FKUB Sulteng Tebar Semangat Toleransi Lewat Kurban Lintas Agama

- Penulis

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Tadulakonews.com – Pemandangan menyejukkan terlihat di halaman Sekretariat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis, 28 Mei 2026 pagi. Di bawah komando Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag, lembaga yang menjadi wadah para tokoh lintas agama itu sukses menyalurkan tiga ekor sapi kurban untuk masyarakat pada momentum Hari Raya Idul Adha.

Prosesi penyembelihan hewan kurban turut dihadiri Kepala Kesbangpol Sulteng, Dr. Rachman Ansyari, M.Pd, bersama sejumlah pengurus dan kolega FKUB Sulteng, di antaranya Wijaya Chandra (Ko Awi) dan Ito Law Putra.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal yang paling mencuri perhatian dalam perayaan Idul Adha di internal FKUB Sulteng tahun ini ialah latar belakang para pekurban yang berasal dari lintas agama.

Langkah FKUB menyalurkan daging kurban mendapat dukungan penuh melalui sinergi luar biasa antara pengurus internal FKUB Sulteng dengan para tokoh Kristen yang peduli terhadap kerukunan umat beragama.

Dukungan tersebut datang dari anggota DPR RI Matindas J. Rumambi serta Hendrik G. Lyanto atau Ko Aceo yang dikenal sebagai Owner Swiss-Bel Express.

Menyaksikan langsung prosesi pemotongan hewan kurban, Prof. Zainal Abidin tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya atas kekompakan pengurus FKUB Sulteng.

Ulama kharismatik itu menyebut kerja sama lintas keyakinan dalam perayaan Idul Adha sebagai potret ideal bagaimana agama seharusnya berfungsi menjadi perekat sosial, bukan pemisah.

“Saya kira ini sebagai bagian dari nilai-nilai kemanusiaan yang universal, di mana kebaikan dan kepedulian sosial tidak lagi disekat oleh perbedaan keyakinan. Kita bersinergi dalam momen keagamaan Islam. Ini adalah pesan kuat bahwa toleransi di Sulawesi Tengah berjalan sangat baik,” ujar Prof. Zainal.

Guru Besar UIN Datokarama Palu itu menambahkan, kehadiran hewan kurban dari tokoh-tokoh non-Muslim menegaskan bahwa setiap agama memiliki titik temu dalam urusan kemanusiaan.

Sikap rela berbagi, peduli kepada sesama yang membutuhkan, dan keinginan untuk melihat orang lain bahagia merupakan bahasa universal yang dipahami seluruh pemeluk agama.

Lebih lanjut, tokoh moderasi beragama nasional tersebut mengaitkan esensi kurban dengan kehidupan kebangsaan dan persaudaraan antarumat.

Menurutnya, partisipasi aktif para tokoh lintas iman menjadi simbol kerelaan untuk meruntuhkan sekat-sekat perbedaan demi memperkuat persatuan.

“Ini sebagai bukti bahwa kita semua telah berhasil menyembelih ego kelompok masing-masing demi merajut persaudaraan yang lebih kokoh. Kurban mengajarkan kita untuk peduli, dan hari ini tokoh-tokoh non-Muslim menunjukkan hal itu dengan ikut memberikan kebahagiaan kepada sesama,” ungkap Rais Syuriyah PBNU tersebut.

FKUB Sulteng memastikan distribusi paket daging kurban nantinya tidak hanya menyasar umat Muslim yang merayakan Idul Adha, tetapi juga masyarakat dari berbagai latar belakang agama yang membutuhkan.

“Daging kurban ini disalurkan ke panti-panti asuhan Islam dan juga kepada kawan-kawan kita non-Islam. Kita ingin kebahagiaan Idul Adha dapat dirasakan oleh semua umat beragama, tidak hanya Islam. Kawan-kawan Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha juga harus merasakan kebahagiaan yang sama,” kata Prof. Zainal.

Semangat kebersamaan yang ditunjukkan FKUB Sulteng menjadi jawaban nyata atas hasil riset terbaru Universitas Indonesia yang menempatkan Sulawesi Tengah sebagai daerah dengan Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) kategori tinggi. Melalui keteladanan para tokohnya, harmoni di Bumi Tadulako terus dirawat dengan hati demi mewujudkan daerah yang aman, rukun, damai, dan penuh keberkahan menuju Sulteng Nambaso.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tadulakonews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Morowali Utara Ungkap Kasus Narkoba, Sita 676,22 Gram Sabu Sepanjang Januari hingga Oktober 2026
Operasi Sarang Narkoba di Poso, Enam Orang Terduga Diamankan Bersama 11 Paket Sabu
Karhutla di Watu Bula Poso Hanguskan 300 Hektare, Puluhan Titik Api Masih Menyala
Revitalisasi SDN 19 Sirenja Rampung 100 Persen, Didukung Anggaran APBN Rp1,04 Miliar
Gubernur Anwar Hafid Hadiri Upacara HUTDA ke-27 Kabupaten Buol, Perkuat Semangat Kebersamaan dan Pelestarian Budaya
Pembangunan Mes Pemda Banggai Tahap II di Palu Telan Anggaran Rp3,76 Miliar
Usia 27 Tahun Kabupaten Buol, PETI di Kawasan Hutan Bodi Kembali Disorot: Pengawasan Dipertanyakan
PNM Cabang Palu Gelar PKU Akbar di Tolitoli, Dorong UMKM Cakap Digital Sekaligus Serahkan Reward Wisata Religi Umrah kepada Nasabah
Berita ini 86 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Polres Morowali Utara Ungkap Kasus Narkoba, Sita 676,22 Gram Sabu Sepanjang Januari hingga Oktober 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Operasi Sarang Narkoba di Poso, Enam Orang Terduga Diamankan Bersama 11 Paket Sabu

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Karhutla di Watu Bula Poso Hanguskan 300 Hektare, Puluhan Titik Api Masih Menyala

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Revitalisasi SDN 19 Sirenja Rampung 100 Persen, Didukung Anggaran APBN Rp1,04 Miliar

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Gubernur Anwar Hafid Hadiri Upacara HUTDA ke-27 Kabupaten Buol, Perkuat Semangat Kebersamaan dan Pelestarian Budaya

Berita Terbaru