Tadulakonews.com – Jayapura, 2 September 2026 – Mahasiswa asal Kabupaten Nduga, Kabupaten Puncak, dan Kabupaten Lanny Jaya menunjukkan kepedulian dan solidaritas kemanusiaan terhadap masyarakat yang terdampak bencana kekeringan di sejumlah wilayah Papua Pegunungan.
Sebagai bentuk respons sosial atas kondisi tersebut, mahasiswa menyerukan kepada seluruh pihak untuk bersama-sama memberikan dukungan serta membuka ruang penggalangan bantuan bagi masyarakat terdampak.
Seruan tersebut disampaikan Ketua Koordinator Lapangan (Korlap), Tundis Tabuni. Dalam penyampaiannya, Tundis menyoroti kondisi masyarakat yang menghadapi dampak bencana, khususnya keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, situasi tersebut membutuhkan perhatian serius serta respons yang cepat, terkoordinasi, dan berorientasi pada pemenuhan kebutuhan kemanusiaan masyarakat terdampak.
Penyampaian aspirasi juga disampaikan oleh Urnius Matuwan, selaku Sekretaris I Komunitas Mahasiswa Pelajar Puncak (KMPP). Urnius hadir mewakili tiga pimpinan mahasiswa dari Kabupaten Puncak, Kabupaten Lanny Jaya, dan Kabupaten Nduga.
Urnius menegaskan bahwa penanganan bencana tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, diperlukan solidaritas, koordinasi lintas pihak, serta tindakan nyata untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan, perlindungan, dan akses terhadap kebutuhan dasar secara layak.
Buka Posko Umum Kemanusiaan
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak, mahasiswa membuka Posko Umum Kemanusiaan yang berlokasi di Asrama Nduga, Sekretariat Jalan Biak, Abepura, Jayapura.
Posko tersebut beroperasi mulai 27 Agustus hingga 27 September 2026 dan menjadi pusat pengumpulan bantuan serta donasi untuk mendukung masyarakat terdampak bencana di wilayah Kwiyawagi, Agandugume, Lambewi, dan Oneri, dengan prioritas distribusi bantuan ke Kwiyawagi.
Seluruh bantuan yang terkumpul akan dihimpun dan dikelola secara tertib, kemudian didistribusikan kepada masyarakat di lokasi terdampak sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Jenis Bantuan yang Dibutuhkan
Mahasiswa mengimbau masyarakat, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, lembaga sosial, dunia usaha, serta seluruh pihak yang memiliki kepedulian kemanusiaan untuk memberikan dukungan berupa:
- Bahan makanan dan bantuan dana;
- Obat-obatan dan kebutuhan kesehatan;
- Pakaian layak pakai dan selimut;
- Kebutuhan dasar lainnya yang relevan dengan kondisi masyarakat terdampak.
Mahasiswa berharap penggalangan solidaritas tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.
Mereka juga mengajak seluruh pihak untuk tidak melihat bencana semata-mata sebagai persoalan geografis atau kewilayahan, tetapi sebagai persoalan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan ini. Bantuan yang diberikan, sekecil apa pun, sangat berarti bagi masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit. Seluruh bantuan akan dikumpulkan dengan baik dan diupayakan untuk disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak di Kwiyawagi,” demikian seruan solidaritas mahasiswa.
Mahasiswa juga berharap pemerintah dan pihak-pihak terkait dapat mengambil langkah penanganan yang cepat, tepat sasaran, terkoordinasi, dan berkelanjutan, terutama dalam menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.
Urnius Matuwan





