
Tadulakonews.com – Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, melalui Kepala Dinas DPMPTSP Provinsi Sulteng, Moh. Rifani, S.Sos., M.Si, menghadiri malam ramah tamah Hari Ulang Tahun Kabupaten Parigi Moutong ke-24 tahun 2026.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Grand Final Duta Promosi Investasi Sulawesi Tengah 2026 yang berlangsung meriah dan penuh kebersamaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda Provinsi Sulawesi Tengah, termasuk Kajati, Danrem 132 yang mewakili Pangdam XXIII Palaka Wira, perwakilan Kapolda Sulteng, serta para kepala daerah.
Hadir pula Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong, Bupati Toli-Toli, Wakil Bupati Banggai Kepulauan, serta seluruh jajaran Forkopimda Kabupaten Parigi Moutong.
Selain itu, tokoh masyarakat, Ketua TP-PKK Kabupaten Parimo, serta seluruh Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah turut meramaikan kegiatan tersebut.
Kepala Dinas DPMPTSP Provinsi Sulteng, Moh. Rifani, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antar daerah.
Ia juga menekankan bahwa acara ini membuka peluang besar dalam menjalin kerja sama strategis di berbagai sektor pembangunan.
Rangkaian kegiatan diisi dengan diskusi pembangunan daerah, penampilan seni budaya, serta pemberian apresiasi terhadap pencapaian daerah.
Malam ramah tamah ini juga menjadi ajang untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah.
Pada puncak acara, Grand Final Pemilihan Duta Promosi Investasi Sulawesi Tengah 2026 menetapkan pemenang terbaik dari berbagai daerah.
Untuk kategori putra, gelar Duta Promosi Investasi 2026 diraih oleh Moh. Abid T. Akase dari Kabupaten Toli-Toli, sedangkan kategori putri dimenangkan oleh Zaskia Felisha dari Kabupaten Morowali.
Sebagai pemenang, keduanya akan mengemban peran sebagai wajah investasi Sulawesi Tengah dalam mempromosikan potensi daerah kepada investor nasional dan internasional, serta mendukung kampanye “Berani Berinvestasi” di Bumi Tadulako melalui kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan Yayasan Randa Kabilasa Ntodea.

