
Tadulakonews.com – POSO – Dalam upaya melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba dan maraknya judi online (judol), Polsek Lore Selatan, jajaran Polres Poso, menggelar penyuluhan kepada siswa baru SMP Negeri 1 Lore Selatan dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (8/7/2027).
Kegiatan yang berlangsung di aula SMP Negeri 1 Lore Selatan sejak pukul 10.00 WITA itu dipimpin langsung Kapolsek Lore Selatan, Iptu I Made Putra Yasa, S.H., didampingi Aipda Yudi H. Tumembouw dan Bripka Hardinan Tosugi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Panitia Penerimaan Siswa Baru Petrus Harton Patanan, S.P., Sekretaris Felix Bush Tompa, S.Si., para guru, serta seluruh siswa baru yang mengikuti MPLS.
Dalam penyampaiannya, Kapolsek menjelaskan bahwa judi online merupakan salah satu bentuk kejahatan siber yang kini semakin marak dan menyasar berbagai kalangan, termasuk anak-anak dan remaja.
Ia menerangkan, permainan seperti slot, poker, maupun togel berbasis internet sengaja dirancang agar pemain terus melakukan deposit uang melalui transfer bank ataupun dompet digital.
Menurutnya, judi online bukan sekadar permainan, melainkan sistem yang dirancang untuk menguras uang para pemain dan merusak masa depan mereka.
“Jangan mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan instan karena pada akhirnya yang diuntungkan adalah bandar,” tegas Iptu I Made Putra Yasa di hadapan para siswa.
Selain membahas judi online, materi penyuluhan juga menitikberatkan pada bahaya penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak kesehatan fisik maupun mental.
Kapolsek menjelaskan bahwa narkoba, baik yang berasal dari tanaman maupun hasil sintetis, dapat merusak sistem saraf pusat, menurunkan kesadaran, menyebabkan ketergantungan, hingga mengganggu fungsi organ vital tubuh.
Ia juga mengingatkan para siswa bahwa penyalahgunaan narkoba memiliki konsekuensi hukum yang berat, baik bagi pengguna, pengedar, maupun produsen.
“Jangan pernah mencoba narkoba dengan alasan apa pun. Sekali terjerumus, dampaknya bukan hanya bagi kesehatan, tetapi juga masa depan dan kehidupan keluarga,” ujarnya.
Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar bahaya judi online, penyalahgunaan narkoba, serta cara menghindari pengaruh negatif di lingkungan pergaulan maupun media digital.
Kegiatan edukasi yang berakhir sekitar pukul 11.30 WITA tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar. Melalui kegiatan ini diharapkan para pelajar memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai risiko judi online dan narkoba sehingga mampu menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan bebas dari berbagai bentuk penyimpangan.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Poso, AKP Rianto Hilian, membenarkan pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian dari program Police Goes to School yang rutin dilaksanakan Polres Poso melalui jajaran Polsek.
Menurut AKP Rianto Hilian, siswa SMP berada pada masa transisi dengan rasa ingin tahu yang tinggi sehingga rentan menjadi sasaran pelaku kejahatan, baik bandar judi online maupun pengedar narkoba. Karena itu, Polres Poso akan terus menggencarkan sosialisasi ke sekolah-sekolah serta mengajak orang tua dan tenaga pendidik bersama-sama mengawasi penggunaan gadget, pergaulan, dan aktivitas digital anak demi mewujudkan sekolah dan rumah sebagai zona bebas judi online dan narkoba.

