PT GMU Bangun Sediment Pond 12 Kompartemen untuk Perkuat Pengelolaan Lingkungan Tambang

- Penulis

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Morowali – Tadulakonews.com – PT Graha Mining Utama (GMU) terus memperkuat komitmennya dalam menerapkan praktik pertambangan yang berwawasan lingkungan. Salah satu upaya yang kini dilakukan perusahaan adalah membangun sediment pond atau kolam pengendap berkapasitas 12 kompartemen di wilayah operasional tambang di Desa Siumbatu, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali.

Pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari langkah perusahaan dalam mengendalikan aliran air limpasan dari area tambang sekaligus meminimalkan potensi sedimentasi dan dampaknya terhadap lingkungan maupun masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Sediment pond dirancang untuk menampung air limpasan sebelum dialirkan ke badan air. Melalui sistem 12 kompartemen, material sedimen akan mengendap secara bertahap sehingga kualitas air yang keluar menjadi lebih baik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain meningkatkan kualitas air, fasilitas ini juga berfungsi mengendalikan debit air saat curah hujan tinggi. Dengan demikian, aliran air menuju saluran drainase dan parit milik warga dapat tetap terkendali sehingga risiko luapan dapat diminimalkan.

Kepala Teknik Tambang (KTT) PT GMU, Marks Rinto, mengatakan pembangunan sediment pond merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menindaklanjuti berbagai masukan masyarakat terkait pengelolaan air di sekitar area tambang.

Menurutnya, sejak awal perusahaan telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Morowali untuk mencari solusi terhadap persoalan lingkungan yang berpotensi muncul akibat tingginya intensitas hujan.

“Pada September 2024 kami bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Morowali telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Dari hasil peninjauan tersebut, kami berupaya mencari solusi yang tepat terhadap persoalan lingkungan yang menjadi perhatian masyarakat, salah satunya melalui pembangunan sediment pond ini,” ujar Marks Rinto kepada sejumlah wartawan, Sabtu malam (18/7/2026).

Ia menjelaskan, sistem sediment pond dengan 12 kompartemen dipilih agar proses pengendapan sedimen berlangsung lebih maksimal. Dengan mekanisme tersebut, partikel tanah dan material lainnya dapat tertahan sebelum air dialirkan keluar dari area tambang.

Menurut Marks, sistem tersebut diharapkan mampu mengurangi tingkat kekeruhan air sekaligus menjaga kualitas air yang dilepas ke lingkungan sekitar agar tetap memenuhi ketentuan yang berlaku.

Fasilitas ini juga berperan penting dalam mengendalikan volume air saat hujan deras sehingga tidak membebani saluran drainase maupun parit warga.

Dengan pengelolaan air yang lebih baik, perusahaan berharap potensi luapan air ke kawasan permukiman dapat diminimalkan sehingga masyarakat di sekitar area operasional dapat merasa lebih aman.

Selain membangun sediment pond, PT GMU juga terus menjalankan program reklamasi sebagai bagian dari kewajiban pengelolaan lingkungan pascatambang.

Hingga saat ini, perusahaan telah merehabilitasi sekitar 1,7 hektare lahan dengan menanam berbagai jenis tanaman, di antaranya pohon nyatoh dan sengon.

Program reklamasi tersebut akan terus dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan dokumen Rencana Reklamasi yang telah disusun perusahaan. Sementara itu, proses persetujuan jaminan reklamasi masih berjalan setelah dokumen tersebut disampaikan kepada instansi terkait pada 16 Januari 2025.

Marks menegaskan PT GMU berkomitmen menjalankan kegiatan pertambangan sesuai kaidah good mining practice dengan menempatkan aspek perlindungan lingkungan sebagai salah satu prioritas utama.

“Kami ingin memastikan bahwa aktivitas pertambangan berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, berbagai fasilitas pengendalian lingkungan terus kami bangun dan optimalkan agar manfaat keberadaan perusahaan dapat dirasakan masyarakat tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tadulakonews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dharmanomics International Seminar 2026: Dari Gagasan Ekonomi Berbasis Dharma Menuju Kerja Sama Internasional
Karyawan Restoran Meninggal Terjepit Lift Barang di Palu
Sat Samapta Polres Buol Bersama Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Desa Binuang
Polsek Pamona Selatan Bersama TNI dan Damkar Intensifkan Patroli Cegah Karhutla
Polsek Pamona Timur Tegas Tangani Dugaan Pencabulan Anak, Tersangka Diserahkan ke Rutan Mapolres Poso
Polsek Poso Pesisir Selatan Padamkan Sebagian Besar Karhutla di Desa Sangginora
Pemkab Buol Berhasil Dapatkan Alokasi Dana IJD Rp21,8 Miliar untuk Peningkatan Jalan
Gubernur Anwar Hafid Perjuangkan Kepastian Status PPPK Tenaga Kesehatan ke Pemerintah Pusat
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:57 WIB

Dharmanomics International Seminar 2026: Dari Gagasan Ekonomi Berbasis Dharma Menuju Kerja Sama Internasional

Sabtu, 5 September 2026 - 17:56 WIB

Karyawan Restoran Meninggal Terjepit Lift Barang di Palu

Sabtu, 5 September 2026 - 13:42 WIB

Sat Samapta Polres Buol Bersama Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Desa Binuang

Sabtu, 5 September 2026 - 12:57 WIB

Polsek Pamona Selatan Bersama TNI dan Damkar Intensifkan Patroli Cegah Karhutla

Jumat, 4 September 2026 - 20:38 WIB

Polsek Pamona Timur Tegas Tangani Dugaan Pencabulan Anak, Tersangka Diserahkan ke Rutan Mapolres Poso

Berita Terbaru

Daerah

Karyawan Restoran Meninggal Terjepit Lift Barang di Palu

Sabtu, 5 Sep 2026 - 17:56 WIB