
Tadulakonews.com – TOLITOLI, 11 September 2026 – Tembok pengaman abrasi pantai yang berada di Dusun Tubele, Desa Kalangkangan, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, yang dibangun pemerintah beberapa tahun silam kini kondisinya sangat memprihatinkan.
Bangunan yang menggunakan konstruksi beton tersebut sebelumnya diharapkan menjadi benteng pertahanan bagi warga yang bermukim tidak jauh dari bibir pantai. Keberadaannya diharapkan dapat memberikan rasa aman, terutama ketika terjadi angin kencang maupun terjangan gelombang laut yang berpotensi mengancam keselamatan warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, kondisi tembok pengaman abrasi tersebut kini telah mengalami kerusakan parah. Sebagian bangunan ambruk dan mengalami patahan hingga menjadi beberapa bagian yang berserakan di sepanjang kawasan pantai.
Informasi yang diterima media ini beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa pembangunan dan penanganan tembok pengaman abrasi pantai tersebut merupakan ranah kerja Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi belum lama ini, kerusakan pada bangunan pengaman pantai tersebut terlihat cukup parah. Bagian tembok yang mengalami kerusakan diperkirakan memiliki panjang hingga mencapai puluhan meter.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terlebih di sekitar lokasi saat ini terdapat pekerjaan pembangunan pasangan batu gajah untuk pengamanan pantai yang dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tolitoli pada tahun 2026.
Pekerjaan pasangan batu gajah tersebut dibangun berdampingan dengan tembok pengaman pantai yang telah lebih dahulu mengalami kerusakan dan ambruk.
Kerusakan tembok pengaman pantai itu dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas hasil pekerjaan pasangan batu gajah yang saat ini berada di sisi bangunan tersebut.
Ketua LSM Gerakan Indonesia Anti Korupsi (GIAK) Sulawesi Tengah, Hendri Lamo, SH, mengatakan bahwa kondisi tembok pengaman abrasi yang telah ambruk tersebut perlu segera mendapat perhatian dari pemerintah.
Menurut Hendri, apabila kerusakan itu tidak segera ditangani, dampaknya bukan hanya terhadap bangunan pengaman pantai, tetapi juga dapat mengancam keselamatan warga yang tinggal di kawasan pesisir.
Ia juga mengkhawatirkan kondisi tersebut dapat memengaruhi pasangan batu gajah yang sedang dibangun di sebelah tembok pengaman pantai yang mengalami kerusakan.
Pasalnya, kata Hendri, ketika air laut mengalami pasang dan gelombang cukup besar, kondisi tembok yang telah patah dapat membuat air laut lebih mudah masuk ke kawasan tersebut.
Air laut dan gelombang yang menerjang dikhawatirkan dapat mengikis timbunan material yang berada di bagian pasangan batu gajah, sehingga berpotensi mengurangi fungsi bangunan sebagai pengaman pantai.
Hendri berharap pemerintah terkait segera mengambil langkah penanganan terhadap tembok pengaman abrasi yang telah ambruk tersebut. Menurutnya, upaya tersebut penting dilakukan untuk melindungi permukiman warga sekaligus menjaga pekerjaan pengamanan pantai yang sedang berlangsung.
Sementara itu, Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Asbudianto, ST, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp untuk dimintai klarifikasi terkait kondisi tembok pengaman abrasi pantai tersebut hingga berita ini ditayangkan belum memberikan tanggapan. (co)




