Profil dan Perjalanan Karier Listyo Sigit Prabowo: Dari Ajudan Jokowi hingga Terseret Kasus Dugaan Penyadapan

- Penulis

Kamis, 5 November 2026 - 12:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Tadulakonews.com – Nama Listyo Sigit Prabowo kembali menjadi sorotan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pihak lainnya pada Selasa, 3 November 2026.

Sebelum terseret perkara tersebut, Listyo dikenal sebagai mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan kepolisian. Setelah tidak lagi menjabat Kapolri, ia dipercaya mengemban tugas sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Perjalanan karier Listyo dimulai setelah dirinya menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) pada 1991. Berikut kilas balik perjalanan kariernya, mulai dari awal bertugas hingga menghadapi kasus hukum yang kini menjeratnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Awal Karier Listyo Sigit di Kepolisian

Listyo Sigit Prabowo lahir di Ambon, Maluku, pada 5 Mei 1969. Ia merupakan lulusan Akpol 1991 yang kemudian memulai kariernya di sejumlah satuan kepolisian.

Pada awal pengabdiannya, Listyo pernah menjabat sebagai Kapolsek Duren Sawit pada 1999, kemudian Kapolsek Tambora pada 2003.

Kariernya berlanjut ke wilayah Jawa Tengah. Pada 2011, ia dipercaya menjabat sebagai Kapolresta Surakarta. Setahun kemudian, tepatnya pada 2012, ia mendapat penugasan di Bareskrim Polri.

Pernah Jadi Ajudan Jokowi hingga Menjabat Kapolri

Pada 2014, Listyo mendapat penugasan sebagai ajudan Presiden Joko Widodo. Dua tahun berselang, ia dipercaya menduduki jabatan Kapolda Banten pada 2016.

Kariernya di tingkat pusat terus berkembang. Pada 2018, Listyo menjabat sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri. Setahun kemudian, ia ditunjuk menjadi Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.

Puncak kariernya di institusi kepolisian terjadi pada 27 Januari 2021. Saat itu, Presiden Joko Widodo melantik Listyo sebagai Kapolri untuk menggantikan Jenderal Idham Azis.

Setelah menjabat sekitar lima tahun delapan bulan, Listyo digantikan oleh Komjen Suyudi Ario Seto pada 1 Oktober 2026. Pada tanggal yang sama, ia diangkat menjadi Kepala Staf Kepresidenan.

Kini Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Presiden

Perjalanan karier Listyo kembali menjadi perhatian publik setelah Bareskrim Polri menetapkannya sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyadapan ilegal, penghapusan data elektronik, dan akses ilegal.

Penetapan tersangka tersebut diumumkan dalam konferensi pers di Mabes Polri pada Selasa, 3 November 2026. Dalam perkara ini, Listyo ditetapkan sebagai tersangka bersama dua perwira tinggi lainnya yang masing-masing berinisial ASN dan EH.

Kabareskrim Komjen Asep Safrudin menyampaikan bahwa dugaan penyadapan tersebut berlangsung dalam kurun waktu 2025 hingga 2026. Sejumlah nomor telepon diduga dimasukkan ke dalam sistem LIMS tanpa melalui proses verifikasi dan tanpa berkaitan dengan kepentingan penegakan hukum.

Menurut keterangan penyidik, pihak-pihak yang diduga menjadi sasaran penyadapan mencakup Presiden, pejabat negara, tokoh politik, media, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga kalangan pengusaha.

Selain dugaan penyadapan, polisi juga mengungkap adanya dugaan penghapusan berkas hasil penyadapan pada Oktober 2026.

Hingga kini, perkara tersebut masih dalam tahap penyidikan. Seluruh dugaan tindak pidana yang disangkakan kepada para tersangka tetap harus dibuktikan melalui proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tadulakonews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nusron Wahid Datangi KPK, Jalani Pemeriksaan Kasus Dugaan Suap HGB Summarecon di Bogor
BPJN Sulawesi Tengah Laksanakan Pembersihan Tanaman di Ruas Jalan Buol–Lakuan untuk Jaga Keselamatan dan Kenyamanan Pengguna Jalan
Polres Poso Hadirkan Program Poliran, Fasilitasi Lulusan Pelatihan Terhubung dengan Dunia Usaha dan UMKM
Mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
Dugaan Penyadapan Pejabat Negara, Pengamat Desak Kapolri Ungkap Identitas Jenderal Bintang Empat
Mantan Bupati Pati Sudewo Divonis 8 Tahun 6 Bulan Penjara dalam Kasus Korupsi
Sudewo Ajukan Banding atas Vonis 8,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi
58 WNI Jadi Korban TPPO Modus Perekrutan Tentara Bayaran di Rusia, 13 Orang Ditetapkan Tersangka
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 12:26 WIB

Profil dan Perjalanan Karier Listyo Sigit Prabowo: Dari Ajudan Jokowi hingga Terseret Kasus Dugaan Penyadapan

Kamis, 5 November 2026 - 12:20 WIB

Nusron Wahid Datangi KPK, Jalani Pemeriksaan Kasus Dugaan Suap HGB Summarecon di Bogor

Kamis, 5 November 2026 - 12:09 WIB

BPJN Sulawesi Tengah Laksanakan Pembersihan Tanaman di Ruas Jalan Buol–Lakuan untuk Jaga Keselamatan dan Kenyamanan Pengguna Jalan

Kamis, 5 November 2026 - 11:39 WIB

Polres Poso Hadirkan Program Poliran, Fasilitasi Lulusan Pelatihan Terhubung dengan Dunia Usaha dan UMKM

Kamis, 5 November 2026 - 10:35 WIB

Mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden

Berita Terbaru