
POSO – Tadulakonews.com – Kepolisian Resor (Polres) Poso kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap persoalan sosial dan ekonomi masyarakat melalui program prioritas Kapolri, yakni Polisi Peduli Pengangguran (Poliran).
Program ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian Polri dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam membantu membuka peluang kerja bagi warga yang belum memiliki pekerjaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai bentuk implementasi program tersebut, Polres Poso menggelar kegiatan tatap muka bersama peserta pelatihan pada Kamis pagi (5/11/2026), bertempat di Loka Latihan Kerja (LLK) Ranononcu, Jalan Trans Sulawesi KM 6, Kelurahan Ranononcu, Kecamatan Poso Kota Selatan.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Kapolres Poso, Kompol Suriadi, S.H., M.M., dan diikuti sebanyak 44 peserta pelatihan yang tengah mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja.
Turut hadir Kepala UPTD LLK, Yerry O. Sandewah, Plt. Kepala Bidang Pelatihan dan Pengembangan Kawasan Disnakertrans Kabupaten Poso, Yurnalis Titrawati Tore, S.E., serta sejumlah Pejabat Utama Polres Poso.
Di antaranya Kasi Humas AKP Rianto Hilian, Ka SPKT Ipda Andri D. M., dan personel Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Poso.
Dalam arahannya, Wakapolres Poso menyampaikan bahwa program Poliran merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, terutama mereka yang sedang berupaya meningkatkan keterampilan untuk memperoleh pekerjaan.
Ia menegaskan bahwa Polres Poso tidak memberikan janji akan menyediakan pekerjaan secara langsung kepada seluruh peserta pelatihan.
Menurutnya, Polri memiliki peran sebagai fasilitator yang berupaya menjembatani para lulusan pelatihan agar dapat terhubung dengan perusahaan, dunia usaha, maupun pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Poso.
Melalui pendekatan tersebut, diharapkan peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dan memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja dapat memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus meningkatkan taraf hidupnya.
Selain membahas pemberdayaan ekonomi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kasi Humas Polres Poso, AKP Rianto Hilian, turut menyosialisasikan layanan darurat Call Center 110 Polri kepada seluruh peserta agar mereka mengetahui saluran resmi yang dapat digunakan untuk menyampaikan laporan maupun meminta bantuan kepolisian.
Dalam keterangannya, AKP Rianto Hilian mengatakan bahwa program Poliran mengedepankan kejujuran, keterbukaan, dan langkah nyata dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan pengangguran.
“Program Polisi Peduli Pengangguran hari ini membawa pesan penting tentang kejujuran dan realisme. Bapak Wakapolres secara tegas menyampaikan bahwa Polri tidak menjanjikan pekerjaan secara instan karena hal tersebut bukan kewenangan kami,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa kehadiran Polri dalam program tersebut adalah untuk menjadi penghubung antara peserta pelatihan dengan perusahaan maupun pelaku UMKM di Kabupaten Poso setelah mereka menyelesaikan pendidikan dan pelatihan keterampilan.
“Pendekatan ini lebih sehat dan berkelanjutan karena membangun harapan yang realistis sekaligus membuka peluang nyata bagi mereka yang benar-benar siap bekerja,” tambahnya.
Lebih lanjut, AKP Rianto Hilian mengajak seluruh perusahaan, pelaku UMKM, dan elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung keberhasilan program Poliran dengan memberikan kesempatan kerja kepada para lulusan pelatihan yang telah memiliki keterampilan.
Menurutnya, keterlibatan dunia usaha sangat penting agar pelatihan yang diberikan tidak hanya menghasilkan tenaga kerja terampil, tetapi juga membuka jalan menuju kemandirian ekonomi masyarakat.
“Kami mengajak para pemilik perusahaan, pelaku UMKM, dan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Poso untuk turut serta dalam program ini dengan membuka peluang kerja bagi lulusan pelatihan yang telah terampil,” ujarnya.
Ia juga berharap melalui peningkatan kesempatan kerja dan kesejahteraan masyarakat, potensi munculnya permasalahan sosial dapat ditekan sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Poso semakin terjaga.
“Kami juga telah membekali peserta dengan pengetahuan tentang Call Center 110 agar mereka bisa menjadi mitra kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungannya. Mari kita wujudkan Poso yang aman, sejahtera, dan mandiri melalui kolaborasi yang tulus dan berkelanjutan,” tutup AKP Rianto Hilian.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, penuh semangat kebersamaan, serta berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan kondusif.
Melalui program Poliran, Polres Poso berharap terbangun sinergi yang kuat antara kepolisian, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan peluang kerja serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Program ini sekaligus menjadi wujud komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata melalui kepedulian sosial, pemberdayaan ekonomi, dan pelayanan yang humanis serta solutif.





