Mahasiswa Tiga Kabupaten Buka Posko Kemanusiaan untuk Bantu Korban Kekeringan di Papua Pegunungan

- Penulis

Rabu, 2 September 2026 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Tadulakonews.com – Jayapura, 2 September 2026 – Mahasiswa asal Kabupaten Nduga, Kabupaten Puncak, dan Kabupaten Lanny Jaya menunjukkan kepedulian dan solidaritas kemanusiaan terhadap masyarakat yang terdampak bencana kekeringan di sejumlah wilayah Papua Pegunungan.

Sebagai bentuk respons sosial atas kondisi tersebut, mahasiswa menyerukan kepada seluruh pihak untuk bersama-sama memberikan dukungan serta membuka ruang penggalangan bantuan bagi masyarakat terdampak.

Seruan tersebut disampaikan Ketua Koordinator Lapangan (Korlap), Tundis Tabuni. Dalam penyampaiannya, Tundis menyoroti kondisi masyarakat yang menghadapi dampak bencana, khususnya keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, situasi tersebut membutuhkan perhatian serius serta respons yang cepat, terkoordinasi, dan berorientasi pada pemenuhan kebutuhan kemanusiaan masyarakat terdampak.

Penyampaian aspirasi juga disampaikan oleh Urnius Matuwan, selaku Sekretaris I Komunitas Mahasiswa Pelajar Puncak (KMPP). Urnius hadir mewakili tiga pimpinan mahasiswa dari Kabupaten Puncak, Kabupaten Lanny Jaya, dan Kabupaten Nduga.

Urnius menegaskan bahwa penanganan bencana tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan seluruh elemen masyarakat.

Karena itu, diperlukan solidaritas, koordinasi lintas pihak, serta tindakan nyata untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan, perlindungan, dan akses terhadap kebutuhan dasar secara layak.

Buka Posko Umum Kemanusiaan

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak, mahasiswa membuka Posko Umum Kemanusiaan yang berlokasi di Asrama Nduga, Sekretariat Jalan Biak, Abepura, Jayapura.

Posko tersebut beroperasi mulai 27 Agustus hingga 27 September 2026 dan menjadi pusat pengumpulan bantuan serta donasi untuk mendukung masyarakat terdampak bencana di wilayah Kwiyawagi, Agandugume, Lambewi, dan Oneri, dengan prioritas distribusi bantuan ke Kwiyawagi.

Seluruh bantuan yang terkumpul akan dihimpun dan dikelola secara tertib, kemudian didistribusikan kepada masyarakat di lokasi terdampak sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Jenis Bantuan yang Dibutuhkan

Mahasiswa mengimbau masyarakat, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, lembaga sosial, dunia usaha, serta seluruh pihak yang memiliki kepedulian kemanusiaan untuk memberikan dukungan berupa:

  1. Bahan makanan dan bantuan dana;
  2. Obat-obatan dan kebutuhan kesehatan;
  3. Pakaian layak pakai dan selimut;
  4. Kebutuhan dasar lainnya yang relevan dengan kondisi masyarakat terdampak.

Mahasiswa berharap penggalangan solidaritas tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

Mereka juga mengajak seluruh pihak untuk tidak melihat bencana semata-mata sebagai persoalan geografis atau kewilayahan, tetapi sebagai persoalan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan ini. Bantuan yang diberikan, sekecil apa pun, sangat berarti bagi masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit. Seluruh bantuan akan dikumpulkan dengan baik dan diupayakan untuk disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak di Kwiyawagi,” demikian seruan solidaritas mahasiswa.

Mahasiswa juga berharap pemerintah dan pihak-pihak terkait dapat mengambil langkah penanganan yang cepat, tepat sasaran, terkoordinasi, dan berkelanjutan, terutama dalam menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.

Urnius Matuwan

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tadulakonews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SMP Negeri 4 Sindue Rampungkan Revitalisasi Sekolah 100 Persen, Anggaran APBN 2026 Capai Rp2,1 Miliar
SMP Negeri 4 Sindue Terima Alokasi APBN 2026 Rp2,1 Miliar untuk Revitalisasi dan Peningkatan Fasilitas Sekolah
SMPN SATAP 6 Sojol Terima Anggaran APBN Rp678 Juta untuk Rehabilitasi Gedung dan Pengadaan Mobiler
Minggu Kasih di Gereja Syalom Meko, Kapolsek Pamona Barat Tampung Aspirasi Warga dan Sosialisasikan Pencegahan Bullying
Kapolsek Poso Pesisir Utara Ajak Anak Sekolah Minggu Cegah Bullying Melalui Program Minggu Kasih
Kapolsek Pamona Timur Hadiri Minggu Kasih di GPDI Semirna, Jemaat Sampaikan Keluhan Pencurian Ternak
Festival Danau Poso ke-26 Tahun 2026 Resmi Ditutup, Pengamanan Berlangsung Aman dan Kondusif
Kapolres Sigi Hadiri Peresmian PLTD 50 MW di Desa Sidera, Dukung Penguatan Pasokan Listrik
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:43 WIB

SMP Negeri 4 Sindue Rampungkan Revitalisasi Sekolah 100 Persen, Anggaran APBN 2026 Capai Rp2,1 Miliar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:13 WIB

SMP Negeri 4 Sindue Terima Alokasi APBN 2026 Rp2,1 Miliar untuk Revitalisasi dan Peningkatan Fasilitas Sekolah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:48 WIB

SMPN SATAP 6 Sojol Terima Anggaran APBN Rp678 Juta untuk Rehabilitasi Gedung dan Pengadaan Mobiler

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Minggu Kasih di Gereja Syalom Meko, Kapolsek Pamona Barat Tampung Aspirasi Warga dan Sosialisasikan Pencegahan Bullying

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Kapolsek Poso Pesisir Utara Ajak Anak Sekolah Minggu Cegah Bullying Melalui Program Minggu Kasih

Berita Terbaru