
Tadulakonewa.com – Insiden pembakaran rumah warga terjadi di Kampung Muara, Distrik Pogoma, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, yang memicu kepanikan masyarakat setempat. Warga yang ketakutan segera melaporkan kejadian tersebut ke pos TNI terdekat, yaitu Pos Timobut.
Menindaklanjuti laporan dari warga yang tidak ingin disebutkan namanya, Satgas Koops TNI Habema langsung merespons dengan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Aparat juga melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diduga sebagai pelaku.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan hasil pemantauan menggunakan drone, terdeteksi beberapa orang tidak dikenal membawa senjata api di sekitar area tersebut. Hal ini memperkuat dugaan keterlibatan kelompok bersenjata dalam aksi pembakaran.
Melihat situasi tersebut, Satgas Koops TNI Habema kemudian melaksanakan operasi secara terencana dan terukur. Tujuan operasi ini adalah untuk menindak kelompok bersenjata sekaligus menjamin keselamatan warga.
Selain itu, operasi juga difokuskan untuk membantu proses evakuasi masyarakat yang terdampak insiden tersebut. Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian menjadi prioritas utama perlindungan.
Operasi dilaksanakan pada Senin, 13 April 2026, dengan fokus pembersihan wilayah yang diduga menjadi basis kelompok bersenjata TPNPB-OPM Kodap III/Sinak. Kelompok ini diketahui berada di bawah pimpinan Lekagak Telenggen.
Saat operasi berlangsung, pasukan TNI bergerak menyisir wilayah Kampung Muara. Dalam proses tersebut, terjadi beberapa kali kontak tembak antara aparat dan kelompok bersenjata.
Dalam kontak senjata tersebut, kelompok bersenjata akhirnya berhasil dipukul mundur ke arah Galupaga, Kampung Kembru. Mereka mencoba melarikan diri sambil terus memberikan perlawanan.
Kelompok tersebut sempat melakukan tembakan balasan secara membabi buta menggunakan senjata otomatis ringan. Tembakan diarahkan ke posisi aparat yang berada di sekitar permukiman warga.
Akibat tembakan tersebut, beberapa warga sipil menjadi korban dan mengalami luka tembak. Situasi ini menambah kepanikan di tengah masyarakat yang berada di lokasi kejadian.
Tercatat lima warga mengalami luka, yakni NK dengan luka sobek di kaki kanan, AT dengan luka di leher dan jari, serta DW yang berusia 3 tahun mengalami luka di kaki kanan.
Selain itu, AW yang berusia 5 tahun mengalami luka di dada kanan, dan OW berusia 6 tahun mengalami luka di bagian siku kanan. Para korban ini membutuhkan penanganan medis segera.
Sebagian besar warga bersama para korban kemudian mengungsi dengan berjalan kaki puluhan kilometer melewati medan pegunungan yang terjal. Mereka menuju Pos TNI terdekat di Kampung Tirineri, Kabupaten Puncak Jaya.
Setibanya di lokasi, Satgas Yonif 743/PSY langsung memberikan pertolongan pertama kepada para korban. Aparat juga segera melakukan koordinasi untuk proses evakuasi lanjutan.
Koordinasi dilakukan bersama Dandim 1714/Puncak Jaya dan PMI Kabupaten Puncak Jaya. Para korban kemudian direncanakan untuk dievakuasi ke RSUD Puncak Jaya guna mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Pasca operasi, Satgas Koops TNI Habema masih melakukan pengamanan di sekitar Kampung Muara. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya serangan susulan dari kelompok bersenjata.
Pihak TNI menyatakan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan masyarakat. Hingga saat ini, proses evakuasi dan pengamanan masih terus berlangsung, sementara keterangan resmi terkait situasi di Distrik Pogoma akan segera disampaikan.

