepolisian Resor (Polres) Poso melaksanakan kegiatan Zoom Meeting Penanaman Bawang Putih Serentak yang terhubung dengan 14 wilayah Polda di Indonesia.
Kegiatan tersebut dipusatkan secara virtual dari Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, dan dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., bersama sejumlah pejabat negara.
Di Kabupaten Poso, kegiatan berlangsung pada Rabu (19/8/2026), bertempat di lokasi HPL Badan Bank Tanah, Desa Maholo, Kecamatan Lore Utara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres Poso AKBP Alowisius Londar, S.I.K., hadir langsung memimpin kegiatan bersama Ketua Bhayangkari Cabang Poso Ny. Ivi Londar, jajaran Forkopimda, serta tokoh masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya para petani lokal. Kapolres Poso bersama Ketua Bhayangkari secara simbolis menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Kelompok Tani Sukamakmur, Desa Mekarsari, Kecamatan Lore Timur.
Selain bantuan pertanian, Polres Poso juga membagikan bantuan sembako kepada warga kurang mampu sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
Sebagai wujud implementasi motto “Polri Untuk Masyarakat” dan “Bhayangkari Peduli”, Tim Dokkes Polres Poso turut menggelar bakti sosial kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian obat sesuai keluhan, serta distribusi vitamin kepada warga yang hadir.
Program penanaman bawang putih serentak ini merupakan hasil kolaborasi Polri dan Kementerian Pertanian dengan target lahan seluas 279,5 hektare di 59 Polres seluruh Indonesia dan melibatkan lebih dari 2.000 petani.
Di Sulawesi Tengah, kegiatan difokuskan di tiga kabupaten, termasuk Kabupaten Poso. Penanaman di Poso dilaksanakan di lahan seluas 1 hektare di Desa Maholo dengan menggunakan bibit bawang putih sebanyak 300 kilogram.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan penuh semangat kebersamaan antara aparat pemerintah, petani, serta masyarakat.
Kapolres Poso AKBP Alowisius Londar, S.I.K., mengatakan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk nyata dukungan terhadap ketahanan pangan nasional sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Hari ini kita tidak hanya menanam bawang putih, tetapi kita menanam harapan untuk kemandirian pangan bangsa. Melalui program sinergi dengan Kementerian Pertanian ini, Polri berkomitmen membantu petani meningkatkan produktivitas sehingga ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi,” ujar AKBP Alowisius Londar.
Menurutnya, ketahanan pangan merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas dan keamanan negara. Karena itu, Polri terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung program pemerintah di bidang pertanian.
“Ini adalah bagian dari tugas kami dalam menjaga stabilitas negara, karena pangan yang kuat adalah fondasi keamanan yang kokoh,” tegasnya.
AKBP Alowisius juga menekankan bahwa kegiatan tersebut memiliki aspek humanis melalui pemberian bantuan kesehatan dan sembako kepada masyarakat.
“Keamanan bukan hanya soal menindak kejahatan, tetapi juga soal memastikan masyarakat sejahtera dan sehat. Melalui Bhayangkari dan Tim Dokkes, kami ingin memastikan bahwa kehadiran polisi dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat, mulai dari kesehatan hingga kebutuhan pokok,” pungkasnya.
Ia berharap Kelompok Tani Sukamakmur dan masyarakat Lore Utara dapat memanfaatkan seluruh bantuan yang diberikan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan produktivitas, kualitas hidup, dan perekonomian masyarakat.
“Mari kita jaga kebersamaan ini demi Poso yang aman, damai, dan sejahtera,” tutup Kapolres Poso.





