
Tadulakonews.com – Persiapan keberangkatan jamaah haji asal Sulawesi Tengah tahun 2026, telah mencapai tahap akhir ucap Bapak H.MUCHLIS,S.Ag,M.Pd Kepala Kantor Wilayah Sulawesi tengah usai ditemui awak media Selasa 21 April 2026 menyampaikan bahwa seluruh proses administrasi berjalan lancar.
Seluruh dokumen penting seperti paspor dan visa dilaporkan sudah selesai diproses dan siap digunakan. Hal ini menandakan bahwa para jamaah kini hanya menunggu jadwal keberangkatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dokumen perjalanan tersebut saat ini telah dihimpun secara terpusat oleh panitia. Nantinya, berkas akan dibagikan kepada jamaah saat tiba di embarkasi.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelengkapan administrasi berjalan tertib dan terkontrol. Dengan sistem tersebut, potensi kesalahan dapat diminimalkan.
Selain dokumen perjalanan, jamaah juga akan menerima perlengkapan penting lainnya. Salah satunya adalah gelang identitas yang digunakan selama pelaksanaan ibadah haji.
Gelang identitas ini memiliki peran penting dalam membantu proses identifikasi jamaah. Hal ini sangat berguna terutama dalam situasi darurat atau saat jamaah terpisah dari rombongan.
Jamaah juga akan menerima living cost atau uang saku. Uang tersebut akan digunakan untuk kebutuhan selama berada di Tanah Suci.
Pembagian living cost dilakukan secara resmi melalui mekanisme yang telah ditetapkan oleh penyelenggara. Proses ini diawasi agar berjalan transparan dan tepat sasaran.
Untuk jadwal keberangkatan, jamaah Sulawesi Tengah tergabung dalam kloter 9 hingga 13. Seluruh kloter akan diberangkatkan melalui embarkasi Balikpapan.
Sistem keberangkatan dilakukan secara bertahap, yaitu satu kloter setiap hari. Pola ini bertujuan untuk menjaga kelancaran dan menghindari penumpukan jamaah.
Sebagai contoh, jamaah kloter 9 akan masuk asrama haji pada tanggal 7 Mei. Kegiatan ini merupakan tahap transit sebelum melanjutkan perjalanan.
Pada tanggal 8 Mei, jamaah kloter 9 akan diberangkatkan menuju Balikpapan. Setibanya di sana, mereka akan menginap satu malam sebelum terbang ke Arab Saudi.
Embarkasi Balikpapan menjadi titik utama keberangkatan sekaligus kepulangan jamaah. Sistem ini memastikan perjalanan berjalan terintegrasi.
Jamaah yang berangkat dari satu embarkasi akan kembali melalui embarkasi yang sama. Hal ini memudahkan pengaturan logistik dan proses pemulangan.
Dari sisi kesehatan, jamaah secara umum telah memenuhi syarat untuk berangkat. Pemeriksaan kesehatan sebelumnya telah dilakukan sebagai bagian dari persiapan wajib.
Meski demikian, kondisi kesehatan jamaah tetap akan dipantau hingga hari keberangkatan. Pemeriksaan ulang akan dilakukan di asrama haji sebagai tahap akhir sebelum terbang.

