Gubernur Anwar Hafid Perjuangkan Kepastian Status PPPK Tenaga Kesehatan ke Pemerintah Pusat

- Penulis

Jumat, 4 September 2026 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

PALU – Tadulakonews.com – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menerima langsung ratusan tenaga kesehatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dari berbagai kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah di ruang kerjanya, Kamis (3/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi para tenaga kesehatan untuk menyampaikan aspirasi terkait kepastian status kepegawaian PPPK tenaga kesehatan, PPPK paruh waktu, maupun tenaga honorer.

Para tenaga kesehatan mempertanyakan belum adanya kebijakan yang memberikan kepastian serupa dengan tenaga pendidik PPPK, khususnya terkait peluang pengangkatan PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi aspirasi tersebut, Gubernur Anwar Hafid langsung mengambil langkah cepat dengan menghubungi Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, melalui sambungan telepon di hadapan ratusan tenaga kesehatan yang hadir.

Dalam percakapan tersebut, Anwar Hafid menyampaikan langsung keluhan para tenaga kesehatan Sulawesi Tengah. Ia mempertanyakan mengapa kebijakan kepastian status PPPK telah diberikan kepada tenaga guru, sementara tenaga kesehatan belum memperoleh kepastian yang sama.

Wamenkes Dante Saksono Harbuwono kemudian meminta agar aspirasi tersebut disampaikan secara tertulis untuk diteruskan kepada jajaran terkait di Kementerian Kesehatan dan dikoordinasikan dengan Kementerian PAN-RB.

Anwar Hafid menegaskan dirinya mendukung penuh perjuangan para tenaga kesehatan untuk memperoleh kejelasan mengenai status kepegawaian mereka.

“Saya jujur, ketika pertama kali mendengar pengumuman itu, saya juga bertanya, kok tenaga kesehatan tidak? Padahal kalau kita lihat, dua bidang ini sama-sama prioritas. Peran guru dan tenaga kesehatan sama-sama sangat vital bagi masyarakat,” tegas Anwar Hafid.

Menurutnya, guru memiliki peran besar dalam membangun sumber daya manusia melalui pendidikan, sementara tenaga kesehatan memegang peranan penting dalam menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

“Karena itu saya mendukung sepenuhnya saudara-saudara sekalian untuk mempertanyakan hal ini. Kenapa hanya guru? Seharusnya tenaga kesehatan juga mendapatkan perhatian dan kepastian yang sama,” ujarnya.

Anwar Hafid meminta para tenaga kesehatan segera menyiapkan surat resmi yang memuat aspirasi dan tuntutan mereka. Surat tersebut akan dibawanya langsung dalam agenda kunjungannya ke Jakarta.

“Tadi Pak Wamen sudah menyampaikan agar dibuatkan surat tertulis. Kalau bisa satu atau dua hari ini sudah selesai dan diberikan kepada saya, supaya bisa saya bawa ke Jakarta. Kita akan coba perjuangkan dan komunikasikan dengan kementerian terkait,” katanya.

Ia menegaskan, persoalan tenaga PPPK bukan hal baru baginya. Semasa bertugas sebagai anggota DPR RI, Anwar Hafid mengaku kerap menerima aspirasi dan keluhan dari tenaga PPPK di berbagai daerah.

Karena itu, ia menilai aspirasi ratusan tenaga kesehatan Sulawesi Tengah harus mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.

Menurutnya, jangan sampai terjadi perbedaan perlakuan terhadap dua sektor yang sama-sama memiliki peran strategis dalam pembangunan manusia, yakni pendidikan dan kesehatan.

“Jangan sampai ada yang keliru. Tenaga kesehatan memiliki peran yang sangat strategis dalam pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, apa yang saudara-saudara perjuangkan hari ini, secara pribadi dan sebagai pemerintah daerah, saya mendukung,” pungkasnya.

(Faisal)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tadulakonews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemangku Adat Sulteng Tegaskan Simbol Adat Tak Boleh Dipakai Intervensi Perkara Hukum
Remaja di Nuhon Diduga Mencoba Mengakhiri Hidup, Polisi Lakukan Penanganan Awal
Curi Motor di Halaman Masjid At-Taqwa, Aksi Dua Pelaku Berakhir Gagal
Peringati HUT Kejaksaan RI ke-81, Kejati Sulteng Gelar Donor Darah
Cabjari Tompe Musnahkan Barang Bukti Perkara Inkracht
Kajari Parigi Moutong Terima Audiensi Masyarakat Adat Toribulu dalam Rangka Hari Lahir Kejaksaan RI ke-81
Polres Poso Gelar Ujian Beladiri Polri bagi 80 Personel Calon Peserta UKP Januari 2027
Kejati Sulawesi Tengah Gelar Upacara Hari Lahir Kejaksaan RI Ke-81, Teguhkan Komitmen Penegakan Hukum Berintegritas
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 14:12 WIB

Gubernur Anwar Hafid Perjuangkan Kepastian Status PPPK Tenaga Kesehatan ke Pemerintah Pusat

Kamis, 3 September 2026 - 22:50 WIB

Pemangku Adat Sulteng Tegaskan Simbol Adat Tak Boleh Dipakai Intervensi Perkara Hukum

Kamis, 3 September 2026 - 21:43 WIB

Remaja di Nuhon Diduga Mencoba Mengakhiri Hidup, Polisi Lakukan Penanganan Awal

Kamis, 3 September 2026 - 21:39 WIB

Curi Motor di Halaman Masjid At-Taqwa, Aksi Dua Pelaku Berakhir Gagal

Kamis, 3 September 2026 - 21:33 WIB

Peringati HUT Kejaksaan RI ke-81, Kejati Sulteng Gelar Donor Darah

Berita Terbaru