
POSO – Tadulakonews.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda area lahan gambut seluas kurang lebih 30 hektare di Desa Pasir Putih, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Sabtu (12/9/2026). Kebakaran terjadi di tengah kondisi musim kemarau yang menyebabkan lahan gambut mengering dan mudah terbakar.
Menanggapi kejadian tersebut, Kapolsek Pamona Selatan IPTU Oktavianus Batara, S.H., langsung mengerahkan personel untuk melakukan penanganan bersama unsur TNI, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), serta masyarakat setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lokasi kebakaran berada di titik koordinat -2.054496° LS, 120.726929° BT, yang letaknya tidak jauh dari jalur Trans Sulawesi. Kondisi lahan yang kering membuat api dengan cepat meluas dan menjalar ke sejumlah titik.
Karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Api bahkan menjalar melalui lapisan bawah permukaan tanah sehingga sejumlah titik masih berpotensi menyimpan bara meski api di permukaan telah berhasil dipadamkan.
Dalam operasi gabungan tersebut, sebanyak 25 personel Polsek Pamona Selatan, 35 personel TNI, satu unit mobil Damkar, serta sekitar 250 warga masyarakat terlibat langsung dalam upaya penanganan kebakaran.
Ratusan warga bersama aparat dan petugas pemadam bahu-membahu melakukan penyekatan area, menyiram titik-titik api, serta melakukan patroli dan pemantauan untuk mencegah api kembali meluas.
Hingga malam hari, tim gabungan berhasil mengendalikan sebagian besar titik api. Namun, beberapa lokasi masih sulit dijangkau karena kondisi medan yang berat serta kepulan asap tebal yang mengganggu proses pemadaman.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, satu rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan ringan pada bagian atap akibat terkena percikan api.
Penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam proses pendalaman. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh kelalaian atau aktivitas pembakaran lahan secara ilegal.

Tim gabungan juga terus melakukan monitoring pascapemadaman guna mengantisipasi munculnya kembali api. Langkah tersebut dinilai penting karena bara yang berada di bawah permukaan tanah gambut dapat kembali menyala sewaktu-waktu.
Kapolsek Pamona Selatan IPTU Oktavianus Batara mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Desa Pasir Putih bersama TNI, Polri, Damkar, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan Karhutla tersebut.
“Penanganan Karhutla di lahan gambut memang memiliki tantangan tersendiri karena api bisa bertahan di bawah permukaan tanah. Keberhasilan kami mengendalikan api seluas 30 hektare hari ini tidak lepas dari kerja keras 250 warga Desa Pasir Putih yang turun langsung bersama TNI dan Damkar,” ujar IPTU Oktavianus Batara.
Menurutnya, sinergitas antara aparat keamanan dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi bencana Karhutla. Kerja sama tersebut juga dinilai mampu mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke permukiman dan wilayah lainnya.
IPTU Oktavianus Batara mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran susulan serta tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, khususnya di wilayah yang memiliki lahan gambut kering.
“Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, terutama di area gambut yang kering. Angin kencang saat ini dapat mempercepat penyebaran api secara drastis. Kami juga akan terus melakukan monitoring ketat di lokasi kejadian,” tegasnya.
Polsek Pamona Selatan juga berkomitmen meningkatkan patroli dan sosialisasi bersama Bhabinkamtibmas serta pemerintah Desa Pasir Putih. Edukasi mengenai bahaya pembakaran lahan akan terus dilakukan, sementara tindakan tegas akan diberikan kepada pihak yang terbukti sengaja membakar lahan hingga menimbulkan kerugian bagi masyarakat.




