Tadulakonews.com – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah melalui Satuan Kerja (Satker) Wilayah IV terus memantau perkembangan pelaksanaan proyek preservasi Jalan Nasional pada ruas Beteleme–Bungku, Kabupaten Morowali Utara.
Proyek yang dikerjakan oleh PT Timur Jaya Konstruksi tersebut merupakan bagian dari program preservasi jalan yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.
Berdasarkan pantauan media di lokasi pekerjaan pada akhir Juli 2026, aktivitas proyek berlangsung cukup padat. Sejumlah pekerja bersama armada pendukung milik perusahaan tampak terus bergerak mempercepat penyelesaian pekerjaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fokus pekerjaan saat ini adalah penyelesaian pengaspalan badan jalan. Hasil pekerjaan mulai terlihat dengan kondisi permukaan jalan yang lebih mulus sehingga diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
Penanggung jawab produksi di lapangan, Norman, mengatakan bahwa hingga saat ini seluruh tahapan pekerjaan berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti.
Menurutnya, distribusi material dari lokasi stone crusher menggunakan armada truk hingga proses pengaspalan berlangsung normal sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Kami terus berupaya menjaga kelancaran pekerjaan agar target penyelesaian dapat tercapai sesuai rencana. Seluruh proses, mulai dari pengangkutan material hingga pengaspalan, berjalan dengan baik,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Kepala Satker Wilayah IV BPJN Sulawesi Tengah, Rolli Ekianto, SE, ST, MT, menjelaskan bahwa seluruh pekerjaan preservasi jalan di wilayah kerjanya terus dipantau secara berkala oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Ia mengatakan, pengawasan yang dilakukan secara rutin bertujuan memastikan mutu dan kualitas hasil pekerjaan tetap terjaga sehingga seluruh pekerjaan dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Rolli menjelaskan bahwa wilayah kerja Satker IV meliputi ruas Tomura–Poso–Tentena–Taripa–Beteleme–Bungku hingga Bahodopi, Kabupaten Morowali.
Sebagai kepala satuan kerja, dirinya membawahi empat orang PPK yang bertugas melakukan pengawasan langsung terhadap seluruh pekerjaan di lapangan.
“Keempat PPK tersebut selalu siaga di lokasi pekerjaan. Mereka merupakan tenaga teknis yang profesional dan berpengalaman sehingga mampu memastikan setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis,” jelas Rolli.
Ia menegaskan bahwa apabila ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai ketentuan, PPK tidak akan ragu mengambil langkah tegas namun tetap terukur terhadap pihak kontraktor.
Menurutnya, pengawasan yang konsisten menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan nasional agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Rolli menambahkan bahwa hingga akhir Juli 2026, progres pekerjaan preservasi pada ruas Beteleme–Bungku terus menunjukkan peningkatan yang signifikan sesuai target yang telah ditetapkan.
Ia juga mengajak insan pers untuk terus berkontribusi melalui fungsi kontrol sosial dengan memberikan informasi yang objektif dan konstruktif demi mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur serta mendorong pertumbuhan perekonomian daerah. (Tim)





