Gubernur Anwar Hafid Dorong Toili Jadi Percontohan Pertanian Modern di Sulawesi Tengah

- Penulis

Jumat, 11 September 2026 - 00:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

BANGGAI – Tadulakonews.com – Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menghadiri kegiatan Panen Raya Padi dan Tanam Padi dengan metode PM-AAS Provinsi Sulawesi Tengah di kawasan persawahan dataran Toili, Kabupaten Banggai, Kamis, 10 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terhadap peningkatan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, serta percepatan transformasi menuju pertanian modern.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Pertanian Republik Indonesia beserta jajaran di Sulawesi Tengah. Menurutnya, dipilihnya Kabupaten Banggai sebagai lokasi kegiatan memiliki alasan strategis karena kawasan Toili merupakan salah satu sentra pangan utama di Sulawesi Tengah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Banggai ini adalah lumbung pangan Sulawesi Tengah. Karena itu, saya membawa Pak Menteri datang ke Banggai,” ujar Anwar Hafid.

Gubernur mengungkapkan bahwa dirinya secara khusus menemui Menteri Pertanian untuk mengundang sekaligus meyakinkan agar dapat melihat langsung kondisi pertanian di Sulawesi Tengah, khususnya di dataran Toili.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Banggai beserta seluruh jajaran yang mampu mempersiapkan kegiatan tersebut dalam waktu relatif singkat.

“Terima kasih Pak Bupati dan seluruh jajarannya, juga kepada kelompok-kelompok masyarakat yang sudah sejak lama menginisiasi pertemuan ini. Kita tidak membayangkan hari ini Pak Menteri bisa hadir di sini,” ungkapnya.

Menurut Anwar Hafid, kehadiran Menteri Pertanian menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sulawesi Tengah, terlebih karena pemerintah pusat saat ini menunjukkan keberpihakan yang kuat terhadap sektor pertanian dan petani.

Ia menilai sejumlah kebijakan pemerintah telah memberikan kepastian yang lebih baik bagi petani, mulai dari ketersediaan pupuk hingga harga gabah.

“Di zaman beliau inilah pupuk terjamin. Dulu susah pupuk, setengah mati kita mencari. Begitu juga harga gabah, dulu tidak ada standar yang pasti. Terkadang saat panen raya harga turun. Sekarang, Alhamdulillah, petani semakin memiliki kepastian dan semakin semangat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga melaporkan berbagai langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat, khususnya terkait penguatan Brigade Pertanian.

Anwar Hafid menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menyiapkan dukungan alat dan sarana pertanian untuk memperkuat pelayanan kepada petani. Pengelolaannya akan menggunakan pola pinjam pakai agar dapat dimanfaatkan secara luas sekaligus terawat.

“Kita tidak lagi menyalurkan kepada kelompok-kelompok. Kita hanya pinjam pakai. Kalau dirawat, kita simpan terus. Kalau tidak dirawat, kita tarik. Kalau hanya dimanfaatkan satu kelompok dan tidak diberikan kepada yang lain, kita tarik. Jadi kita berharap Brigade ini untuk seluruh petani,” tegasnya.

Gubernur juga menyampaikan harapan agar penguatan Brigade Pertanian dapat diperluas ke wilayah timur Sulawesi Tengah, khususnya dataran Toili yang memiliki hamparan pertanian sangat luas.

Ia berharap dukungan pemerintah pusat dapat memperkuat ketersediaan alat dan mesin pertanian sehingga petani di Sulawesi Tengah mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi beban biaya produksi.

Lebih jauh, Anwar Hafid menegaskan bahwa arah pembangunan pertanian Sulawesi Tengah harus bergerak menuju sistem pertanian modern yang berbasis teknologi, mekanisasi, dan peningkatan produktivitas.

“Kami sangat merindukan, sesuai dengan cita-cita Pak Menteri, bahwa pertanian sekarang harus modern. Insyaallah, mudah-mudahan Sulawesi Tengah menjadi salah satu daerah percontohan untuk pertanian modern,” ujarnya.

Gubernur menyebut target peningkatan produktivitas hingga 10 ton gabah per hektare sebagai salah satu upaya penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

“Pokoknya kita usahakan 10 ton satu hektare, karena hanya dengan cara itu petani kita akan sejahtera,” kata Anwar Hafid.

Menurutnya, pembangunan pertanian tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan kerja bersama antara pemerintah pusat dan daerah serta partisipasi aktif masyarakat.

Kegiatan Panen Raya Padi dan Tanam Padi dengan metode PM-AAS tersebut sekaligus menjadi simbol optimisme terhadap masa depan ketahanan pangan Sulawesi Tengah. Hamparan persawahan Toili diharapkan tidak hanya menjadi sentra produksi pangan, tetapi juga berkembang sebagai kawasan percontohan penerapan teknologi dan mekanisasi pertanian.

Kehadiran pemerintah pusat di dataran Toili diharapkan semakin memperkuat langkah Sulawesi Tengah dalam membangun sektor pertanian yang produktif, modern, dan berkelanjutan.

Dengan dukungan sarana pertanian, kepastian pupuk dan harga hasil produksi, serta peningkatan produktivitas, sektor pertanian di Sulawesi Tengah diharapkan semakin mampu menjadi fondasi kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P.; Bupati Banggai; Wakil Bupati Banggai; para pejabat di lingkungan Kementerian Pertanian; Ketua DPRD Kabupaten Banggai; para Kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah; Forkopimda Kabupaten Banggai; Dinas Pertanian; para camat; para kepala desa; para penyuluh pertanian; kelompok tani; serta para petani dan masyarakat di dataran Toili.

Biro Administrasi Pimpinan

(Faisal)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tadulakonews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Poso Tahan Dua Perempuan Tersangka Kasus Narkotika di Tambarana
Tim Tabur Kejati Sulteng dan Kejagung Amankan DPO Terpidana Korupsi Pengadaan Tanah
Wagub Sulteng Ajak Pelaku Usaha Segera Beradaptasi dengan e-Katalog V6
Polda Sulteng Diminta Tuntas Usut PETI Buol, Warga Soroti Excavator yang Diduga Masih Lolos
Polres Poso Edukasi Mahasiswa Universitas Kristen Tentena tentang Bahaya Narkoba
Warga Watusongu Ditemukan Meninggal di Sungai Bongka Saat Memanah Ikan
Lintas Instansi Perkuat Kolaborasi Tangkal Hoaks Melalui Klinik Hoaks
PN Palu Tolak Praperadilan RA Terkait Penetapan Tersangka Kasus ITE
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 00:13 WIB

Gubernur Anwar Hafid Dorong Toili Jadi Percontohan Pertanian Modern di Sulawesi Tengah

Kamis, 10 September 2026 - 20:17 WIB

Polres Poso Tahan Dua Perempuan Tersangka Kasus Narkotika di Tambarana

Kamis, 10 September 2026 - 20:09 WIB

Tim Tabur Kejati Sulteng dan Kejagung Amankan DPO Terpidana Korupsi Pengadaan Tanah

Kamis, 10 September 2026 - 15:01 WIB

Wagub Sulteng Ajak Pelaku Usaha Segera Beradaptasi dengan e-Katalog V6

Kamis, 10 September 2026 - 11:31 WIB

Polda Sulteng Diminta Tuntas Usut PETI Buol, Warga Soroti Excavator yang Diduga Masih Lolos

Berita Terbaru