
PARIGI MOUTONG – Tadulakonews.com – Pekerjaan pelebaran jalan sepanjang 19,11 kilometer pada ruas Tolai–Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, telah rampung per 30 Oktober 2026. Capaian tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan proyek Preservasi Jalan Tolai–Sausu yang masuk dalam program SBSN PRESWIL II.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3, L.M. Hidayat, menyampaikan bahwa seluruh pekerjaan pelebaran jalan sepanjang 19,11 kilometer telah diselesaikan. Dengan rampungnya pekerjaan tersebut, kegiatan proyek kini berlanjut pada tahapan pemeliharaan dan penyempurnaan sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data progres fisik per 30 Oktober 2026, secara keseluruhan pekerjaan Preservasi Jalan Tolai–Sausu dalam kontrak tahun jamak atau Multi Years Contract (MYC) telah mencapai 85,81 persen. Capaian tersebut melampaui target rencana sebesar 84,87 persen atau lebih tinggi 0,94 poin persentase.
Sementara itu, khusus progres pekerjaan tahun anggaran 2026, realisasi fisik telah mencapai 85,76 persen dari target sebesar 82,68 persen. Dengan demikian, capaian pekerjaan tahun 2026 telah melampaui target sebesar 3,08 poin persentase. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pekerjaan di lapangan berjalan lebih cepat dibandingkan jadwal yang direncanakan.
Selain pelebaran jalan, pekerjaan pengaspalan hingga STA akhir sepanjang 19,11 kilometer juga telah diselesaikan. Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari penanganan ruas jalan dengan alokasi anggaran sebesar Rp112 miliar.
Rampungnya pekerjaan pelebaran dan pengaspalan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas serta kualitas pelayanan jalan pada ruas Tolai–Sausu. Infrastruktur yang semakin baik juga diharapkan mampu mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang, serta mendorong aktivitas perekonomian di Kabupaten Parigi Moutong dan sekitarnya.
Fokus pada Pemeliharaan Jalan dan Jembatan
Setelah pekerjaan utama pelebaran dan pengaspalan rampung, fokus kegiatan saat ini diarahkan pada pemeliharaan rutin jalan dan jembatan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan infrastruktur yang telah ditangani tetap berada dalam kondisi baik dan dapat berfungsi secara optimal.
Kegiatan pemeliharaan meliputi pembersihan saluran drainase, pembersihan material longsoran, serta pencucian jembatan. Upaya ini bertujuan menjaga kebersihan lingkungan jalan, memastikan fungsi drainase berjalan baik, serta mempertahankan kondisi konstruksi jembatan.
Selain itu, pekerjaan patching atau penambalan pada bagian permukaan jalan yang membutuhkan perbaikan juga terus dilaksanakan. Penanganan tersebut dilakukan untuk menjaga kondisi perkerasan jalan sehingga tetap memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan.
Pekerjaan lainnya yang menjadi perhatian adalah perkuatan badan jalan di sekitar Jembatan Topeau II melalui pemasangan sheet pile. Penanganan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat struktur badan jalan pada lokasi tersebut.
PPK 2.3, L.M. Hidayat, menjelaskan bahwa meskipun pekerjaan pelebaran dan pengaspalan telah rampung, sejumlah pekerjaan pemeliharaan dan penanganan infrastruktur masih terus dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Ditargetkan PHO pada 31 Desember 2026
Seluruh rangkaian pekerjaan Preservasi Jalan Tolai–Sausu dilaksanakan oleh PT Putra Nanggroe Aceh KSO PT Bina Kaili di bawah pengawasan PPK 2.3, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah.
Sebagai bagian dari kontrak tahun jamak, pelaksanaan proyek terus dikawal agar seluruh item pekerjaan dapat diselesaikan sesuai spesifikasi teknis, ketentuan kontrak, serta standar kualitas yang telah ditetapkan.
Dengan progres fisik keseluruhan mencapai 85,81 persen dan realisasi pekerjaan tahun anggaran 2026 sebesar 85,76 persen, kegiatan proyek saat ini terus diarahkan pada penyelesaian sisa pekerjaan, termasuk pemeliharaan dan penanganan sejumlah titik infrastruktur.
Seluruh rangkaian pekerjaan Preservasi Jalan Tolai–Sausu ditargetkan dapat diselesaikan hingga tahapan Serah Terima Pertama Pekerjaan atau Provisional Hand Over (PHO) pada 31 Desember 2026.
Rampungnya pekerjaan pelebaran dan pengaspalan sepanjang 19,11 kilometer ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar arus transportasi, serta mendukung pertumbuhan aktivitas perekonomian di Kabupaten Parigi Moutong dan sekitarnya.




