
Tadulakonews.com – Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sulawesi Tengah, H. Muh. Amin Parakkasi, S.Ag., M.H.I., menyampaikan dukungan moral penuh kepada Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag., dalam upaya merawat harmoni dan kerukunan antarumat beragama.
Amin Parakkasi menilai, selama ini Prof. Zainal Abidin telah menunjukkan peran penting dalam membangun komunikasi dan mempererat hubungan antarumat beragama di Sulawesi Tengah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, langkah tersebut sangat krusial dalam menghilangkan sekat-sekat sosial di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
Ia juga menilai, kapasitas keilmuan dan wawasan luas yang dimiliki mantan Rektor IAIN Palu tersebut sudah tidak diragukan lagi, baik di tingkat regional Sulawesi Tengah maupun nasional.
“Profesor Zainal Abidin adalah figur tokoh yang memiliki kapasitas keilmuan dengan wawasan yang luas serta mampu berinteraksi dengan berbagai kalangan,” jelas Amin Parakkasi kepada media ini.
Dengan bekal keilmuan dan pengalaman tersebut, Prof. Zainal Abidin dinilai menjadi salah satu figur sentral yang mampu mengelola berbagai perbedaan menjadi kekuatan positif dalam menjaga keberagaman.
Amin menegaskan, upaya konsisten dalam merawat kerukunan dan toleransi sudah sepatutnya mendapatkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, menjaga keharmonisan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu kelompok atau golongan, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak yang mendambakan kehidupan masyarakat yang damai.
“Saya melihat beliau ini termasuk tokoh yang mampu mengolah perbedaan, mampu memahami perbedaan, baik antara umat beragama maupun internal Islam itu sendiri,” tambahnya.
Amin juga mengapresiasi kontribusi Prof. Zainal Abidin yang tidak hanya terlihat dalam membangun hubungan lintas iman, tetapi juga dalam memperkuat pemahaman keagamaan di lingkungan internal umat Islam.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah bagaimana menyikapi persoalan khilafiyah atau perbedaan pandangan dalam fikih Islam secara bijaksana dan penuh keterbukaan.
Dalam konteks tersebut, kapasitas Prof. Zainal Abidin sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu turut memberikan kontribusi dalam membangun kesadaran umat agar lebih inklusif dan saling menghargai perbedaan.
Melalui berbagai ceramah dan penyampaian keagamaan, Prof. Zainal dinilai mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menyikapi perbedaan pandangan tanpa harus menimbulkan perpecahan.
“Beliau juga berhasil memberi pemahaman kepada umat tentang cara menyikapi khilafiyah di dalam Islam lewat ceramah-ceramah yang mudah diterima semua kalangan umat Islam,” ungkap Amin.
Ia menambahkan, pemahaman Prof. Zainal Abidin yang luas terhadap berbagai mazhab menjadi salah satu modal penting dalam mengakomodasi perbedaan pandangan di tengah umat Islam.
“Beliau paham benar bagaimana khilafiyah di antara umat Islam. Beliau mampu mengakomodasi berbagai pemahaman dan pandangan karena pemahaman beliau lintas mazhab,” pungkas Amin Parakkasi.




