PENGGELEDAHAN DAN PENYITAAN DALAM PENYIDIKAN DUGAAN KORUPSI PERTAMBANGAN MBLB DI SULAWESI TENGAH

- Penulis

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Tadulakonews.com – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah melalui Tim Penyidik pada Bidang Asisten Tindak Pidana Khusus melaksanakan upaya paksa berupa penggeledahan dan penyitaan pada Rabu, 29 April 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tindakan tersebut dilakukan dalam rangka penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi di sektor pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).

Kegiatan penggeledahan dan penyitaan dimulai pada pukul 11.00 WITA.

Pelaksanaan berlangsung di dua lokasi berbeda yang memiliki keterkaitan langsung dengan perkara yang sedang disidik.

Seluruh rangkaian upaya paksa ini dilakukan berdasarkan Surat Izin Penggeledahan dan Penyitaan dari Ketua Pengadilan.

Kegiatan juga dilaksanakan sesuai dengan prosedur hukum yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Lokasi pertama yang menjadi sasaran penggeledahan adalah Kantor Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Donggala.

Di lokasi tersebut, Tim Penyidik melakukan pemeriksaan terhadap arsip dan sistem administrasi perpajakan daerah.

Pemeriksaan difokuskan pada pemungutan Pajak MBLB dan penerbitan Berita Acara Pengukuran.

Dokumen tersebut diketahui menjadi dasar dalam penerbitan Surat Persetujuan Berlayar oleh KSOP Teluk Palu.

Sejumlah dokumen penting berhasil diamankan sebagai barang bukti.

Barang bukti tersebut meliputi dokumen perpajakan dan data elektronik yang berkaitan dengan penyidikan.

Lokasi kedua yang digeledah adalah area tambang dan jetty milik PT Kaltim Khatulistiwa di Desa Pangga, Kabupaten Donggala.

Di lokasi ini, Tim Penyidik menyita puluhan alat berat dan kendaraan operasional yang diduga digunakan dalam aktivitas penambangan tanpa izin RKAB yang sah.

Total alat berat dan kendaraan yang disita berjumlah 32 unit, termasuk dump truck dan excavator yang saat ini berada di bawah pengawasan penyidik.

Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk menjalankan proses penyidikan secara profesional, terukur, dan sesuai hukum, serta mengusut tuntas praktik korupsi di sektor pertambangan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tadulakonews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karhutla Kembali Terjadi di Lantojaya, Polisi dan Tim Gabungan Padamkan Api Seluas 3 Hektare
Praperadilan Ditolak, Proses Hukum Dugaan Pencemaran Nama Baik Prof Zainal Abidin Sah
Polsek Lore Utara Bersama Tim Gabungan Padamkan Karhutla 5 Hektare di Kawasan TNLL
Polres Poso Gencarkan Penyuluhan Bahaya Narkoba di Desa Sintuwulemba
Polres Poso Asah Kesiapan Personel melalui Latihan Dalmas dan Penanganan Unras
Dugaan PETI Kembali Beraktivitas, Warga Desa Bodi Soroti Excavator yang Disebut Luput dari Penyisiran
Dua Tahun Pemerintahan Anwar-Reny, Penerima Beasiswa BERANI CERDAS Tembus 47 Ribu Mahasiswa
Kebakaran Lahan di Patiwunga Berhasil Dipadamkan, Polri-TNI dan Damkar Bersinergi
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 22:56 WIB

Karhutla Kembali Terjadi di Lantojaya, Polisi dan Tim Gabungan Padamkan Api Seluas 3 Hektare

Selasa, 8 September 2026 - 21:07 WIB

Praperadilan Ditolak, Proses Hukum Dugaan Pencemaran Nama Baik Prof Zainal Abidin Sah

Selasa, 8 September 2026 - 18:17 WIB

Polsek Lore Utara Bersama Tim Gabungan Padamkan Karhutla 5 Hektare di Kawasan TNLL

Selasa, 8 September 2026 - 18:06 WIB

Polres Poso Gencarkan Penyuluhan Bahaya Narkoba di Desa Sintuwulemba

Selasa, 8 September 2026 - 18:00 WIB

Polres Poso Asah Kesiapan Personel melalui Latihan Dalmas dan Penanganan Unras

Berita Terbaru