POSO – Tadulakonews.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kecamatan Lore Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Kebakaran tersebut melanda kawasan padang pegunungan dan hutan di Watu Bula (Batu Putih), Desa Pada, pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 13.30 WITA.
Berdasarkan pendataan sementara, kebakaran telah menghanguskan area seluas kurang lebih 300 hektare. Hingga malam hari, api masih menyala di sekitar 45 titik akibat kondisi cuaca kemarau yang panas serta hembusan angin kencang.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Lore Selatan yang dipimpin Kanit Binmas Aipda Viktor R. Timbani bersama tiga anggota lainnya segera bergerak menuju lokasi kebakaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim gabungan tersebut turut didampingi petugas Dinas Kehutanan dan masyarakat setempat. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WITA untuk melakukan pemantauan sekaligus upaya pemadaman api.
Lokasi kebakaran berada pada koordinat -1.8923731, 120.3495323. Namun, proses pemadaman menghadapi berbagai kendala karena medan yang terjal dan sulit dijangkau, serta minimnya sumber air di sekitar lokasi.
Jarak lokasi kebakaran dari permukiman terdekat diperkirakan mencapai 25 kilometer jika ditempuh dengan berjalan kaki. Kondisi tersebut menyulitkan mobilisasi personel maupun pengangkutan peralatan pemadaman ke titik api.
Keterbatasan sarana dan prasarana juga menjadi tantangan tersendiri. Dalam upaya pemadaman manual, petugas bersama warga hanya mengandalkan peralatan sederhana berupa parang, ranting, dan ember.
Hingga laporan ini disusun, personel Polri, petugas kehutanan, dan masyarakat masih bertahan di lokasi untuk berupaya mengendalikan api serta mencegah kebakaran meluas ke kawasan permukiman maupun hutan lindung di sekitarnya.
Kapolsek Lore Selatan IPTU I Made Putrayasa, S.H., mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi dan melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait guna mengendalikan kebakaran.
Ia menyampaikan keprihatinannya atas kebakaran yang telah meluas hingga sekitar 300 hektare tersebut. Menurutnya, kejadian itu berpotensi menimbulkan kerusakan ekosistem dan mengancam keberadaan satwa liar di kawasan terdampak.
Kapolsek menjelaskan, sulitnya akses menuju lokasi dan terbatasnya sumber air menjadi kendala utama dalam proses pemadaman. Meski demikian, kerja sama antara personel kepolisian, petugas kehutanan, dan warga Desa Pada terus dilakukan untuk menekan penyebaran api.
Selain penanganan di lapangan, IPTU I Made Putrayasa juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau yang disebut telah berlangsung selama empat bulan terakhir.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Petugas masih mendalami kemungkinan adanya kelalaian manusia, aktivitas pembakaran lahan, maupun faktor alam yang memicu munculnya api.
Masyarakat Kecamatan Lore Selatan dan wilayah sekitarnya diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara terbuka. Kondisi vegetasi yang mengering, cuaca panas, serta angin kencang dapat menyebabkan api cepat menyebar dan sulit dikendalikan.
Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan serta menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan api di kawasan hutan dan padang ilalang. Langkah pencegahan tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko kebakaran yang lebih luas.
Kapolsek menambahkan, risiko perluasan kebakaran masih tinggi karena belum terlihat tanda-tanda turunnya hujan. Untuk itu, Bhabinkamtibmas akan terus meningkatkan sosialisasi kepada para petani dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan dan lahan.
Ia menegaskan, apabila ditemukan unsur kesengajaan atau kelalaian yang membahayakan orang lain, pihak kepolisian akan mengambil tindakan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Masyarakat pun diharapkan berperan aktif menjaga lingkungan agar kebakaran tidak kembali meluas.
IPTU I Made Putrayasa mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan dan lahan di Kabupaten Poso serta meningkatkan kepedulian terhadap potensi karhutla, terutama selama musim kemarau. Upaya pencegahan dan kerja sama seluruh pihak diharapkan dapat meminimalkan dampak kebakaran terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat.





