
Tadulakonews.com – Jumat, 20 Maret 2026, telah diselenggarakan Festival Takbir Keliling di Kelurahan Muara Kelingi, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan ini menjadi momen kebersamaan dalam menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Festival ini diselenggarakan oleh Karang Taruna (HIPAMAH) dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Kapolsek Muara Kelingi, Koramil Muara Kelingi, DPRD Kabupaten Musi Rawas, instansi terkait, pemerintah kecamatan dan kelurahan, tim kesehatan, pemangku adat, serta tokoh masyarakat setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua pelaksana kegiatan, Bapak Barzan, bekerja sama dengan pemerintah kecamatan yang diwakili oleh Bapak Andika selaku Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Muara Kelingi, turut berperan aktif dalam menyukseskan acara ini.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Lurah Muara Kelingi, Bapak Andriadi, S.Ak, serta Kapolsek Muara Kelingi, IPTU Nur Hendra, SH., MH., yang memberikan dukungan penuh terhadap jalannya acara.
Dari pihak Koramil Muara Kelingi, kegiatan ini diwakili oleh Bapak Samer, yang turut memastikan keamanan dan ketertiban selama festival berlangsung.
Dukungan juga datang dari DPRD Kabupaten Musi Rawas, yaitu Bapak Yani Yandika dari Partai Gerindra, yang turut mensponsori kegiatan tersebut.
Acara ini juga dihadiri oleh tim investigasi nasional dari Info86news.com yang diwakili oleh Bapak Zainal Musirawas, serta tim kesehatan dari Kecamatan Muara Kelingi yang dipimpin oleh Bapak Bayu Purwoko.
Selain itu, kegiatan ini mendapatkan dukungan dari pelaku usaha lokal seperti Kedai Kelingi Kangen, yang ikut berpartisipasi dalam menyemarakkan acara.
Pemangku adat setempat, yaitu Bapak H. Abasuni Ali dan Bapak H. Supariyo, juga turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi dan budaya lokal.
Festival Takbir Keliling merupakan tradisi umat Islam di Indonesia yang dilakukan pada malam Hari Raya Idulfitri atau Iduladha sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.
Kegiatan ini biasanya dikemas dalam bentuk pawai atau karnaval yang menggabungkan nilai religius dengan kreativitas seni masyarakat.
Peserta festival menampilkan berbagai atraksi menarik, seperti kostum unik, mobil hias, replika masjid, hingga iringan musik perkusi atau marching band yang meriah.
Rute pawai dimulai dari Podak Raya Desa Mandi Aur, melewati Jalan Lintas Lubuklinggau–Palembang, dan berakhir di Simpang Tiga Alun-Alun Kelurahan Muara Kelingi.
Peserta berasal dari berbagai desa dan kelurahan di Kecamatan Muara Kelingi, dengan perwakilan minimal satu tim dari setiap masjid atau mushola.
Salah satu peserta, Masjid Al Amin, menampilkan gema takbir yang penuh semangat serta kreativitas warga yang memukau.
Festival ini tidak hanya menjadi sarana ibadah dan syiar Islam, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat melalui kehadiran pelaku UMKM di sekitar lokasi kegiatan.
Secara hukum dalam Islam, takbir keliling diperbolehkan (mubah) sebagai bentuk syiar, dengan catatan tetap menjaga ketertiban umum serta tidak menggunakan sistem suara secara berlebihan yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.

