Dari Saklar Rumah, Sulteng Dorong Hemat Energi Jadi Gaya Hidup

- Penulis

Rabu, 2 September 2026 - 20:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Tadulakonews.com – Ada cara paling sunyi untuk melawan gelap: memadamkan yang berlebihan. Di Rumah Jabatan Siranindi, Rabu, 2 September 2026, Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., berbicara tentang energi bukan semata sebagai angka megawatt, melainkan sebagai sebuah laku dalam kehidupan sehari-hari.

Di hadapan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM serta ibu-ibu Seruni Kabinet Merah Putih Bidang IV, Anwar Hafid mengajak masyarakat menjadikan hemat energi sebagai gaya hidup.

Ia didampingi Ketua TP-PKK Sulawesi Tengah, Sry Nirwanti Bahasoan. Forum tersebut bukan sekadar sosialisasi, melainkan menjadi ruang pertemuan antara pemerintah pusat dan daerah, antara kebijakan dan praktik di rumah tangga, serta antara pembangkit energi berskala besar dan saklar kecil di dinding rumah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Menghemat energi hari ini sama dengan kita berinvestasi untuk mewariskan energi di masa yang akan datang. Energi akan habis, kecuali energi terbarukan yang sekarang terus digencarkan pemerintah,” kata Anwar Hafid.

Sulawesi Tengah, dalam peta energi nasional, memang bukan pemain pinggiran. Provinsi ini memiliki potensi energi besar, salah satunya melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso yang berkapasitas 515 megawatt dan kini terus dikembangkan.

Tidak hanya di Poso, pembangunan pembangkit serupa juga tengah berlangsung di Kabupaten Sigi. Potensi tersebut memperkuat posisi Sulawesi Tengah sebagai salah satu daerah yang memiliki peran penting dalam pengembangan energi bersih di Indonesia.

Namun, menurut Anwar Hafid, transisi energi tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan turbin, bendungan, maupun pembangkit berskala besar. Perubahan tersebut juga membutuhkan kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat dalam menggunakan energi.

Karena itu, ia mendorong kebiasaan sederhana mulai diterapkan dari lingkungan keluarga. Mematikan lampu ketika tidak diperlukan, mencabut peralatan listrik setelah digunakan, hingga memanfaatkan cahaya matahari dan sirkulasi udara alami merupakan langkah kecil yang dapat dilakukan setiap hari.

Bagi Anwar, kebiasaan tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan secara bersama-sama dan konsisten, dapat memberikan dampak besar terhadap efisiensi penggunaan energi.

Ketua Seruni Kabinet Merah Putih Bidang IV, Sri Suparni Bahlil, turut mengamini pentingnya membangun kesadaran hemat energi dari lingkungan keluarga.

“Mari kita jadikan hemat energi menjadi gaya hidup kita. Hemat energi tidak berarti mengurangi kenyamanan, tetapi menggunakan listrik secara bijak, sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan,” tuturnya.

Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan penggunaan energi yang bijak. Edukasi dan keteladanan dari lingkungan rumah diharapkan dapat membentuk perilaku yang kemudian terbawa ke lingkungan sosial yang lebih luas.

Gerakan hemat energi pun tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kebiasaan mematikan lampu, menggunakan peralatan listrik sesuai kebutuhan, serta memanfaatkan sumber cahaya dan udara alami menjadi bagian dari langkah sederhana menuju penggunaan energi yang lebih efisien.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah upaya pemerintah mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan. Pembangunan infrastruktur energi perlu berjalan beriringan dengan kesadaran masyarakat untuk menggunakan energi secara bertanggung jawab.

Kegiatan sosialisasi di Rumah Jabatan Siranindi tersebut turut dihadiri Ibu Menteri Pekerjaan Umum, Ibu Menteri Kelautan dan Perikanan, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sulteng, para kepala perangkat daerah, Ketua TP-PKK kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah, organisasi perempuan, serta peserta sosialisasi.

Dari forum itu, pesan yang mengemuka sederhana: masa depan energi tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak energi yang mampu dihasilkan, tetapi juga oleh seberapa bijak energi tersebut digunakan. Dari rumah, dari keluarga, dan bahkan dari satu saklar yang dimatikan ketika tak lagi dibutuhkan, gerakan hemat energi dapat dimulai.(Faisal)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tadulakonews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sat Samapta Polres Buol Bersama Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Desa Binuang
Polsek Pamona Selatan Bersama TNI dan Damkar Intensifkan Patroli Cegah Karhutla
Polsek Pamona Timur Tegas Tangani Dugaan Pencabulan Anak, Tersangka Diserahkan ke Rutan Mapolres Poso
Polsek Poso Pesisir Selatan Padamkan Sebagian Besar Karhutla di Desa Sangginora
Pemkab Buol Berhasil Dapatkan Alokasi Dana IJD Rp21,8 Miliar untuk Peningkatan Jalan
Gubernur Anwar Hafid Perjuangkan Kepastian Status PPPK Tenaga Kesehatan ke Pemerintah Pusat
Pemangku Adat Sulteng Tegaskan Simbol Adat Tak Boleh Dipakai Intervensi Perkara Hukum
Remaja di Nuhon Diduga Mencoba Mengakhiri Hidup, Polisi Lakukan Penanganan Awal
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 13:42 WIB

Sat Samapta Polres Buol Bersama Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Desa Binuang

Sabtu, 5 September 2026 - 12:57 WIB

Polsek Pamona Selatan Bersama TNI dan Damkar Intensifkan Patroli Cegah Karhutla

Jumat, 4 September 2026 - 20:38 WIB

Polsek Pamona Timur Tegas Tangani Dugaan Pencabulan Anak, Tersangka Diserahkan ke Rutan Mapolres Poso

Jumat, 4 September 2026 - 19:15 WIB

Polsek Poso Pesisir Selatan Padamkan Sebagian Besar Karhutla di Desa Sangginora

Jumat, 4 September 2026 - 18:35 WIB

Pemkab Buol Berhasil Dapatkan Alokasi Dana IJD Rp21,8 Miliar untuk Peningkatan Jalan

Berita Terbaru