
Tadulakonews.com – Palu – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Tengah menggelar lomba Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) dan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.
Kegiatan tersebut berlangsung di Klinik Mapolda Sulawesi Tengah pada Senin (22/6/2026) dan diikuti oleh personel kepolisian dari berbagai satuan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lomba dibuka secara langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Hendri Yulianto.
Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis dan profesionalisme personel kepolisian dalam menangani perkara pidana di lapangan.
Dalam sambutannya, Kombes Pol Hendri Yulianto menjelaskan bahwa TPTKP merupakan serangkaian tindakan awal yang dilakukan oleh petugas pertama yang menerima laporan atau mendatangi lokasi kejadian.
Tindakan awal tersebut mencakup berbagai langkah penting, mulai dari memberikan pertolongan kepada korban hingga melakukan pengamanan terhadap area kejadian.
Menurutnya, pengamanan TKP memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kondisi lokasi agar tetap utuh sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim olah TKP.
Ia menegaskan bahwa kondisi TKP yang terjaga dengan baik akan menjadi dasar keberhasilan proses penyelidikan dan penyidikan suatu perkara.
Kombes Hendri juga menjelaskan bahwa olah TKP dilakukan oleh penyidik atau penyidik pembantu untuk mencari informasi yang diperlukan dalam mengungkap suatu tindak pidana.
Selain itu, proses olah TKP bertujuan mengumpulkan barang bukti serta mengungkap berbagai fakta yang berkaitan dengan peristiwa yang terjadi.
Menurutnya, TPTKP dan olah TKP merupakan dua tahapan yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan dalam proses penegakan hukum.
Keberhasilan pengungkapan suatu kasus sangat dipengaruhi oleh kemampuan petugas dalam menjaga keaslian lokasi kejadian sejak awal penanganan.
Ia mengingatkan bahwa kelalaian dalam mengamankan TKP dapat mengakibatkan hilangnya barang bukti maupun jejak yang ditinggalkan pelaku.
Kondisi tersebut berpotensi menghambat proses penyidikan dan dapat menyulitkan upaya pembuktian perkara di kemudian hari.
Melalui pelaksanaan lomba ini, Polda Sulawesi Tengah berharap kemampuan penyidik dan personel kepolisian semakin terasah dalam menjalankan tugas di lapangan.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri dalam memberikan pelayanan serta penegakan hukum yang profesional, presisi, dan berkeadilan kepada masyarakat.

