Tadulakonews.com – SIGI – Di tengah ujian gempa bumi yang melanda Kabupaten Sigi, personel Polres Sigi bersama personel BKO Satbrimob dan Ditsamapta Polda Sulawesi Tengah menunjukkan kepedulian dengan bergotong royong membantu masyarakat terdampak bencana.
Kegiatan kemanusiaan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 21 Juni 2026, dengan fokus pada pembersihan lingkungan dan pemulihan sarana ibadah yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan moral kepada masyarakat agar tetap memiliki semangat, harapan, dan kekuatan dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain membantu mempercepat perbaikan fasilitas umum, kehadiran personel kepolisian juga menjadi simbol kebersamaan antara aparat dan masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.
Di Desa Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki, personel Polres Sigi bersama tim BKO membantu pemasangan tenda darurat di Gereja Toraja.
Tenda tersebut digunakan sebagai tempat ibadah sementara agar aktivitas keagamaan jemaat tetap dapat berjalan meskipun bangunan gereja terdampak gempa.
Sementara itu, di Desa Kamarora A, personel kepolisian bersama TNI dan warga melaksanakan kerja bakti membersihkan puing-puing bangunan yang rusak akibat bencana.
Kegiatan gotong royong tersebut juga difokuskan untuk menyiapkan pondasi pembangunan kembali Masjid Al Muhajirin yang mengalami kerusakan.
Proses pembersihan dilakukan secara bersama-sama sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap warga yang sedang berupaya bangkit dari dampak gempa.
Tidak hanya membantu pemulihan sarana ibadah, Bhabinkamtibmas Polsek Palolo juga turun langsung memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Bantuan berupa sembako disalurkan kepada warga di Desa Uenuni, Kecamatan Palolo, guna membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka selama masa pemulihan.
Selain menyalurkan bantuan, personel juga membantu membersihkan reruntuhan rumah warga di Desa Kamarora B yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Kapolres Sigi AKBP Kari Amsah Ritonga, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasihumas Polres Sigi Iptu Nuim Hayat mengatakan bahwa proses pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik semata.
Menurutnya, menjaga semangat, harapan, dan keteguhan hati masyarakat merupakan bagian penting dalam proses pemulihan setelah bencana.
“Tempat ibadah menjadi sumber kekuatan batin bagi masyarakat yang sedang menghadapi cobaan. Melalui kebersamaan dan gotong royong, kami berharap masyarakat tetap kuat, sabar, dan optimis dalam menjalani proses pemulihan pascagempa,” ujar Iptu Nuim.
Kebersamaan yang terjalin antara Polri, TNI, dan masyarakat menjadi bukti bahwa di tengah musibah, semangat persaudaraan dan kepedulian tetap tumbuh. Nilai-nilai tersebut menjadi kekuatan bersama untuk bangkit, mempercepat pemulihan, serta menata kembali kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.


