Tadulakonews.com – Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Toili mendatangi lokasi kejadian setelah seorang remaja pria ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Desa Arga Kencana, Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai, pada Selasa sore, 21 Juli 2026.
Korban diketahui berinisial MY (18). Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh kakak korban, Riski Firmansyah (27), yang baru pulang dari bekerja dan berusaha mencari keberadaan adiknya.
Menurut Kapolsek Toili, IPTU I Putu Pratama Yoga, sekitar pukul 15.30 Wita saksi mulai mencari korban di seluruh ruangan rumah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, setelah memeriksa beberapa ruangan, korban tidak juga ditemukan sehingga pencarian dilanjutkan ke bagian belakang rumah.
Saat tiba di area gudang, saksi mendapati korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Korban ditemukan tergantung menggunakan tali strapping yang terlilit pada bagian leher.
Setelah menerima laporan, personel Polsek Toili segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Hingga kini, penyebab pasti peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Kapolsek menjelaskan bahwa korban dikenal sebagai sosok yang pendiam dan cenderung tertutup dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, berdasarkan keterangan seorang teman dekat korban, MY pernah bercerita mengenai persoalan keluarga yang sedang dihadapinya, meski tidak menjelaskan secara rinci.
Teman korban juga mengungkapkan bahwa selama di sekolah, korban sering merasa diabaikan oleh teman-temannya.
Keluarga korban menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum terhadap jenazah.
Pihak keluarga juga telah mengikhlaskan kepergian korban serta tidak mengajukan permintaan pemeriksaan lebih lanjut.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi psikologis anggota keluarga maupun orang-orang di sekitarnya yang menunjukkan perubahan perilaku atau mengalami tekanan emosional.
Polisi juga mengajak masyarakat untuk segera memberikan dukungan dan mendorong mereka mencari bantuan profesional apabila mengalami kesulitan terkait kesehatan mental, sebagai langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.


