
POSO – Tadulakonews.com – Wakapolsek Lage, IPTU Muryanto Teguh, memimpin langsung operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan Pegunungan Tompaso, Desa Tampemadoro, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, pada Minggu (30/9/2026).
Hingga pukul 13.30 WITA, api masih menyala aktif dan diperkirakan telah membakar lahan seluas sekitar 10 hektare. Kondisi tersebut diperparah oleh medan yang terjal sehingga menyulitkan akses kendaraan pemadam kebakaran berukuran besar menuju lokasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data di lapangan, titik api saat ini berada dalam kondisi kritis karena hanya berjarak sekitar 150 meter dari permukiman warga. Sebagian titik api juga telah mendekati Jalan Trans Sulawesi sehingga menyebabkan arus lalu lintas mengalami kemacetan.
Pengendara yang melintas di kawasan tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan karena asap dan aktivitas pemadaman dapat mengganggu jarak pandang serta kelancaran lalu lintas. Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat laporan korban jiwa maupun kerugian materiil terhadap bangunan milik warga.
Mengingat sulitnya menjangkau lokasi menggunakan kendaraan pemadam, proses pemadaman dilakukan secara manual dengan sistem estafet. Sebanyak 175 personel dilibatkan dalam upaya tersebut, terdiri atas 15 anggota TNI, 10 anggota Polri, dan 150 warga masyarakat.
Para personel secara bersama-sama membawa air menggunakan mesin tangki semprot, jerigen, dan ember dari jalan utama menuju titik kebakaran yang berjarak sekitar 100 meter masuk ke kawasan hutan.
Dukungan sarana dan prasarana juga disiapkan untuk memperkuat upaya pemadaman. Di lokasi terdapat satu unit Damkar Kabupaten Poso, tiga unit Damkar TNI, satu unit Damkar BNPB, serta satu tandon air milik Brimob.
Tandon air tersebut disiagakan sebagai sumber suplai air sekaligus langkah antisipasi apabila api berubah arah dan mulai merambat menuju permukiman warga.
Wakapolsek Lage, IPTU Muryanto Teguh, mengatakan kondisi medan menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Topografi Pegunungan Tompaso yang curam membuat kendaraan pemadam kebakaran berukuran besar tidak dapat menjangkau titik api.
“Situasi di lapangan cukup menantang karena topografi Pegunungan Tompaso yang curam dan tidak bisa diakses oleh unit damkar besar. Oleh karena itu, kami mengandalkan kekuatan manusia dan peralatan manual seperti jerigen dan mesin semprot portable,” ujar IPTU Muryanto.
Ia mengatakan, dirinya bersama 10 anggota Polri lainnya turun langsung ke lokasi untuk mengoordinasikan proses pemadaman sekaligus memberikan motivasi kepada masyarakat yang terlibat dalam penanganan Karhutla.
“Saya bersama 10 anggota Polri lainnya turun langsung ke garis depan untuk memompa semangat warga dan mengoordinasikan pembagian tugas agar pemadaman berjalan efektif,” katanya.
Selain fokus pada pemadaman, aparat juga melakukan pengamanan lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi yang terdampak asap dan aktivitas penanganan kebakaran. Petugas mengimbau pengendara mengurangi kecepatan, menyalakan lampu kendaraan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Prioritas utama kami adalah memastikan api tidak menyentuh rumah warga yang jaraknya sudah sangat dekat, yakni sekitar 150 meter. Unit damkar tetap standby sebagai garda terakhir jika angin berubah arah membawa api ke permukiman,” jelas IPTU Muryanto.
IPTU Muryanto juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat Desa Tampemadoro dalam upaya pemadaman. Ia mengingatkan seluruh warga yang membantu agar tetap mengutamakan keselamatan, menjaga kondisi tubuh, memenuhi kebutuhan cairan, serta menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap. Aparat bersama seluruh unsur terkait akan terus memantau perkembangan situasi hingga api benar-benar padam dan kondisi lalu lintas di sekitar lokasi kembali normal.




