Tadulakonews.com – FKUB SULTENG – Provinsi Sulawesi Tengah kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dalam menjaga kebhinekaan dan harmoni sosial masyarakat.
Berdasarkan hasil riset terbaru yang dirilis oleh Pusat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (P3M) Universitas Indonesia, Sulawesi Tengah ditetapkan sebagai daerah dengan Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) kategori tinggi.
Penilaian dalam riset tersebut dilakukan melalui tiga dimensi utama, yakni toleransi, kebersamaan, dan kesetaraan sebagai indikator utama kerukunan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sulawesi Tengah memperoleh nilai 87,9 pada dimensi toleransi, 56,2 pada dimensi kebersamaan, serta 77,85 pada dimensi kesetaraan.
Akumulasi dari ketiga indikator tersebut menghasilkan nilai IKUB sebesar 73,99 yang menempatkan Sulawesi Tengah dalam klaster daerah berindeks tinggi dengan rentang nilai 60,01 hingga 80,00.
Ketua FKUB Sulawesi Tengah, , menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan itu bukan semata hasil kerja FKUB, melainkan buah dari kerja kolektif seluruh elemen masyarakat di Sulawesi Tengah.
Menurutnya, tingginya indeks kerukunan mencerminkan kuatnya komitmen bersama dalam menjaga harmoni sosial secara konsisten di tengah keberagaman.
Ia menyebut pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh agama, dan tokoh masyarakat memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas keamanan dan keteduhan kehidupan umat beragama.
“Keberhasilan meraih indeks kerukunan yang tinggi ini adalah hasil kerja keras kita semua. Kedamaian di Sulawesi Tengah dibangun di atas fondasi gotong royong,” ujar Prof. Zainal, Selasa 26 Mei 2026.
Tokoh moderasi beragama nasional itu juga menilai tingginya skor toleransi menunjukkan masyarakat Sulawesi Tengah telah memiliki kedewasaan dalam menghargai perbedaan keyakinan.
Masyarakat dinilai mampu saling menghormati hak beragama satu sama lain dengan sikap yang matang secara psikologis maupun kultural.
Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya meningkatkan dimensi kebersamaan agar interaksi sosial lintas agama semakin produktif dan harmonis.
Sinergi antara ulama, pendeta, biksu, pastor, pandita, mangku, serta unsur Forkopimda disebut harus terus diperkuat demi menjaga stabilitas daerah.
Prof. Zainal menegaskan bahwa kerukunan merupakan sesuatu yang dinamis sehingga perlu dirawat dan dijaga setiap hari oleh seluruh elemen masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh warga Sulawesi Tengah untuk terus mempertahankan semangat persatuan demi mewujudkan daerah yang maju, aman, harmonis, dan penuh berkah.


