
Tadulakonews.com – Kamis (19/03/2026), beredar kabar dari warga Kabupaten Labuhanbatu terkait dugaan aktivitas peredaran narkotika yang masih berlangsung di wilayah tersebut.
Sejumlah warga menyampaikan kepada awak media bahwa seorang berinisial Ishk diduga masih aktif menjalankan bisnis transaksi narkotika jenis sabu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Informasi tersebut diperoleh saat awak media melakukan investigasi pada Rabu hingga Kamis (18–19/03/2026).
“Siapa bilang tutup mainan inisial Ishk itu, Pak,” ujar salah seorang warga kepada awak media.
Menurut keterangan sumber, istilah “buah” yang sering digunakan di lapangan merujuk pada narkoba jenis sabu.
Sumber juga menyebutkan bahwa peredaran yang dikaitkan dengan inisial Ishk cukup luas dan dikenal dengan istilah “bendera”.
“Bendera Ishk yang paling banyak. Mana pula tutup, itu tidak benar. Masih buka, Pak,” lanjutnya.
Ia menjelaskan bahwa terdapat beberapa titik yang diduga menjadi lokasi transaksi jual beli sabu yang masih beroperasi.
Menurutnya, titik-titik tersebut sudah diketahui oleh sebagian masyarakat sekitar.
“Bapak media pasti tahu, itu titik-titik tempat yang diduga lokasi lapak jual beli sabu,” ucap sumber.
Tidak hanya sebagai tempat transaksi, lokasi tersebut juga disebut-sebut menyediakan tempat untuk mengonsumsi sabu.
“Di situ juga bisa langsung dipakai. Orang beli, lalu konsumsi di lokasi,” terangnya.
Lebih lanjut, sumber mengungkapkan bahwa jaringan yang diduga terkait dengan inisial Ishk dinilai cukup kuat dan terorganisir.
Distribusi sabu disebut-sebut dilakukan secara masif ke berbagai titik yang ada di wilayah tersebut.
“Buah Ishk ini masih berjalan. Bahkan sebelum bulan Ramadan pun sudah aktif kembali,” katanya.
Ia juga membandingkan dengan jaringan lain yang disebut memiliki pola berbeda dalam menjalankan aktivitasnya.
Menurut sumber, lokasi penyimpanan atau gudang barang diduga berada di rumah seseorang yang merupakan orang kepercayaan dari jaringan tersebut.
Informasi ini masih berupa keterangan dari warga dan diharapkan dapat menjadi perhatian bagi pihak berwenang untuk dilakukan penelusuran lebih lanjut.

