FKUB Sulteng dan Untad Perkuat Kolaborasi Cegah Narkoba di Kalangan Generasi Muda

- Penulis

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Tadulakonews.com – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah bersama Pusat Studi Kepolisian Universitas Tadulako (Untad) memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Universitas Tadulako, Kamis, 11 Juni 2026.

FGD tersebut mempertemukan unsur akademisi, aparat penegak hukum, serta tokoh-tokoh lintas agama untuk membahas strategi bersama menghadapi ancaman peredaran narkotika yang semakin mengkhawatirkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua FKUB Sulawesi Tengah, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag., hadir sebagai narasumber dengan membawakan materi berjudul Peran Tokoh Agama dalam Penguatan Nilai Keagamaan: Strategi Kolaboratif Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam pemaparannya, Prof. Zainal Abidin menegaskan bahwa seluruh agama yang diakui di Indonesia memiliki pandangan yang sama dalam menolak penyalahgunaan narkotika.

Menurutnya, perbedaan ajaran teologis tidak menjadi penghalang bagi para pemuka agama untuk bersatu dalam melindungi generasi muda melalui penguatan nilai-nilai keagamaan.

Ia menjelaskan bahwa setiap agama memiliki landasan moral yang kuat dalam menentang narkoba. Dalam Islam dikenal konsep Hifz al-Aql atau menjaga akal, sementara Kristen dan Katolik mengajarkan bahwa tubuh manusia adalah Bait Allah yang harus dijaga kesuciannya.

Dalam ajaran Buddha, penolakan terhadap narkoba tercermin dalam sila kelima yang melarang penggunaan zat yang menyebabkan kelengahan atau kehilangan kesadaran (Pamadatthana).

Sementara itu, ajaran Khonghucu menekankan nilai Laku Bakti (Xiao Jing), yang mengajarkan bahwa tubuh merupakan warisan leluhur yang tidak boleh dirusak, termasuk oleh penyalahgunaan narkoba.

Prof. Zainal menegaskan bahwa narkoba bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga merupakan ancaman serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas.

“Narkoba bukan sekadar pelanggaran hukum semata. Ini adalah bentuk pengkhianatan mutlak terhadap eksistensi spiritual dan rancangan Tuhan atas kemanusiaan,” tegasnya di hadapan peserta FGD.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Menurutnya, rumah ibadah dapat menjadi garda terdepan dalam melakukan deteksi dini dan membangun ketahanan moral masyarakat terhadap ancaman narkoba.

Dalam sesi diskusi, Prof. Zainal menawarkan beberapa rekomendasi strategis, di antaranya penyusunan model khutbah lintas agama yang terstandarisasi bersama BNN untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap jenis-jenis narkoba baru.

Ia juga mengusulkan pelatihan konseling adiksi bagi takmir masjid, pendeta, biksu, serta rohaniawan dari berbagai agama agar mampu memberikan pendampingan awal kepada masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, ia mendorong lahirnya program Rumah Ibadah Bersih Narkoba di wilayah-wilayah rawan, serta pembentukan posko layanan konseling yang terintegrasi dan bersinergi dengan FKUB.

FGD yang dipandu oleh Drs. Tasrif Siaraini tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber lain, di antaranya perwakilan Kapolda Sulawesi Tengah melalui Dirresnarkoba Polda Sulteng Kombes Pol Pribadi Sembiring serta Rektor Universitas Tadulako Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU, ASEAN Eng.

Kepala Posko Pusat Studi Kepolisian Untad yang juga menjabat sebagai Dirbinmas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Dr. Sirajuddin Ramly, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun pemahaman bersama, memperkuat komitmen lintas sektor, dan mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya pemberantasan narkoba.

Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, perguruan tinggi, tokoh agama, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam melindungi masa depan generasi muda Sulawesi Tengah.

Melalui FGD tersebut, seluruh peserta, termasuk jajaran Polda Sulawesi Tengah dan Universitas Tadulako, menyatakan komitmen bersama untuk memperkuat langkah pencegahan dan pemberantasan narkoba demi menyongsong terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tadulakonews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Morowali Utara Ungkap Kasus Narkoba, Sita 676,22 Gram Sabu Sepanjang Januari hingga Oktober 2026
Operasi Sarang Narkoba di Poso, Enam Orang Terduga Diamankan Bersama 11 Paket Sabu
Karhutla di Watu Bula Poso Hanguskan 300 Hektare, Puluhan Titik Api Masih Menyala
Revitalisasi SDN 19 Sirenja Rampung 100 Persen, Didukung Anggaran APBN Rp1,04 Miliar
Gubernur Anwar Hafid Hadiri Upacara HUTDA ke-27 Kabupaten Buol, Perkuat Semangat Kebersamaan dan Pelestarian Budaya
Pembangunan Mes Pemda Banggai Tahap II di Palu Telan Anggaran Rp3,76 Miliar
Usia 27 Tahun Kabupaten Buol, PETI di Kawasan Hutan Bodi Kembali Disorot: Pengawasan Dipertanyakan
PNM Cabang Palu Gelar PKU Akbar di Tolitoli, Dorong UMKM Cakap Digital Sekaligus Serahkan Reward Wisata Religi Umrah kepada Nasabah
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Polres Morowali Utara Ungkap Kasus Narkoba, Sita 676,22 Gram Sabu Sepanjang Januari hingga Oktober 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Operasi Sarang Narkoba di Poso, Enam Orang Terduga Diamankan Bersama 11 Paket Sabu

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Karhutla di Watu Bula Poso Hanguskan 300 Hektare, Puluhan Titik Api Masih Menyala

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Revitalisasi SDN 19 Sirenja Rampung 100 Persen, Didukung Anggaran APBN Rp1,04 Miliar

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Gubernur Anwar Hafid Hadiri Upacara HUTDA ke-27 Kabupaten Buol, Perkuat Semangat Kebersamaan dan Pelestarian Budaya

Berita Terbaru