BERANI CERDAS dan BERANI SEHAT: Wujud Kehadiran Pemerintah Sulteng Memenuhi Hak Dasar Masyarakat

- Penulis

Senin, 7 September 2026 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

PALU – Tadulakonews.com – Pendidikan dan pelayanan kesehatan gratis merupakan bagian dari hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi negara. Karena itu, pemerintah, baik pusat maupun daerah, dituntut hadir memberikan akses pendidikan dan kesehatan yang layak bagi seluruh masyarakat.

Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui berbagai program prioritas dalam lima tahun masa pemerintahan 2025–2029, khususnya BERANI CERDAS dan BERANI SEHAT.

Program BERANI CERDAS Sulteng NAMBASO (Anak “Miskin” Bisa Sekolah) menjadi salah satu program unggulan Gubernur Sulawesi Tengah Dr. Anwar Hafid, M.Si. bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK, M.Kes.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program tersebut memberikan dukungan biaya pendidikan bagi siswa-siswi SMA, SMK, SLB hingga mahasiswa pada jenjang perguruan tinggi, termasuk S1, S2 dan S3 untuk bidang-bidang yang dibutuhkan daerah.

Seorang orang tua siswa asal Kabupaten Banggai, Jemmy, mengaku sangat terbantu dengan hadirnya program tersebut.

“Jadi orang tua tidak perlu lagi berpikir biaya sekolah dan kuliah bagi anak-anaknya, khusus yang ekonominya masuk kategori desil 1, 2, 3 dan 4. Kita patut bersyukur dengan kehadiran negara atau pemerintah, khususnya Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng yang memprogramkan dan merealisasikan biaya pendidikan bagi warganya,” ujar Jemmy kepada media ini, Kamis (3/9/2026), melalui telepon seluler.

Menurut Jemmy, program BERANI CERDAS sangat membantu para orang tua siswa maupun mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.

“Tinggal anak-anak kita dipantau dan diawasi agar benar-benar fokus belajar, sehingga tidak ada lagi putra-putri daerah ini yang putus sekolah hanya karena biaya pendidikan yang terbatas,” ujarnya.

Puluhan Ribu Mahasiswa Telah Terjangkau

Program BERANI CERDAS pada tahap awal telah menjangkau 23.569 mahasiswa, dengan total penerima manfaat keseluruhan diperkirakan mendekati 50.000 mahasiswa seiring berlangsungnya proses pendaftaran dan perluasan kuota.

Pada tahun 2025, sebanyak 23.569 mahasiswa telah menerima bantuan biaya kuliah dengan anggaran lebih dari Rp84 miliar.

Memasuki tahun 2026, jumlah pendaftar dan kuota penerima terus bertambah. Cakupan program juga diperluas hingga jenjang Strata 2 (S2), Strata 3 (S3), dokter spesialis, serta bantuan penyelesaian studi.

Penerima manfaat tersebar di berbagai perguruan tinggi. Di Universitas Tadulako (Untad), misalnya, terdapat 10.768 mahasiswa berdasarkan hasil validasi yang diserahkan pihak kampus kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulteng pada Januari 2026.

Sementara di UIN Datokarama Palu, sebanyak 2.173 mahasiswa telah masuk dalam daftar tunggu pencairan.

Untuk perguruan tinggi lainnya, termasuk sejumlah perguruan tinggi swasta (PTS) di Sulawesi Tengah maupun mahasiswa Sulteng yang menempuh pendidikan di luar daerah seperti Universitas Hasanuddin (Unhas) di Sulawesi Selatan dan sejumlah perguruan tinggi di Pulau Jawa, proses validasi dan rekapitulasi masih berlangsung.

Secara keseluruhan, program Beasiswa BERANI CERDAS telah menjangkau 23.569 penerima pada fase pendataan awal dan terus memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi.

BOSDA untuk SMA, SMK dan SLB

Selain beasiswa BERANI CERDAS untuk mahasiswa, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga menyediakan program BOSDA bagi siswa-siswi SMA, SMK dan SLB.

Program tersebut berlaku bagi sekolah negeri maupun swasta di seluruh Sulawesi Tengah.

“Kalau BOSDA itu untuk seluruh sekolah negeri dan swasta di Sulteng, ada sekitar 453 sekolah. Tidak pakai desil,” jelas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulteng, Drs. H. Firmanza DP, S.H., M.Si.

Selain pembiayaan pendidikan, Pemprov Sulteng juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan lain peserta didik, termasuk bantuan bagi siswa kurang mampu yang bersekolah di sekolah swasta, seragam sekolah, serta pembiayaan praktik kerja industri dan uji kompetensi bagi siswa SMK.

“Termasuk menanggung semua biaya prakerin dan ukom bagi siswa SMK apabila melaksanakan praktik kerja industri di mana saja, termasuk dokter spesialis,” jelas Gubernur Anwar Hafid.

Fokus Membangun SDM

Dalam berbagai kesempatan, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu fokus utama pemerintahannya.

Ia mengatakan, pembangunan tidak semata-mata harus diukur dari banyaknya pembangunan fisik yang terlihat, tetapi juga dari sejauh mana pemerintah mampu meningkatkan kualitas manusia melalui pendidikan dan kesehatan.

“Biarlah saya tidak populer dalam pembangunan, tapi yang pasti saya ingin membangun sumber daya manusia, anak-anak Sulteng, dengan memberikan biaya pendidikan mulai dari tingkat SMA, SMK, SLB kategori desil 1, 2, 3 dan 4, dan untuk perguruan tinggi mulai dari S1, S2 dan S3,” jelas mantan Bupati Morowali dua periode tersebut.

Menurut Anwar, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya akan dirasakan oleh masyarakat dan daerah pada masa mendatang.

Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan program BERANI CERDAS dan BERANI SEHAT mendapat dukungan dari DPRD Sulawesi Tengah melalui pengalokasian anggaran dalam APBD setiap tahunnya.

“Jadi kesuksesan pelaksanaan program 9 BERANI itu, dua di antaranya sangat mendesak dan harus segera direalisasikan sejak awal pemerintahan kami, Anwar-Reny, adalah BERANI CERDAS dan BERANI SEHAT. Itu karena didukung oleh teman-teman di DPRD Sulteng,” ungkapnya.

Anwar pun menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Sulawesi Tengah yang telah mendukung sekaligus memberikan kritik dan masukan terhadap pelaksanaan sembilan program BERANI.

“Kami berterima kasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada ketua, wakil ketua, seluruh fraksi dan anggota DPRD Sulteng yang telah mendukung dan mengkritisi program 9 BERANI selama pemerintahan kami,” tuturnya.

BERANI SEHAT, Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat

Selain pendidikan, pemerintah provinsi juga menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas melalui program BERANI SEHAT.

Program ini diarahkan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat Sulawesi Tengah dalam memperoleh pelayanan kesehatan, termasuk layanan berobat gratis dengan menggunakan KTP Sulawesi Tengah sesuai dengan ketentuan program.

Jemmy menilai BERANI CERDAS dan BERANI SEHAT merupakan dua program yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas, mulai dari wilayah perkotaan hingga pelosok desa.

“Kalau masih ada yang nyinyir soal pelaksanaan program BERANI CERDAS dan SEHAT Gubernur dan Wagub Anwar Hafid-Reny Lamadjido, maka itu dapat dipastikan orang iri, belum bangkit dari kekalahan dalam kontestasi politik atau mungkin kecewa karena permintaan pribadinya belum dipenuhi,” katanya.

Namun, menurut dia, yang lebih penting adalah melihat manfaat program tersebut bagi masyarakat.

“Tapi yang pasti secara umum kita patut mengapresiasi keberhasilan Anwar-Reny dalam meningkatkan sumber daya manusia dan kesehatan masyarakat dengan program BERANI CERDAS dan BERANI SEHAT itu, dalam kurun waktu baru separuh perjalanan kepemimpinannya,” ungkap Jemmy dengan nada kagum.

Membuka Jalan Menuju “Satu Rumah Satu Sarjana”

Bagi sebagian keluarga di Sulawesi Tengah, menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi masih menjadi perjuangan berat secara finansial.

Kehadiran beasiswa BERANI CERDAS diharapkan dapat mengurangi beban ekonomi keluarga sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak daerah untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Sejumlah penerima manfaat juga mengakui bahwa sebelum adanya program tersebut, mereka sempat khawatir tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Program BERANI CERDAS memberikan ruang bagi anak-anak Sulawesi Tengah untuk mengejar cita-cita dan mewujudkan gagasan “Satu Rumah Satu Sarjana.”

Harapannya, pendidikan tinggi tidak lagi menjadi sesuatu yang hanya dapat dinikmati oleh keluarga yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik.

Mekanisme Pencairan Dinilai Memudahkan

Sejumlah orang tua penerima manfaat juga memberikan respons positif terhadap mekanisme pencairan dana yang dinilai relatif mudah dan tidak berbelit-belit.

Pihak Bank Sulteng memfasilitasi proses pembuatan rekening bagi penerima manfaat.

Bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah maupun di luar Sulawesi Tengah, orang tua atau wali dapat mendatangi kantor Bank Sulteng terdekat dengan membawa dokumen identitas berupa KTP dan KK untuk menjalani proses verifikasi melalui video call bersama mahasiswa yang bersangkutan.

Para orang tua berharap program BERANI CERDAS dapat dilanjutkan secara konsisten hingga mahasiswa menyelesaikan masa studinya.

Mereka juga berharap cakupan bantuan terus diperluas sehingga semakin banyak anak daerah memperoleh kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa terbebani persoalan biaya.

Pendidikan sebagai Hak Konstitusional

Pendidikan bukan sekadar program pemerintah, melainkan hak dasar setiap warga negara yang dijamin oleh konstitusi.

Dalam perspektif keagamaan, pentingnya pendidikan dan membaca juga memiliki landasan kuat. Perintah “Iqra” pada awal wahyu yang diterima Nabi Muhammad SAW sering dipahami sebagai seruan untuk membaca, belajar, memahami, dan mengembangkan pengetahuan. Maknanya dapat dimaknai secara luas sebagai dorongan agar manusia terus mencari ilmu dan menggunakan pengetahuan untuk kemaslahatan kehidupan.

Dalam konstitusi, hak atas pendidikan ditegaskan dalam Pasal 31 UUD 1945.

Ayat (1) menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.

Ayat (2) menegaskan bahwa setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.

Selanjutnya, Ayat (3) menyatakan bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.

Ayat (4) menegaskan bahwa negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN dan APBD untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.

Sementara Ayat (5) menyebutkan bahwa pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

Selain Pasal 31, persoalan kebudayaan yang memiliki hubungan erat dengan pendidikan nasional juga diatur dalam Pasal 32 UUD 1945.

Karena itu, program pendidikan dan kesehatan yang memberikan akses lebih luas kepada masyarakat pada dasarnya merupakan bagian dari upaya pemerintah menjalankan amanat konstitusi.

Harapan untuk Keberlanjutan Program

Pada akhirnya, keberhasilan BERANI CERDAS dan BERANI SEHAT bukan hanya diukur dari jumlah penerima manfaat atau besarnya anggaran yang dikucurkan, tetapi juga dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.

Pendidikan yang lebih mudah diakses akan membuka peluang lahirnya generasi Sulawesi Tengah yang lebih berpendidikan, kompeten dan mampu bersaing.

Begitu pula pelayanan kesehatan yang mudah dan terjangkau diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Harapan para orang tua, mahasiswa dan masyarakat Sulawesi Tengah sederhana: program BERANI CERDAS dan BERANI SEHAT dapat terus dilaksanakan secara konsisten, transparan dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat di mana pun mereka berada.

Sebab, ketika pendidikan dan kesehatan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, maka pemerintah tidak hanya sedang menjalankan program pembangunan, tetapi juga sedang membangun masa depan Sulawesi Tengah.

(Faisal)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tadulakonews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satlantas Polres Poso Gencarkan Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas melalui Police Goes to School
Central Open 2026 Semarakkan Bulutangkis di Bumi Tadulako
Maulid Akbar Alkhairaat Tolitoli, Gubernur Anwar Hafid Ajak Umat Teladani Rasulullah SAW
Berani Cup Tolitoli 2026 Resmi Dibuka, Gubernur Anwar Hafid Dorong Lahirnya Talenta Sepak Bola dari Desa
Gubernur Anwar Hafid Kunjungi Tolitoli, Buka Berani Cup dan Hadiri Maulid Nabi
Polres Poso Ungkap Kasus Sabu, Perempuan 49 Tahun Diamankan di Tambarana
Pelarian Terduga Pelaku Kekerasan di Metro Regency Berakhir di Homestay
Polisi Amankan Pria dan Sita 55,34 Gram Sabu di Mepanga
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 13:47 WIB

Satlantas Polres Poso Gencarkan Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas melalui Police Goes to School

Senin, 7 September 2026 - 12:36 WIB

BERANI CERDAS dan BERANI SEHAT: Wujud Kehadiran Pemerintah Sulteng Memenuhi Hak Dasar Masyarakat

Senin, 7 September 2026 - 00:18 WIB

Central Open 2026 Semarakkan Bulutangkis di Bumi Tadulako

Senin, 7 September 2026 - 00:13 WIB

Maulid Akbar Alkhairaat Tolitoli, Gubernur Anwar Hafid Ajak Umat Teladani Rasulullah SAW

Senin, 7 September 2026 - 00:06 WIB

Berani Cup Tolitoli 2026 Resmi Dibuka, Gubernur Anwar Hafid Dorong Lahirnya Talenta Sepak Bola dari Desa

Berita Terbaru

Daerah

Central Open 2026 Semarakkan Bulutangkis di Bumi Tadulako

Senin, 7 Sep 2026 - 00:18 WIB