
Tadulakonews.com – Palu – Momentum peringatan pada 21 April 2026 menjadi refleksi penting atas peran perempuan di berbagai sektor, termasuk di institusi kepolisian. Sosok AKP Siti Elminawati, yang kini menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Sigi di , menjadi contoh nyata perempuan yang mengemban tugas di bidang kriminal dengan pendekatan humanis, khususnya dalam penanganan kasus perempuan dan anak.
Karier AKP Siti Elminawati di kepolisian banyak berfokus pada unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Selama bertugas, ia telah menangani berbagai kasus berat yang membutuhkan ketelitian sekaligus empati tinggi dalam setiap proses penanganannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah perkara besar berhasil diungkap, di antaranya tindak pidana perdagangan orang berupa penjualan bayi melalui media sosial hingga penyelamatan korban di berbagai daerah.
Ia juga pernah menangani kasus pemerkosaan anak oleh 11 pelaku di Parigi Moutong yang sempat menjadi perhatian luas publik. Kasus tersebut menjadi salah satu ujian besar dalam kariernya sebagai aparat penegak hukum.
Selain itu, ia turut mengungkap kasus pembunuhan terhadap seorang perempuan di Sigi yang jasadnya ditemukan di pinggir jalan. Dalam waktu kurang dari tiga hari, kasus tersebut berhasil diungkap.
Sejak menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Sigi pada Juli 2025, AKP Siti terus mendorong upaya pencegahan melalui edukasi hukum kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kasus kekerasan seksual tidak boleh diselesaikan secara kekeluargaan. Menurutnya, penyelesaian di luar jalur hukum justru berpotensi merugikan korban.
Ia juga secara tegas menolak praktik pernikahan anak sebagai solusi dalam kasus kekerasan seksual. Baginya, hal tersebut tidak memberikan keadilan bagi korban.
Pendekatan yang mengedepankan perspektif korban menjadi ciri khas AKP Siti dalam setiap penanganan perkara.
Hal ini dinilai penting untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan maksimal serta pemulihan yang layak secara fisik maupun psikologis.
Komitmennya dalam penegakan hukum yang berkeadilan turut mengantarkannya menjadi salah satu kandidat dalam .
Penghargaan tersebut diberikan kepada anggota Polri yang dinilai memiliki integritas dan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas.
Tak hanya fokus pada aspek hukum, sisi kemanusiaan AKP Siti Elminawati juga terlihat dalam kesehariannya saat menangani korban.
Ia kerap membantu korban yang mengalami keterbatasan ekonomi, termasuk memberikan bantuan ongkos transportasi bagi mereka yang berasal dari daerah jauh.
Hal ini dilakukan agar para korban tetap dapat menjalani proses hukum dengan baik tanpa terhambat faktor biaya.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, AKP Siti Elminawati menyampaikan bahwa sosok menjadi inspirasi dalam menjalankan tugasnya.
“Kartini mengajarkan keberanian dan kepedulian. Saya ingin setiap perempuan, khususnya korban, merasa dilindungi dan berani bersuara untuk mendapatkan keadilan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa semangat Kartini harus terus dihidupkan dalam setiap langkah pengabdian.
Menurutnya, nilai perjuangan tersebut menjadi pengingat bahwa keadilan harus ditegakkan tanpa memandang latar belakang korban.
“Kami di kepolisian berkomitmen hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom yang benar-benar berpihak kepada korban, terutama perempuan dan anak,” pungkasnya.

