Asing Borong Saham GOTO dan BUMI, Total Net Foreign Buy Capai Rp120,14 Miliar

- Penulis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 05:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Tadulakonews.com – Aliran dana investor asing mengarah ke saham GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) dan Bumi Resources (BUMI) dalam perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/10/2026). Kedua emiten tersebut mencatatkan pembelian bersih dengan nilai gabungan mencapai Rp120,14 miliar pada sesi pertama.

Berdasarkan data transaksi Stockbit, GOTO membukukan net foreign buy sebesar Rp70,10 miliar. Sementara itu, BUMI menempati posisi kedua dengan pembelian bersih senilai Rp50,04 miliar.

Aktivitas akumulasi tersebut terjadi di tengah tekanan pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi pertama di level 5.032,43, terkoreksi 1,29% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

GOTO Pimpin Daftar Saham yang Diborong Investor Asing

Selain GOTO dan BUMI, sejumlah saham lainnya juga mencatatkan pembelian bersih oleh investor asing.

Bank Negara Indonesia (BBNI) berada di posisi berikutnya dengan nilai net foreign buy sebesar Rp28,24 miliar. Disusul Merdeka Copper Gold (MDKA) sebesar Rp28,17 miliar dan Solusi Kemasan Digital (PACK) senilai Rp24,82 miliar.

Berikutnya, Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) mencatatkan pembelian bersih Rp22,23 miliar, Astra International (ASII) sebesar Rp20,95 miliar, serta Darma Henwa (DEWA) senilai Rp17,95 miliar.

Sementara itu, Bumi Resources Minerals (BRMS) membukukan pembelian bersih Rp16,70 miliar dan Merdeka Battery Materials (MBMA) sebesar Rp14,66 miliar.

BBRI Catat Penjualan Bersih Asing Terbesar

Di sisi lain, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi saham dengan nilai net foreign sell terbesar pada sesi pertama, yakni mencapai Rp114,88 miliar.

Amman Mineral Internasional (AMMN) menyusul dengan penjualan bersih sebesar Rp32,66 miliar. Adapun Indosat (ISAT) mencatatkan net foreign sell senilai Rp27,31 miliar.

Secara keseluruhan, nilai pembelian saham oleh investor asing pada sesi pertama mencapai Rp2,49 triliun. Sementara itu, nilai penjualan tercatat sebesar Rp2,23 triliun.

Dengan demikian, transaksi investor asing menghasilkan pembelian bersih atau net foreign buy sekitar Rp253,09 miliar.

IHSG Tertekan, Mayoritas Saham Melemah

Tekanan terhadap pasar saham domestik terlihat dari dominasi saham yang bergerak di zona merah. Pada sesi pertama, sebanyak 591 saham mengalami penurunan, sedangkan 113 saham menguat dan 82 saham lainnya bergerak stagnan.

Nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia mencapai Rp5,99 triliun dengan volume perdagangan sekitar 25,45 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 718.592 kali.

Meski GOTO dan BUMI menjadi dua saham dengan akumulasi asing terbesar dalam daftar tersebut, aktivitas pembelian bersih pada satu sesi perdagangan belum cukup untuk memastikan arah pergerakan harga selanjutnya. Investor tetap perlu mencermati perkembangan kinerja emiten, kondisi pasar, serta konsistensi arus dana asing pada perdagangan berikutnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tadulakonews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dharmanomics International Seminar 2026: Dari Gagasan Ekonomi Berbasis Dharma Menuju Kerja Sama Internasional
Utusan Presiden Seychelles Kunjungi Berau, Pemkab Perkuat Kerja Sama Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Biru
Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Prajurit Indonesia
Prof. Sutan Nasomal: Hubungan Iran dan Indonesia Diharapkan Semakin Erat di Tengah Konflik Global
Polres Buol Laksanakan Penanaman Jagung Serentak Kuartal I 2026 Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah
Barack Obama: A Legacy of Progress and Change
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:57 WIB

Dharmanomics International Seminar 2026: Dari Gagasan Ekonomi Berbasis Dharma Menuju Kerja Sama Internasional

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:12 WIB

Utusan Presiden Seychelles Kunjungi Berau, Pemkab Perkuat Kerja Sama Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Biru

Senin, 30 Maret 2026 - 19:43 WIB

Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Prajurit Indonesia

Rabu, 11 Maret 2026 - 01:47 WIB

Prof. Sutan Nasomal: Hubungan Iran dan Indonesia Diharapkan Semakin Erat di Tengah Konflik Global

Senin, 9 Maret 2026 - 09:24 WIB

Polres Buol Laksanakan Penanaman Jagung Serentak Kuartal I 2026 Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terbaru