Wagub Sulteng Buka Deklarasi Konsorsium Iklim dan Tanggap Bencana Perguruan Tinggi se-Sulawesi Tengah

- Penulis

Senin, 22 Juni 2026 - 19:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Tadulakonews.com – Palu, 22 Juni 2026 – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., secara resmi membuka Deklarasi Konsorsium Iklim dan Tanggap Bencana Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta se-Sulawesi Tengah, yang dirangkaikan dengan Kunjungan Kerja Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, bertempat di Aula Baru Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako, Senin (22/06/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan guna membangun kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim serta risiko bencana di Sulawesi Tengah, yang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan bencana tinggi di Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa Sulawesi Tengah memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi berbagai bencana alam, mulai dari gempa bumi, tsunami, likuefaksi, hingga longsor.

Ia mengenang kembali keterlibatannya secara langsung saat bencana besar tahun 2018, ketika turut serta dalam proses evakuasi korban dan penanganan medis pada masa tanggap darurat.

“Sulawesi Tengah adalah daerah yang sangat sering mengalami gempa bumi. Saya sendiri merasakan langsung bencana besar tahun 2018, terlibat dalam proses evakuasi korban, menangani pasien, dan melihat bagaimana dahsyatnya gempa, tsunami, hingga likuefaksi yang melanda Palu, Donggala, Sigi, dan wilayah sekitarnya. Pengalaman itu menjadi pelajaran besar bagi kita semua,” ujar Reny.

Menurutnya, pengalaman bencana yang terus berulang, termasuk gempa bumi yang kembali terjadi baru-baru ini, menunjukkan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana harus menjadi agenda bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi sebagai pusat ilmu pengetahuan dan riset.

“Saya meyakini penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan pendekatan yang komprehensif, kolaboratif, dan berbasis ilmu pengetahuan agar risiko bencana dapat diminimalkan serta kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman dapat semakin kuat,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur juga memperkenalkan berbagai program prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Sembilan Program Unggulan BERANI, salah satunya BERANI Cerdas yang berfokus pada penguatan sektor pendidikan.

Ia menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menyalurkan beasiswa kepada sekitar 23 ribu penerima Program BERANI Cerdas, dengan sekitar 40 persen di antaranya merupakan mahasiswa perguruan tinggi.

Lebih lanjut, ia mendorong dunia akademik, khususnya mahasiswa program doktoral dan para peneliti, agar penelitian yang dilakukan berorientasi pada persoalan nyata yang dihadapi Sulawesi Tengah sehingga mampu menghasilkan solusi konkret bagi pembangunan daerah.

“Saya berharap penelitian, tesis, maupun disertasi yang dilakukan perguruan tinggi dapat berangkat dari persoalan yang sedang dihadapi Sulawesi Tengah. Dengan begitu, dunia akademik benar-benar menghadirkan solusi bagi masyarakat,” tambahnya.

Menurutnya, kehadiran Konsorsium Iklim dan Tanggap Bencana Perguruan Tinggi menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas daerah menghadapi tantangan perubahan iklim dan mitigasi kebencanaan di masa mendatang.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak generasi unggul, inovatif, dan mampu bersaing secara global.

Menurutnya, kualitas sumber daya manusia merupakan faktor utama yang menentukan daya saing daerah maupun bangsa di masa depan.

“Perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pembelajaran, tetapi juga harus menjadi pusat riset, inovasi, dan solusi bagi pembangunan. Hasil penelitian harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, dan kita harus terus mendorong hilirisasi riset agar inovasi kampus dapat dimanfaatkan secara luas,” ungkap Wamen.

Ia menambahkan bahwa di era digital saat ini, mahasiswa tidak cukup hanya unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu menguasai teknologi, kecerdasan buatan (AI), literasi digital, kemampuan berpikir kritis, serta memiliki semangat kewirausahaan.

Menurutnya, kampus harus menjadi ruang lahirnya generasi muda yang tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan menjadi motor penggerak pembangunan bangsa.

“Kita ingin pendidikan menjadi investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Ahmad Najib Burhani, M.A., M.Sc., Ph.D., Pelaksana Tugas Rektor Universitas Tadulako Prof. Andi Rusdin, unsur Forkopimda Sulawesi Tengah, pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta se-Sulawesi Tengah, serta para mitra kerja terkait.

(Biro Administrasi Pimpinan)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tadulakonews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Anwar Hafid Tekankan Disiplin ASN, Ibadah, dan Meritokrasi
Polres Poso Serahkan 10 Tersangka Penyalahguna Narkoba untuk Jalani Rehabilitasi di BNN
Polsek Lage Berikan Penyuluhan dan Pembinaan Karakter kepada Siswa SMPN 1 Lage
Kasat Binmas Polres Poso Jadi Irup di SMAN 3 Poso, Ajak Siswa Tolak Narkoba dan Perangi Bullying
HUT HUMAS POLRI KE-75, HUMAS POLRES POSO GELAR BAKTI SOSIAL DI DUA PANTI ASUHAN
Kapolsek Poso Pesisir Selatan Gelar Minggu Kasih di Gereja GPID Sion Betelamba, Sampaikan Pesan Kamtibmas dan Bahaya Bullying
Satresnarkoba Polres Poso Amankan Tiga Terduga Pelaku Kasus Sabu, Polisi Sita Timbangan Digital dan 27 Plastik Klip Kosong
Satresnarkoba Polres Poso Amankan Dua Tersangka, 16 Paket Diduga Sabu Disita
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Gubernur Anwar Hafid Tekankan Disiplin ASN, Ibadah, dan Meritokrasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Polres Poso Serahkan 10 Tersangka Penyalahguna Narkoba untuk Jalani Rehabilitasi di BNN

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Polsek Lage Berikan Penyuluhan dan Pembinaan Karakter kepada Siswa SMPN 1 Lage

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:56 WIB

Kasat Binmas Polres Poso Jadi Irup di SMAN 3 Poso, Ajak Siswa Tolak Narkoba dan Perangi Bullying

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:51 WIB

HUT HUMAS POLRI KE-75, HUMAS POLRES POSO GELAR BAKTI SOSIAL DI DUA PANTI ASUHAN

Berita Terbaru