
TOUNA – Tadulakonews.com – Seorang warga Desa Watusongu, Kecamatan Ulubongka, Kabupaten Tojo Una-Una, Ajir Maya (41), ditemukan meninggal dunia di Sungai Bongka, Rabu (9/9/2026) pagi. Korban diduga mengalami kehabisan napas saat menyelam untuk memanah ikan.
Kapolsek Ulubongka Iptu Muhajir Wonti mengatakan, sebelum kejadian korban berpamitan kepada istrinya sekitar pukul 07.00 WITA untuk pergi memanah ikan bersama sejumlah warga di Sungai Bongka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Korban bersama rekan-rekannya pergi memanah ikan di Sungai Planos, Sungai Bongka. Diduga korban kehabisan napas saat menyelam,” kata Iptu Muhajir.
Sekitar pukul 08.30 WITA, seorang motoris katinting bernama Arlens Ranja yang melintas di lokasi melihat sesosok tubuh terapung di sungai dalam kondisi kaku.
Arlens kemudian memberitahukan temuan tersebut kepada warga yang berada di sekitar sungai. Warga selanjutnya mengevakuasi korban ke pinggir sungai.
Setelah dievakuasi, korban kemudian dibawa ke Puskesmas Watusongu untuk mendapatkan pemeriksaan medis.
“Sekitar pukul 09.00 WITA, korban dibawa ke Puskesmas Watusongu. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap nadi dan pupil, korban dinyatakan telah meninggal dunia,” jelasnya.
Usai pemeriksaan, jenazah korban dibawa pihak keluarga ke rumah untuk disemayamkan sebelum dimakamkan.
Rencananya, korban dimakamkan pada Rabu sore sekitar pukul 15.30 WITA setelah salat Ashar di pemakaman umum Desa Watusongu.
Kapolsek Ulubongka menambahkan, berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan asam lambung.
Pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut dan menyatakan tidak akan menuntut pihak mana pun atas meninggalnya korban.
“Keluarga korban telah ikhlas atas kematian korban dan menandatangani berita acara penolakan otopsi,” ujar Iptu Muhajir.
Ia menyebutkan, korban bernama Ajir Maya, lahir di Mire pada 30 September 1984. Korban sehari-hari berprofesi sebagai petani dan berdomisili di Desa Watusongu, Kecamatan Ulubongka.
Polsek Ulubongka bersama pihak terkait telah melakukan penanganan awal terhadap kejadian tersebut, termasuk memastikan proses evakuasi dan pemeriksaan korban.
Setelah seluruh proses penanganan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan sesuai rencana.
Kejadian tersebut menjadi perhatian warga setempat, khususnya mereka yang melakukan aktivitas memanah ikan di sungai, untuk lebih memperhatikan kondisi keselamatan saat berada di dalam air.




