Tadulakonews.com – Satuan Kepolisian Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Tojo Una-Una terus mengintensifkan kehadiran di tengah masyarakat pesisir melalui program unggulan Kabaharkam Polri bertajuk “Polisi Penolong”.
Program tersebut menyasar warga dan nelayan di Desa Labuan, Kecamatan Ratolindo, Kabupaten Tojo Una-Una, Senin (18/5/2026).
Dalam kegiatan itu, personel Satpolairud yang diterjunkan yakni AIPDA Ahmad Mulhakam dan BRIPKA Febio Frangky S. melaksanakan patroli dialogis sekaligus membantu para nelayan yang baru bersandar di pelabuhan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedua personel tersebut turut membantu menaikkan barang bawaan hasil melaut milik warga sebagai bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat pesisir.
Kasat Polairud Polres Touna, IPTU Kadek Agung Andiana Putra, S.H., mengatakan bahwa kehadiran personel di wilayah pesisir bertujuan memberikan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat nelayan.
Menurutnya, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat fungsi perlindungan, pelayanan, dan pengayoman Polri kepada masyarakat.
IPTU Kadek Agung menjelaskan, melalui program Polisi Penolong, pihaknya ingin memastikan Polri selalu hadir membantu masyarakat dalam berbagai situasi di lapangan.
Ia mengaku bersyukur karena aksi nyata personel Satpolairud di Desa Labuan mendapat sambutan positif dan apresiasi langsung dari masyarakat setempat.
Selain memberikan bantuan fisik, Satpolairud Polres Touna juga terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya keselamatan kerja saat melaut.
Para nelayan diimbau agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum berangkat melaut serta memastikan penggunaan alat keselamatan secara lengkap.
Satpolairud juga menaruh perhatian serius terhadap persoalan kelestarian lingkungan laut di wilayah pesisir Kabupaten Tojo Una-Una.
Masyarakat diminta untuk menjaga kebersihan laut dengan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat merusak ekosistem perairan.
Di sisi lain, IPTU Kadek Agung mengingatkan warga agar tidak melakukan praktik penangkapan ikan secara ilegal atau illegal fishing.
Ia menegaskan bahwa penggunaan bom ikan, racun, maupun alat tangkap yang tidak ramah lingkungan dapat memberikan dampak buruk bagi ekosistem laut.
Untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat, Satpolairud Polres Touna turut menyosialisasikan layanan darurat Call Center Kepolisian 110 yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat.
Melalui pendekatan humanis tersebut, Satpolairud Polres Touna berharap kehadiran polisi di lapangan dapat terus menciptakan rasa aman, memperkuat kemitraan dengan masyarakat, serta menjaga situasi kamtibmas di wilayah perairan tetap aman dan kondusif.


