POSO – Tadulakonews.com – Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Poso Kota menunjukkan respons cepat dan kepemimpinan tangguh dalam menangani bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah hukumnya.
Pada Senin (02/11/2026), setelah menerima laporan kebakaran hutan dan lahan di Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Madale, Kecamatan Poso Kota Utara, Kapolsek Poso Kota, AKP Sappewali, S.H., M.M., segera mengerahkan personel untuk menuju lokasi kejadian.
Kapolsek Poso Kota tidak hanya memberikan instruksi, tetapi juga turun langsung memimpin upaya pemadaman bersama tim gabungan di lapangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim gabungan tiba di lokasi kebakaran yang berada pada koordinat Lat. -1.359072 dan Long. 120.803570, tepatnya di area perkebunan milik warga bernama Hamzah alias Anca.
Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar satu hektare lahan. Kondisi lokasi cukup mengkhawatirkan karena titik api hanya berjarak sekitar 250 meter dari permukiman warga.
Situasi semakin berisiko akibat hembusan angin kencang serta kondisi vegetasi yang mengering karena musim kemarau yang diperparah fenomena El Nino.
Menghadapi kondisi tersebut, personel Polsek Poso Kota mengambil inisiatif mengoordinasikan langkah pemadaman bersama dua anggota TNI, 15 petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Poso, serta tujuh orang warga masyarakat.
Dengan dukungan satu unit mobil pemadam kebakaran dan peralatan seadanya, seluruh unsur gabungan bekerja sama melakukan upaya pemadaman guna mencegah api semakin meluas.
Medan berupa semak belukar dan keterbatasan sumber air menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Meski demikian, seluruh personel tetap berupaya maksimal mengendalikan kobaran api agar tidak merambat ke rumah-rumah penduduk.
Berkat koordinasi dan strategi pemadaman serta pendinginan yang dilakukan secara terpadu di bawah komando Kapolsek Poso Kota, api akhirnya berhasil dipadamkan.
Dalam peristiwa tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil yang signifikan. Keberhasilan ini menjadi bukti pentingnya sinergi antara Polri, TNI, Damkar, dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
Kapolsek Poso Kota, AKP Sappewali, S.H., M.M., menyampaikan bahwa kepemimpinan dan koordinasi di lapangan merupakan faktor penting dalam penanganan bencana, khususnya ketika kebakaran mengancam keselamatan masyarakat.
“Kepemimpinan di lapangan sangat penting dalam situasi darurat seperti ini. Personel Polsek Poso Kota tidak hanya bertugas mengamankan lokasi, tetapi juga memimpin langsung strategi pemadaman bersama rekan-rekan dari TNI, Damkar, dan warga,” ungkap AKP Sappewali.
Ia menambahkan, kedekatan titik api dengan permukiman warga menjadi perhatian utama seluruh petugas sehingga langkah cepat dan tepat harus segera dilakukan.
“Kami menyadari bahwa jarak api ke permukiman sangat dekat, sehingga setiap detik sangat berharga. Keberhasilan memadamkan satu hektare lahan dalam waktu singkat adalah bukti sinergi yang solid. Saya bangga dengan kinerja anggota saya yang tidak kenal lelah menerobos semak belukar demi menyelamatkan lingkungan dan harta benda warga Madale,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kapolsek Poso Kota menegaskan bahwa upaya pencegahan Karhutla membutuhkan kesadaran dan peran aktif seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, kebakaran tersebut diduga dipicu oleh kelalaian manusia yang diperparah kondisi cuaca ekstrem dan vegetasi kering, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api.
“Kami mengimbau kepada seluruh warga Poso Kota untuk tidak membakar lahan atau sampah sembarangan. Satu titik api kecil bisa menjadi bencana besar jika angin bertiup kencang,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dari tumpukan material yang mudah terbakar serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan asap atau api di area terbuka.
Sebagai langkah antisipasi, Polsek Poso Kota akan terus meningkatkan patroli dan kesiapsiagaan guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah hukumnya.
Kegiatan penanganan Karhutla tersebut berakhir dengan situasi aman dan terkendali. Petugas gabungan juga melanjutkan pemantauan pasca-pemadaman untuk memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Respons cepat dan sinergi lintas sektor ini diharapkan menjadi contoh nyata kepedulian bersama dalam melindungi lingkungan serta menjaga keselamatan masyarakat dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.





