
Tadulakonews.com – LORE BARAT – Dalam upaya melindungi generasi muda dari tindak kekerasan dan perundungan, Polsek Lore Selatan menggelar sosialisasi pencegahan bullying serta pembentukan karakter sejak usia dini di SDN Desa Tomehipi, Kecamatan Lore Barat, Senin (8/6/2026) pagi.
Kegiatan edukasi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Lore Selatan, IPTU I Made Putra Yasa, S.H., didampingi Bhabinkamtibmas Desa Tomehipi, Aipda Lorens Patunde.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai bahaya perundungan sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter positif sejak dini.
Dalam pemaparannya, IPTU I Made Putra Yasa menjelaskan pengertian bullying, bentuk-bentuk perundungan, lokasi yang sering menjadi tempat terjadinya bullying, hingga dampak hukum yang dapat diterima oleh pelaku.
Menurutnya, bullying dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari kekerasan fisik seperti memukul dan menjambak, kekerasan verbal berupa ejekan atau pemberian julukan buruk, hingga perundungan sosial dengan cara mengucilkan seseorang dari lingkungan pertemanan.
Ia menegaskan bahwa tindakan perundungan tidak boleh dianggap sebagai hal biasa karena dapat menimbulkan dampak yang sangat serius bagi korban.
Dampak tersebut antara lain menurunnya prestasi belajar, hilangnya rasa percaya diri, keinginan untuk pindah sekolah, hingga gangguan kesehatan mental yang dapat berujung pada depresi.
“Bullying bisa berupa fisik seperti memukul atau menjambak, lisan seperti memberi julukan buruk atau memanggil nama orang tua, hingga sosial seperti mengajak teman lain untuk mengucilkan seseorang. Dampaknya sangat serius dan ada konsekuensi hukum bagi siapa saja yang melakukan perundungan,” jelas IPTU I Made Putra Yasa.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif saat sesi tanya jawab dibuka. Para siswa tampak antusias menyampaikan pertanyaan terkait cara menghadapi bullying dan langkah yang harus dilakukan ketika melihat teman menjadi korban perundungan.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Kapolsek mengimbau para siswa untuk tidak membalas tindakan bullying dengan kekerasan karena hanya akan memperburuk keadaan.
Ia meminta para siswa segera melaporkan setiap tindakan perundungan kepada wali kelas atau guru agar dapat ditangani secara tepat dan diberikan pembinaan yang mendidik kepada pelaku.
Selain itu, siswa juga diajak untuk menjadi penengah dan tidak membiarkan teman mereka menjadi korban bullying tanpa mendapatkan bantuan.
Di sela kegiatan, personel Polsek Lore Selatan turut menyampaikan pentingnya membangun karakter positif melalui sikap disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan memiliki rasa empati terhadap sesama.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 09.00 WITA tersebut mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Kepala SDN Tomehipi, Novianti Wengkau, S.Pd.Gr., bersama dewan guru, Ketua Remaja Klasis Bada Romel R. Timbalau, S.Pd., M.Pd., serta para orang tua siswa menyampaikan apresiasi atas kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan.
Menanggapi kegiatan tersebut, Kasi Humas Polres Poso, AKP Rianto Hilian, menegaskan dukungan penuh Polres Poso terhadap langkah preventif dan edukatif yang dilakukan Polsek Lore Selatan. Ia berharap melalui sosialisasi ini tercipta lingkungan sekolah yang aman, bebas dari bullying, serta lahir generasi muda yang berkarakter kuat, berempati, taat hukum, dan mampu menjadi penerus bangsa yang berkualitas.

