FKUB Sulteng Pimpin Doa Bersama Lintas Agama untuk Korban Gempa, Ribuan Warga Padati Lapangan Imanuel Palu

- Penulis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Tadulakonews.com – PALU – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag., memimpin doa bersama lintas agama yang dihadiri para pemuka agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha serta ribuan masyarakat di Lapangan Imanuel Palu, Jumat malam (19/6/2026).

Kehadiran massa yang memadati lapangan tersebut menyatu dalam agenda akbar Doa Bersama Lintas Agama Gempa Sulteng bertajuk “Satu Doa, Satu Hati, dan Satu Aksi” yang diselenggarakan oleh Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Provinsi Sulawesi Tengah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini digelar sebagai wujud solidaritas dan kepedulian terhadap para korban pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026).

Dalam sambutannya, Prof. Zainal Abidin mengungkapkan bahwa acara di Lapangan Imanuel awalnya dirancang sebagai konser rohani dalam rangka perayaan Paskah. Namun, setelah bencana gempa terjadi, konsep kegiatan tersebut diubah menjadi doa bersama lintas agama sebagai bentuk empati dan penghormatan kepada para korban.

“Situasi dan kondisi tidak memungkinkan untuk kita lakukan. Karena saudara-saudara kita, baik yang seiman maupun yang tidak seiman dengan kita, sedang tertimpa musibah. Sehingga kita juga harus merasakan penderitaan orang lain,” ujar Prof. Zainal sebelum prosesi doa bersama dimulai.

Mantan Rektor IAIN Palu itu menegaskan bahwa kemampuan merasakan penderitaan orang lain merupakan salah satu indikator hati yang bersih dan menjadi nilai universal yang diajarkan oleh seluruh agama.

Ia mencontohkan ajaran kasih dalam Kitab Matius yang mengajarkan agar manusia mengasihi sesama sebagaimana mengasihi dirinya sendiri.

“Hari ini kita tunjukkan itu. Bahwa kita ingin mengasihi saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Kita berdoa bersama, kita minta kepada Tuhan Yang Maha Esa agar saudara-saudara kita dikuatkan, diberikan ketabahan dan kesabaran untuk menghadapi ujian ini,” tuturnya.

Prof. Zainal juga mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Tengah untuk memaknai musibah ini sebagai momentum memperkuat persaudaraan, solidaritas, dan kepedulian sosial.

“Sebagai satu keluarga besar masyarakat Sulawesi Tengah, kita turut merasakan duka yang dialami saudara-saudara kita, khususnya di Kabupaten Sigi dan Parigi Moutong,” tambahnya.

Di hadapan ribuan warga, Prof. Zainal menyampaikan apresiasi kepada Ketua Panitia Pelaksana, Hendrik G. Lyanto atau yang akrab disapa Ko Aceo, atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurutnya, sosok Ko Aceo telah memberikan teladan nyata tentang pentingnya menebarkan kepedulian kepada siapa saja tanpa memandang agama, suku, budaya, maupun latar belakang.

“Jangan lagi melihat agama, jangan lagi melihat suku, jangan lagi melihat budayanya. Jangan lagi melihat dia berbeda dengan kita. Karena yang kita lihat, dia adalah manusia ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa,” tegas Prof. Zainal.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengapresiasi kolaborasi antara FKUB dan Bamag dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, momentum ini menjadi sarana penting untuk memperkuat persatuan masyarakat, sebagaimana semangat gotong royong yang pernah ditunjukkan saat menghadapi bencana besar tahun 2018.

Di akhir sambutannya, Gubernur mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk menyanyikan lagu “Torang Samua Basudara” dan “Indonesia Pusaka” sebagai simbol persatuan dan kebersamaan.

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Ketua Dewan Penyantun Bamag Sulteng, Hendrik G. Lyanto, mengungkapkan bahwa atas dukungan dan restu Gubernur serta FKUB, pihaknya tidak hanya menggelar doa bersama, tetapi juga telah menyalurkan bantuan tahap awal ke wilayah Palolo serta mendistribusikan ribuan dus mi instan ke berbagai desa terdampak tanpa membedakan latar belakang agama maupun kelompok tertentu.

Prosesi sakral malam itu diawali dengan doa yang dipimpin secara bergantian oleh para pemuka agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha.

Isak tangis dan suasana haru menyelimuti Lapangan Imanuel sepanjang kegiatan berlangsung. Momen tersebut menjadi bukti bahwa perbedaan suku, ras, budaya, dan keyakinan tidak lagi berjarak ketika dipertemukan oleh panggilan kemanusiaan dan semangat persaudaraan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tadulakonews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aksi BEM Fakultas Untika Luwuk Berlangsung Aman, Aspirasi Massa Diterima DPRD Banggai
Polres Poso Gelar Olahraga Bersama Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026
Gubernur Anwar Hafid Sambut Kepulangan Jamaah Haji Sulawesi Tengah di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri
Ribuan Jemaat Padati Lapangan Immanuel Palu, Doa Bersama Lintas Agama Wujud Solidaritas Pascagempa Sulawesi Tengah
Kapolresta Palu Gelar Lomba Olah TKP dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
Kepala BNPB Tinjau Lokasi Gempa di Sigi, Beri Semangat dan Pastikan Percepatan Pemulihan Warga
Polres Sigi Amankan Tersangka Penganiayaan yang Menyebabkan Perempuan Meninggal Dunia di Bakubakulu
Polisi Cilik Polres Morowali Utara Raih Juara I Penilaian Pocil Tingkat Polda Sulteng
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:22 WIB

Aksi BEM Fakultas Untika Luwuk Berlangsung Aman, Aspirasi Massa Diterima DPRD Banggai

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:14 WIB

Polres Poso Gelar Olahraga Bersama Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:07 WIB

Gubernur Anwar Hafid Sambut Kepulangan Jamaah Haji Sulawesi Tengah di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:03 WIB

Ribuan Jemaat Padati Lapangan Immanuel Palu, Doa Bersama Lintas Agama Wujud Solidaritas Pascagempa Sulawesi Tengah

Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:56 WIB

Kapolresta Palu Gelar Lomba Olah TKP dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80

Berita Terbaru