JAKARTA – Tadulakonews.com – Indonesia Center for Politics & Law Studies (IndocPolls) merilis hasil survei mengenai penilaian publik terhadap kinerja menteri dan kepala badan setelah dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Survei yang dilaksanakan pada 15–20 Oktober 2026 tersebut melibatkan 1.200 responden dari 38 provinsi di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan metode multistage random sampling.
Direktur Komunikasi IndocPolls, Taufik Ch, dalam keterangan resminya pada Sabtu (31/10/2026), menyampaikan bahwa Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memperoleh penilaian tertinggi dengan angka 15,8 persen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penilaian terhadap Teddy, menurut Taufik, tidak terlepas dari posisi strategisnya sebagai Sekretaris Kabinet (Seskab), yang berperan mengoordinasikan komunikasi antara Presiden dengan jajaran menteri dan pejabat lainnya.
“Di tengah tantangan berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah maupun langkah-langkah kebijakan yang diambil, Teddy berhasil menyelaraskan hingga mengkomunikasikannya kepada publik,” kata Taufik.
Ia menambahkan, popularitas Teddy yang telah terbentuk sebelum menjabat sebagai Seskab turut memengaruhi penilaian publik terhadap dirinya.
Meski demikian, Taufik mengakui terdapat sejumlah kritik terhadap cara Teddy menjalankan tugasnya. Namun, secara umum, hasil survei menunjukkan penilaian responden terhadap perannya di pemerintahan berada di angka 15,8 persen.
Amran Sulaiman di Posisi Kedua
Di posisi kedua, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memperoleh penilaian sebesar 13,6 persen.
IndocPolls mengaitkan penilaian tersebut dengan kinerja Amran di sektor pertanian, khususnya terkait produksi beras nasional dan penyerapan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Menurut Taufik, pada pertengahan Juli 2026, CBP tercatat mencapai 5,4 juta ton. Angka tersebut disebut sebagai rekor tertinggi sejak Indonesia merdeka.
“Di tengah tantangan kemarau panjang, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta serangkaian bencana, besarnya produksi beras memberikan penyangga bagi potensi penurunan pada tahun ini,” ujar Taufik.
Selain Teddy dan Amran, sejumlah menteri lainnya juga memperoleh penilaian publik dengan persentase sebagai berikut:
- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti sebesar 6,5 persen.
- Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebesar 5,2 persen.
- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebesar 3,8 persen.
- Menteri Agama Nasaruddin Umar sebesar 3,5 persen.
- Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono sebesar 3,3 persen.
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebesar 2,7 persen.
- Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir sebesar 2,1 persen.
- Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebesar 2 persen.
- Menteri HAM Natalius Pigai sebesar 1,8 persen.
- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebesar 1,7 persen.
- Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir sebesar 1,5 persen.
- Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman sebesar 1,2 persen.
Sejumlah Menteri Memperoleh Penilaian Rendah
Di sisi lain, survei IndocPolls juga mencatat sejumlah menteri memperoleh persentase penilaian yang relatif rendah.
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid tercatat memperoleh 0,17 persen, sedangkan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mendapatkan 0,25 persen.
Taufik mengaitkan rendahnya penilaian terhadap Nusron dengan sorotan terhadap persoalan hukum yang melibatkan sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian ATR/BPN.
Sementara itu, penilaian terhadap Dody disebut berkaitan dengan sejumlah kontroversi yang menjadi perhatian publik, termasuk persoalan internal kementerian dan polemik perjalanan dinas ke Amerika Serikat.
“Kombinasi antara lemahnya kebijakan dan program dengan pernyataan yang menimbulkan kegaduhan memberi penilaian buruk terhadap sejumlah menteri/kepala badan,” jelas Taufik.
Beberapa nama lain yang memperoleh penilaian rendah meliputi:
- Menteri Desa Yandri Susanto sebesar 0,33 persen.
- Menteri Perumahan Maruarar Sirait sebesar 0,33 persen.
- Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana sebesar 0,33 persen.
Selanjutnya, Menteri Koperasi Ferry Julianto, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat, serta Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi masing-masing memperoleh penilaian sebesar 0,42 persen.
Adapun sebanyak 4,8 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.
Metode dan Tingkat Kepercayaan Survei
IndocPolls melaksanakan survei pada 15–20 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia.
Wawancara dilakukan secara tatap muka menggunakan metode multistage random sampling. Survei ini memiliki tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dengan margin of error sekitar ±2,9 persen.
Hasil survei tersebut menggambarkan penilaian responden terhadap kinerja menteri dan kepala badan dalam dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.





