
Tadulakonews.com – Donggala, Sulawesi Tengah, 11 Oktober 2026 – Program bantuan pemerintah melalui revitalisasi SMP Negeri 2 Sindue Tobata, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, terus menunjukkan progres positif. Hingga saat ini, pelaksanaan pembangunan telah mencapai sekitar 70 persen dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan bagi peserta didik.
Program revitalisasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, melalui Direktorat Sekolah Menengah Pertama, dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembangunan tersebut dilaksanakan melalui skema bantuan pemerintah Program Revitalisasi Sekolah dengan melibatkan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) sebagai pelaksana kegiatan di SMP Negeri 2 Sindue Tobata.
Program ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp1.284.000.000. Anggaran tersebut dialokasikan untuk mendukung pembangunan dan peningkatan fasilitas sekolah demi terciptanya lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan nyaman.
Adapun pekerjaan revitalisasi meliputi pembangunan lima ruang kelas atau lima rombongan belajar (rombel), laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), laboratorium Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), serta ruang administrasi untuk menunjang kelancaran kegiatan pendidikan dan pelayanan sekolah.
Selain itu, pembangunan juga mencakup ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), fasilitas toilet atau WC, serta penataan lingkungan sekolah. Seluruh komponen pekerjaan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar warga sekolah sekaligus mendukung aktivitas belajar mengajar yang lebih efektif.
Salah satu bagian yang menjadi perhatian penting dalam pembangunan kali ini adalah pengadaan sumber air bersih melalui pembangunan sumur bor. Fasilitas tersebut menjadi harapan besar bagi pihak sekolah karena ketersediaan air merupakan kebutuhan mendasar untuk menunjang kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan lingkungan pendidikan.
Kepala SMP Negeri 2 Sindue Tobata, Herda, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya program revitalisasi tersebut. Menurutnya, pembangunan ini membawa harapan baru bagi sekolah, terutama dalam memenuhi kebutuhan fasilitas yang selama ini belum tersedia secara memadai.
“Alhamdulillah, lillah. Setelah 20 tahun sekolah ini berdiri, akhirnya kami bisa menikmati sumber air melalui pembangunan sumur bor. Ini merupakan kebahagiaan dan rasa syukur yang luar biasa bagi kami, karena air sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah,” ungkap Herda, S.Pd.

Ia menjelaskan bahwa ketersediaan air bersih sangat penting untuk mendukung sanitasi sekolah, menjaga kebersihan ruang belajar, serta memenuhi kebutuhan peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan. Dengan adanya fasilitas sumur bor, diharapkan kebutuhan air di lingkungan SMP Negeri 2 Sindue Tobata dapat terpenuhi dengan lebih baik.
Menurutnya, revitalisasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih sehat dan mendukung proses pembelajaran. Fasilitas yang memadai akan memberikan kenyamanan bagi peserta didik sekaligus menunjang pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara optimal.
Hingga Oktober 2026, progres pekerjaan revitalisasi SMP Negeri 2 Sindue Tobata dilaporkan telah mencapai sekitar 70 persen. Capaian tersebut menjadi perkembangan positif dalam pelaksanaan pembangunan yang melibatkan P2SP, dengan tetap memperhatikan tahapan pekerjaan dan target penyelesaian sesuai rencana kegiatan.
Berdasarkan rencana pelaksanaan, kegiatan revitalisasi ini memiliki jangka waktu 120 hari kalender, dimulai pada Agustus hingga Desember 2026. Dalam periode tersebut, seluruh pekerjaan diharapkan dapat diselesaikan sesuai jadwal dengan tetap mengutamakan kualitas bangunan, ketepatan penggunaan anggaran, serta kesesuaian dengan ketentuan teknis yang berlaku.
Pelaksanaan program ini juga diharapkan dapat berjalan secara transparan dan akuntabel, mulai dari proses pembangunan hingga penyelesaian setiap item pekerjaan. Pengawasan dan koordinasi antara panitia pelaksana, pihak sekolah, serta pihak terkait menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi satuan pendidikan.
Bagi SMP Negeri 2 Sindue Tobata, program revitalisasi ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Kehadiran ruang kelas, laboratorium, ruang administrasi, ruang UKS, fasilitas WC, penataan lingkungan, dan sumber air bersih diharapkan dapat menciptakan suasana sekolah yang semakin representatif bagi seluruh warga sekolah.
Pihak sekolah berharap pembangunan tersebut dapat memberikan dampak positif dalam jangka panjang, baik terhadap kenyamanan belajar peserta didik maupun peningkatan kualitas kegiatan pendidikan. Dukungan pemerintah melalui program revitalisasi ini dinilai sebagai wujud perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur sekolah, termasuk satuan pendidikan yang membutuhkan peningkatan fasilitas dasar.
Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 70 persen, SMP Negeri 2 Sindue Tobata optimistis bahwa program revitalisasi ini akan membawa perubahan berarti bagi sekolah dan masyarakat sekitar. Rasa syukur atas hadirnya sumber air bersih setelah 20 tahun sekolah berdiri menjadi salah satu gambaran nyata tentang pentingnya pemerataan pembangunan pendidikan hingga ke daerah.
Melalui program revitalisasi yang didanai APBN Tahun Anggaran 2026 ini, SMP Negeri 2 Sindue Tobata diharapkan semakin siap menyediakan lingkungan pendidikan yang layak, sehat, dan berkualitas. Semangat pembangunan tersebut menjadi harapan bersama agar peserta didik memperoleh fasilitas yang lebih baik untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih cerah.
( Faisal )




