
Tadulakonews.com – Balikpapan – Upaya memperkuat penanganan dan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Timur menjadi salah satu perhatian dalam Focus Group Discussion (FGD) Serdik Sespimti Polri Dikreg ke-36 T.A. 2026.
Kegiatan tersebut digelar di Gedung Mahakam Polda Kalimantan Timur, Senin (14/9/2026), sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pendidikan dan pengembangan wawasan bagi peserta didik Sespimti Polri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
FGD menjadi wadah untuk membahas berbagai persoalan strategis yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk tantangan dalam menghadapi potensi Karhutla di wilayah Kalimantan Timur.
Karhutla merupakan salah satu persoalan yang membutuhkan perhatian dan penanganan secara terpadu karena dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta aktivitas sosial dan ekonomi.
Dalam kegiatan tersebut, pembahasan diarahkan pada pentingnya penguatan langkah-langkah pencegahan agar potensi terjadinya Karhutla dapat diminimalkan.
Selain pencegahan, penanganan secara cepat dan terkoordinasi juga menjadi bagian penting dalam menghadapi kejadian Karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah.
Sinergi antara kepolisian dengan pemerintah daerah, TNI, instansi terkait, dunia usaha, serta masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci dalam upaya penanggulangan Karhutla.
Melalui koordinasi yang baik, setiap potensi ancaman Karhutla diharapkan dapat dideteksi lebih awal dan ditindaklanjuti secara cepat sesuai dengan kondisi di lapangan.
Kegiatan FGD juga menjadi sarana untuk bertukar informasi serta menyampaikan berbagai pandangan mengenai strategi penanganan Karhutla yang dapat diterapkan di wilayah Kalimantan Timur.
Pembahasan tersebut diharapkan dapat menghasilkan pemikiran dan rekomendasi yang mendukung penguatan sistem pencegahan serta penanganan Karhutla secara berkelanjutan.
Peserta didik Sespimti Polri Dikreg ke-36 T.A. 2026 juga mendapatkan kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai karakteristik permasalahan keamanan yang berkembang di daerah.
Hal ini penting sebagai bagian dari proses pendidikan kepemimpinan dan pembentukan kemampuan strategis para peserta didik dalam menghadapi berbagai tantangan tugas kepolisian.
Kalimantan Timur memiliki wilayah yang luas dengan kondisi geografis dan karakteristik lahan yang beragam, sehingga upaya pencegahan Karhutla memerlukan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.
Peran masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama melalui peningkatan kesadaran serta kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan adanya kolaborasi dan komunikasi yang kuat antarinstansi, upaya pencegahan maupun penanganan Karhutla diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan terarah.
FGD Serdik Sespimti Polri Dikreg ke-36 T.A. 2026 di Polda Kaltim diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam merumuskan langkah strategis menghadapi berbagai persoalan, termasuk penguatan penanganan dan pencegahan Karhutla di Kalimantan Timur.




